High Angle Rescue, Bekal Peserta Kenal Medan Susur Gua

Wartapalaindonesia.com, MAROS – Setelah sebelumnya hari pertama peserta dan panitia TWKM (Temu Wicara dan Kenal Medan) melakukan persamaan persepsi atau sharing mengenai skil dan pengalaman tentang SRT (Single Rope Technique), peserta kembali menerima materi tentang high angle rescue, di camp yang tidak jauh dari Gua Salukkang Kallang, lokasi kenal medan Kabupaten Maros, Rabu 19 Oktober 2016.

Tipikal Gua Salukkang Kallang yang vertikal dengan ketinggian kurang lebih 40 meter ini, menuntut panitia untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan pada peserta. Sahri Wahyuni selaku kordinator divisi susur gua, menjelaskan setelah ia dan panitianya melakukan evaluasi, ada beberapa peserta yang minim pengalaman dan bahkan ada yang belum pernah masuk di gua sebelumnya.

Ia juga menjelaskan sharing dan materi high angle yang dilakukan sebelum masuk ke lokasi kenal medan ini untuk meminimalisir kesalahan dilokasi. Materi high angle rescue yang dilanjutkan dengan simulasi ini dibawakan oleh Hendri Ahmad yang merupakan alumni MAPALA UMI. Ia pernah bekerja di PT. Privot, dan sekarang bekerja di Berau, Kalimantan.

Kunjungi FB : TWKM 28 Sulsel dan FB : Mapala UMI Makassar

Selain panitia TWKM, simulasi ini juga dibantu oleh dr. Arni Insnaini, A, M.asyriqars,S.ked, dan Haidir,s.ked dari TBM (Tim Bantuan Medis) UMI. Dan juga Hasanuddin, Darliana Darwis, dan Melly Marlita dari Korps Suka Rela PMI UMI (KSR PMI UMI), yang dikirim sebagai TBO (Tim Bantuan Orang) untuk kegiatan ini.

High angle rescue sendiri adalah, materi tentang teknik pertolongan di medan vertikal. Hendri menjelaskan materi high angle rescue merupakan materi yang wajib dikuasai peserta, untuk mengantisipasi jika terjadi kegagalan sistem.

“Misalnya ada suatu sistem yang gagal, otomatis kan akan melakukan proses evakuasi, sehingga mereka harus mengkombinasikan antara kegiatan petualang dengan mereka punya pengetahuan atau kompetensi untuk melakukan penyelamatan,” ujar Hendri.

Ia juga menambahkan materi ini juga membahas tetang bagaimana mencegah terjadinya kecelakaan, dengan memastikan kelayakan pada alat yang digunakan.

Peserta TWKM divisi susur gua yang berjumlah 48 orang ini, mayoritasnya belum pernah mempraktekkan high angle rescue.

Mimi salah satu peserta yang berasal dari Mapala PALAWA Universitas Pajajaran ini, menjelaskan bahwa ini adalah kali pertamanya praktek high angle rescue. Materi ini cukup meberikan ia tambahan ilmu dan pengalaman yang akan ia praktekkan jika terjadi kecelakaan, dan juga bisa ia bawa pulang nantinya.

“Materi high angle rescue kita baru materi doang belum praktek,” ujar Mimi.

Komentar juga datang dari Marsyah, peserta yang berasal dari MAPALA TILONGKABILA Universitas Gorontalo. Ia yang sebelumnya belum pernah masuk menyusuri gua dengan tipikal gua yang vertikal, menuntutnya mempelajari penggunaan alat-alat baru yang ia temui dilapangan.

Penulis : Rifai Rahayaan

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

 

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.