WARTAPALA INDONESIA

Hilang Rumahku, Hancur Duniamu

Caption foto: Foto bersama peserta dan pemateri usai kegiatan berlangsung (dokumentasi oleh: Caravan Mountaineering Club). (WARTAPALA INDONESIA/ Roihan Afifurrofi)

Wartapalaindonesia.com, YOGYAKARTA – Hutan-hutan Indonesia di wilayah Kalimantan dan Sumatra yang sudah mulai hilang karena adanya perubahan hutan menjadi perkebunan. Oleh sebab itu kita sebagai manusia setidaknya tau apa yang harus kita lakukan dan kita jalankan untuk tetap menjaga ekosistem di hutan Indonesia.

Tahun 2000 wilayah Kalimantan disebut sebagai salah satu paru-paru dunia. Tetapi pada saat ini (tahun 2019), tidak bisa dipungkiri bila hutan-hutan kita sudah menjadi perkebunan yang berdampak global bagi kelangsungan hewan dan manusia di sekitarnya.

Hutan Kalimantan dan Sumatra bukan hanya dihuni oleh manusia saja. Di tempat tersebut juga terdapat banyak hewan dan tumbuhan yang langka dan dilindungi tetapi mulai terusik keberadaaannya, salah satunya adalah Orangutan.

Caravan Mountaineering Club mengadakan acara Seminar Konservasi Orangutan di Auditorium Fakultas Perternakan UGM pada Sabtu, 25 Mei 2019.  Dalam acara tersebut para peserta diajak untuk mengetahui apa saja yang sedang dialami hutan-hutan di wilayah Kalimantan dan Sumatra. Yang dimana kondisinya sekarang sudah tidak seperti dulu lagi.

Hewan langka seperti Orangutan mulai terusik keberadaannya. Orangutan adalah salah satu hewan endemik Indonesia yang hanya ada di wilayah Kalimantan dan Sumatra. Saat ini hewan tersebut sudah terancam keberadaannya, karena banyaknya pembukaan lahan baru untuk digunakan sebagai perkebunan kelapa sawit.

Banyak faktor yang mempengaruhi terancamnya Orangutan tersebut. Contohnya perburuan liar, pembunuhan masal, pembukaan lahan baru dan masih banyak lagi kasus-kasus terhadap Orangutan yang terjadi di Kalimantan dan Sumatra. Dengan adanya acaman tersebut para pemuda Indonesia diajak untuk berpartisipasi lebih dalam menjaga hutan Indonesia dari kerusakan yang sudah mulai mengganggu ekosistem hutan-hutan kita.

Pembicara dalam acara tersebut diantaranya, Wisnu Nurcahyo dari Dokter Hewan FKH UGM, Kusmardiastuti dari PEH BKSDA DIY, dan Septian Adrianto dari Center For Orangutan Protection. Harapan dari para pembicara adalah keterlibatan para pemuda Indonesia sebagai pelindung hutan agar tetap lestari baik itu hewan dan tumbuhannya. Dengan keterlibatan para pemuda diharapkan bisa menghambat kerusakan hutan yang ada. Acara tersebut dihadiri oleh Mahasiswa, Mapala dan Masyarakat Umum wilayah Yogyakarta.

Info lebih lanjut bisa menghubungi:

Roihan Afifurrofi (083869148660)

Email : afifurrofiroihan@gmail.com

Instagram : roihan.afifurrofi

Youtube : Roihan Afifurrofi Channel

Kontributor || Roihan Afifurrofi, WI 190034

Editor || N. S. Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: