Herman Onesimus Lantang Wafat, Ini Profil dan Kiprah Semasa Hidupnya

Caption foto: Almarhum Herman O. Lantang (WARTAPALA INDONESIA/ Ratdita Anggabumi T, WI, 190039) 

Wartapalaindonesia.com, PROFIL – Inalilahi wainnailaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah Herman O. Lantang, Senin (22/3) salah seorang Pendiri organisasi Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) Universitas Indonesia (UI). Sekitar pukul 03.00 WIB dini hari di RSUD Tangerang Selatan.

“Telah dimuliakan Bapa di Sorga, Papa, Opa, Buyut, Om, Bung kami yang terkasih: Herman Onesimus Lantang,” tulis akun Instagram Herman, Senin (22/3).

Kiprahnya Herman O. Lantang

Herman Lantang adalah tokoh Pecinta Alam di Indonesia yang banyak berkiprah dalam dunia luar ruang. Herman O. Lantang adalah mantan mahasiswa jurusan Antropologi di FSUI.

Pendiri Mapala UI dengan nomor anggota M-016 UI ini juga pernah menjabat sebagai  ketua Mapala UI periode 1972-1974. Selain itu beliau  juga mantan ketua senat Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada era 1960-an

Herman Onesimus Lantang dilahirkan di Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara. Bersekolah di Europrrshe Lagere School SR GMIM4 (Setaraf SD), Herman melanjutkan ke SMPK Tomohon.

Ayah Herman yang berprofesi sebagai tentara kerap mengajak Herman keluar masuk hutan di wilayah Tomohon. Kemudian Herman mengikuti orangtuanya yang saat itu di pindahtugaskan ke Jakarta.

Ia melanjutkan pendidikan formalnya di SMA 1 Budi Utomo pada tahun 1957. Kemudian di tahun 1960 Herman diterima di Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Antropologi. Pada tahun 1972 ia melakukan penelitian pada suku Dhani di Papua sehingga mendapatkan sarjana penuh.

Setelah itu Herman menjalani pendidikan singkat di Houston Texas pada tahun 1974 mengambil studi tentang “Mud School” dan menerima sertifikat sebagai Fluid Drilling Engineer di Houston Texas.

Ia memulai karirnya sebagai Fluid Drilling Consultant di berbagai perusahaan minyak di Timur Tengah, Mesir, Indonesia dan terakhir tahun 2000 di Malaysia. Di lingkup perusahaan ia dikenal dengan sebutan “Mud Doctor”karena kepiawaian dalam hal pengeboran minyak bumi.

Herman O Lantang memang kurang di kenal sebagai tokoh Pecinta Alam oleh khalayak luas. Namun dilingkup kegiatan alam bebas di Indonesia, dedikasi Herman terhadap dunia kepecintaalaman sangat besar.

Herman sangat memperhatikan generasi muda pecinta alam dengan memberikan motivasi juga pesan agar pecinta alam di Indonesia menempatkan keseimbangan antara kegiatan petualangan dan kelestarian alam serta lingkungan sesuai dengan Kode Etik Pecinta Alam yang disahkan tahun 1974 di Ujung Pandang, Makassar.

Herman Lantang adalah orang yang telah berjalan jauh mendampingi dunia kepecintalaman. Ia selalu menyikapi dan meyakini hal-hal yang positif mengenai kelestarian Alam untuk masa depan yang berkelanjutan.

“Hidup itu harus disyukuri, tetapi juga harus dinikmati dan tetap diolah dengan penuh rasa cinta,”  Herman Lantang.

Kontributor || Ratdita Anggabumi T, WI, 190039

Editor || Soprian Ardianto, WI 200136

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: