HPSN 2021, LAWALATA IPB KEMBALI SUARAKAN: SELAMATKAN SITU KAMI

Caption Foto: Tim SOS melakukan pembersihan danau yang berada di lingkungan kampus IPB dari sampah organik dan anorganik (wartapalaindonesia.com/Ziadatunnisa Ilmi Latifa)

Wartapalaindonesia.com, BOGOR – Kelestarian Situ (danau) Leutik dan Situ Perikanan di dalam Kampus IPB Dramaga, Bogor, sangat penting untuk selalu dijaga. Sebab terdapat tiga nilai penting dari sebuah ekosistem perairan di dalam kampus, yakni: nilai ekologi, sosial, dan keilmuan.

Jika dilihat dari sisi ekologi, danau di IPB berfungsi sebagai habitat berbagai jenis satwa, di antaranya Burung Kowak Malam Kelabu (Nycticorax nycticorax), Burung Kareo Padi (Amauromis phoenicurus), Burung Bambangan Merah (Lxobrychus cinnamomeus), Burung Gereja Erasia (Passer montanus), Burung Pipit Bondol (Lonchura sp.), dan berbagai satwa lainnya. Selain itu situ juga berfungsi sebagai habitat bagi hewan-hewan untuk mencari makan (feeding ground), lokasi peremajaan (nursery ground), dan lokasi memijah (spawning ground). Sementara dari sosial dan keilmuan, danau dalam kampus sering dimanfaatkan mahasiswa serta masyarakat sekitar sebagai objek wisata lingkungan, berfungsi pula sebagai sarana pendidikan, dan penelitian.

Masalah yang umum menghinggapi Situ Leutik dan Situ Perikanan adalah lagi-lagi, sampah. Namun di situasi pandemi seperti sekarang, permasalahan tersebut bertambah parah dengan adanya ledakan populasi (Blooming) alga di Situ Perikanan yang menjelma sebagai permasalahan sampah baru.

Blooming terjadi akibat akumulasi zat-zat anorganik yang jadi sumber nutrisi bagi pertumbuhan alga, sehingga memicu ledakan populasi alga dalam perairan tersebut dalam waktu singkat. Meski terkesan tidak berbahaya, peristiwa ini dapat menyebabkan berkurangnya kadar oksigen di dalam perairan. Jika tidak segera diatasi, alga yang menutupi permukaan air akan membatasi aliran udara dari atmosfer karena masuk ke perairan sebab oksigen akan diserap oleh alga di permukaan. Walhasil, mengganggu keberlansungan makhluk hidup di dalam air serta mempercepat proses pendangkalan di dasar situ. Nah parahnya, di situasi pandemi begini, ledakan alga yang menutupi permukaan situ tersebut tidak dapat terpantau dengan baik.

Hal inilah yang melatarbelakangi Perkumpulan Mahasiswa Pecinta Alam Institut Pertanian Bogor (Lawalata IPB) kembali menyuarakan save our situ (terjemahan: selamatkan situ kami) atau SOS, berupa aksi bersih-bersih Situ Leutik dan Situ Perikanan dari sampah dan alga. Kegiatan ini digelar pada sabtu dan minggu (20-21/2/2021) lalu. SOS dinisiasi Lawalata IPB sejak 2006 dan berlansung setiap tahun. Di tahun ini, SOS digelar bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh setiap 21 februari.

Kali ini Lawalata IPB tidak melakukan bersih-bersih sendiran. Dengan misi mengajak mahasiswa IPB lain agar lebih peduli terhadap ekosistem perairan menggenang (danau/situ) di kampus sendiri, perwakilan organisasi-organisasi kampus serta komunitas Rimbawan Pecinta Alam Fakultas Kehutanan IPB (Rimpala Fahutan IPB) diajak bergabung. Beberapa hal yang dilakukan selama aksi bersih-bersih adalah, hari pertama: pemungutan sampah-sampah plastik di Situ Leutik. Lantas di hari kedua: pembersihan plastik, pengangkutan kiambang dan alga di Situ Perikanan. Dengan adanya kegiatan SOS yang berlangsung terus menerus ini, diharapkan kelestarian danau/situ dalam kampus IPB akan terjaga dan dari sampah, seperti slogan anggota Lawalata IPB sepanjang kegiatan, “lestari danau ku, lestari kampus ku.”

 

Kontributor || Ziadatunnisa Ilmi Latifa, WI 200213

Editor || Danang Arganata, WI 200050

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: