Caption foto : Hizbul Wathan adalah gerakan kepanduan milik Muhammadiyah. Usia Hizbul Wathan bahkan jauh lebih tua dari Pramuka. Dari rahim Hizbul Wathan telah lahir tokoh-tokoh hebat. Salah seorang di antaranya adalah Panglima Besar Jenderal Sudirman. (WARTAPALA INDONESIA / Moehammadarifs)
WartapalaIndonesia.com, Jakarta – Dalam rangka memperkuat kepemimpinan dan merumuskan langkah-langkah konkrit untuk masa depan Hizbul Wathan (HW), sekitar 130 orang penuntun Hizbul Wathan se-Indonesia berdiksusi secara virtual. Thema yang diangkat adalah “Hizbul Wathan Mencari Pemimpin”. Diskusi diimoderatori rakanda Muhammad Arif dari Jawa Tengah.
Diskusi yang berlangsung pada Selasa, 11 Juli 2023 tersebut, menjadi platform penting bagi penuntun Hizbul Wathan untuk saling berbagi pandangan, pengalaman, dan ide-ide segar terkait kepemimpinan.
Rakanda Nurmas dari Sorong-Papua, membuka diskusi dengan pemikirannya tentang pentingnya kepemimpinan yang didasarkan pada semangat, rajin, disiplin, istiqomah dan teguh hati.
Selanjutnya, rakanda Rifki dari Metro, Lampung, menggarisbawahi pentingnya pemimpin yang peka terhadap permasalahan di lingkungan sekitar. Dia menyatakan bahwa pemimpin yang memiliki kepekaan sosial dapat berperan aktif dalam masyarakat dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi.
Sementara itu rakanda Rifai dari Surakarta, Jawa Tengah, menambahkan dimensi baru ke dalam diskusi dengan menyoroti peran penting pelatih dalam kepanduan.
“Sosok pemimpin yang dibentuk dalam kepanduan sangat dipengaruhi oleh kualitas dan pendekatan pelatihan yang diterapkan,” jelasnya.
Diskusi semakin hidup dengan penambahan perspektif dari ramanda Rinanto (Antok), penggerak Pandu Penuntun dalam Forum Kafilah Penuntun Indonesia, yang membahas tantangan yang dihadapi oleh Kwartir Pusat. Antara lain, kendala rangkap jabatan dan pendanaan yang terbatas menjadi fokus pembahasan.
Secara umum diskusi ini menjadi bahan otokritik yang penting bagi Kwartir Pusat Hizbul Wathan. Peserta diskusi dengan jujur dan terbuka menyampaikan berbagai tantangan dan kekurangan yang dihadapi gerakan ini, termasuk rangkap jabatan, kendala pendanaan, dan keterbatasan dalam memperbarui gerakan.
Dalam semangat perubahan dan pembaruan, peserta diskusi setuju untuk melanjutkan diskusi dan aksi lanjutan terkait reorganisasi yang akan dilakukan oleh Kwartir Pusat. Muktamar mendatang akan menjadi kesempatan penting untuk membahas dan mengimplementasikan langkah-langkah konkrit dalam mengatasi masalah yang dihadapi, termasuk pemilihan pemimpin yang tepat dan perumusan kebijakan yang lebih inklusif.
Peserta sepakat untuk berkolaborasi dalam menyusun rencana aksi yang berkelanjutan, termasuk mengidentifikasi kriteria pemimpin yang dianggap layak dan pantas untuk memimpin Kwartir Pusat Hizbul Wathan di periode mendatang.
Di penghujung diskusi, moderator rakanda Muhammad Arif berharap diskusi ini menjadi tonggak penting dalam perubahan positif dan pembaruan gerakan Hizbul Wathan.
“Kami percaya, dengan kerja sama dan komitmen kita semua, Hizbul Wathan akan tumbuh dan berkembang menjadi gerakan yang lebih kuat dan relevan bagi generasi muda Indonesia,” pungkasnya. (MM)
Kontributor || Moehammadarifs
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)