WARTAPALA INDONESIA

Hidupkan Mangrove dan Bersihkan Pesisir, MPA. GHUBATRAS Peringati Hari Bumi

Caption foto: Foto bersama saat penanaman mangrove. (WARTAPALA INDONESIA/ Nurlela Fatmawati)

Wartapalaindonesia.com, BANGKALAN – Suasana pantai yang terletak diantara Desa Batah Barat dan Desa Karang Anyar, Bangkalan terlihat lebih ramai dari biasanya. Pasalnya, organisasi mahasiswa pencinta alam Universitas Trunojoyo Madura atau MPA. GHUBATRAS mengadakan aksi bhakti lingkungan.

Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati hari bumi yang diperingati secara resmi pada tanggal 22 April. Peringatan hari bumi MPA. GHUBATRAS kali ini mengangkat tema “Lingkungan bersih,  GHUBATRAS mengabdi, Kartini membumi” mengingat tanggal 21 April juga memperingati hari Kartini.

Tidak hanya sosialisasi kebersihan pesisir, MPA. GHUBATRAS juga turut mengadakan bersih-bersih pantai dengan mengajak warga sekitar, pelajar SMAN 1 Kwanyar dan pelajar SMK Al-Asyari. Mengingat pantai yang membentang sepanjang Desa Janteh hingga Desa Karang Anyar itu terlihat jelas banyak hamparan-hamparan sampah yang menyebar rata hingga ke permukaan pesisir. Hamparan-hamparan sampah itu didominasi oleh sampah rumah tangga dari masyarakat sekitar,seperti sampah organik dan anorganik.

Pesisir pantai ini sudah dianggap sebagai “tempat pembuangan sampah resmi” oleh masyarakat Desa Batah Barat dan Desa Karang Anyar, lantaran tidak ada tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di kedua desa tersebut. Rendahnya kesadaran menjaga kebersihan dan juga banyaknya sampah kiriman dari laut memperburuk lingkungan pesisir pantai perbatasan kedua desa tersebut.

“Kita sudah coba menanyakan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Bangkalan mengenai TPS, namun dari pihak DLH Bangkalan mengatakan kedua desa tersebut tidak termasuk dalam list pengangkutan sampah,” jelas Yusnita Hasibuan, ketua pelaksana kegiatan tersebut.

Lebih dalam, komunitas setempat yang bernama Kacong Mania juga sudah pernah mengusahakan pengadaan TPS berikut pengangkutannya. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak pemerintah desa maupun DLH Bangkalan.

Bukan hanya masalah sampah yang tersebar di sekitar pantai, tanaman mangrove yang hidup di pesisir pantai pun terlihat krisis dan layu. Fenomena ini didasari kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peran mangrove di pesisir.

Memahami hal itu, MPA. GHUBATRAS juga turut mensosialisasikan pentingnya mangrove untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir pada hari Minggu pagi, 21 April 2019. Setelah melakukan sosialisasi, dilanjutkan dengan menanam mangrove berjenis Rhizophora Mucronata, untuk melengkapi mangrove yang tidak seberapa di pantai itu.

Sebanyak 150 bibit telah disiapkan untuk ditanam dipantai ini, namun pihak MPA. GHUBATRAS memutuskan menanam 100 bibit saja. Sedangkan 50 bibit lainnya dimaksudkan untuk bibit cadangan dalam controlling mangrove kedepannya.Mengingat ombak di laut Madura juga lumayan besar, utamanya saat sedang pasang sehingga bibit-bibit tersebut dipastikan tenggelam hingga ujungpun tidak kelihatan.

“Kegiatan ini sangat bagus. Harapan kedepannya, ada alat berat untuk pengangkutan sampah dan ada tanggapan dari pihak desa dan juga DLH Bangkalan,” pendapat Agus, seorang warga Desa Karang Anyar.

Hal ini dikarenakan alat yang terbatas untuk mengangkat sampai ke permukaan yang menyebabkan warga mengalami kesulitan ketika mengambil sampah yang tersangkut di ranting-ranting pohon pinggiran laut. Keberadaan alat berat tentunya akan sangat membantu proses ini, sehingga sampah yang tertimbun di bawah pasir pun bisa jadi terangkat. Dengan begitu, pesisir akan lebih bersih. Selain itu, diharapkan juga adanya tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang sesuai standar dan kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan lebih meningkat.

Kontributor || Nurlela Fatmawati

Editor || Amita Pradana Putra

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: