Caption foto: Salah satu peserta yang masih kecil, turut menanam pohon di THR Raden Soerjo, Minggu (29/2). (WARTAPALA INDONESIA/ Galih Sandy Hernawan)
Wartapalaindonesia.com, MOJOKERTO – Bencana demi bencana yang menghantam negeri ini seakan tak berujung. Mulai dari banjir hingga longsor terjadi di banyak wilayah negeri tercinta. Hal ini lah yang membuat Relawan Peduli Lingkungan (Repelika) Mojokerto prihatin dan tergerak untuk melakukan penghijauan pada hari Minggu (29/2).
Penghijauan ini dilakukan demi meminimalisir bencana yang akan datang. Repelika menggadakan penanaman pohon di wilayah Claket, Pacet, Mojokerto tepatnya kawasan sumber lak cemoro THR Raden Soerjo.
Sebanyak 500 bibit tananan yang ditanam. Bibit-bibit tersebut didominasi oleh bibit tanaman buah seperti jambu, duren, kelengkeng dan beberapa tanaman kayu sperti akasia dan sengon.
Dengan mengusung tema “Tak kan berhenti berjuang sebelum hijau bumi terbentang, tak kan berhenti melangkah sebelum senyum bumi merekah,” penghijauan ini dihadiri sebanyak 125 relawan. Diantaranya terdiri dari kalangan pelajar SMA, Mahasiswa, Pecinta alam dan warga sekitar.
Para relawan bergotong royong membawa bibit dari desa Claket menuju lokasi penanaman yang ditempuh kurang lebih 1 jam dengan berjalan kaki. Penanaman sendiri berlangsung dalam waktu 2 jam dan sempet diguyur gerimis, namun itu semua tidak mengurangi semangat relawan.
“Saya kagum dengan semangat teman-teman walaupun diguyur hujan sejak pagi tapi mereka tetap bersemangat untuk melakukan penanaman dan semoga dengan kegiatan penanaman ini bisa mengurangi resiko tanah longsor dan banjir khususnya di wilayah Pacet,” tutur Lukman selaku koordinator kegiatan.
Penanaman ini sendiri selain bertujuan menanggulangi bencana di masa mendatang, juga sebagai ajang silaturahmi antar pegiat alam bebas di kawasan Mojokerto serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap alam sejak dini bagi generasi muda. Agar kedepannya semakin banyak bermunculan generasi yang peduli akan lingkungan di Mojokerto.
Setelah kegiatan penanaman ini akan ada pengawasan dan perawatan tanaman setiap seminggu sekali hingga bibit bisa hidup mandiri.
Kontributor || Galih Sandy Hernawan, WI 190030
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)