Jagongan Lintas Komunitas Pegiat Alam Bebas Yogyakarta

Caption foto: Suasana guyub rukun dalam jagongan malam oleh lintas komunitas pegiat alam bebas menyikapi bencana kekeringan di Yogyakarta, Rabu (18/9) (foto oleh: #Pijogist). (WARTAPALA INDONESIA/ Roihan Afifurrofi)

Wartapalaindonesia.com, YOGYAKARTA – Akhir-akhir ini banyak berita yang mengabarkan bahwa banyak daerah di daerah Yogyakarta mengalami kekurangan air bersih karena kemarau panjang.

Menurut Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam “http://rri.co.id/yogyakarta/post/berita/722145/sosial/optimalkan_csr_untuk_atasi_kekeringan_di_diy.html” wilayah terdampak bencana kekeringan di DIY per 17 September 2019, tercatat terjadi di empat Kabupaten yang terdiri dari 39 Kecamatan meliputi 107 Desa.

Menyikapi peristiwa tersebut, anggota dari #Pendaki Indonesia Jogja Istimewa atau sering di sebut #Pijogist mengajak rekan-rekan lintas komunitas pegiat alam bebas di Yogyakarta untuk mengadakan diskusi.

Dalam diskusi tersebut membahas ide dan niat bakti untuk bergerak bersama membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana kekeringan di daerah Yogyakarta.

Pertemuan lintas komunitas pegiat alam bebas Yogyakarta tersebut terlaksana di Alun-alun Utara Yogyakarta pada hari Rabu, 18 September 2019.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh 54 orang perwakilan dari 17 komunitas pegiat alam bebas yang berada di Yogyakarta,  yaitu #Pijogist, GGI, KPG, Lurki, Semut Liar, KPRR, Pendaki Yogyakarta, SD N Atas Awan, Nyi Ageng Serang, KPM, KPI, MTMA Jogja Istimewa, KPGIR, APN, Jogja Climber, Budaya Tenun dan Peak Adventure.

Hasil dari pertemuan tersebut adalah kesepakatan untuk mengadakan penggalangan dana internal komunitas untuk mengadakan baksos air di Kabupaten Gunung Kidul yang akan dikoordinatori oleh Leo dari MTMA Jogja Istimewa dan dibantu oleh saudara Guntur dari #Pijogist.

Dari jagongan ini terkumpul dana sukarela sebanyak Rp.510.000,- yang akan digunakan untuk droping air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Gunung Kidul.

Pengalangan dana juga dilakukan oleh masing-masing komunitas yang akan dikumpulkan pada tanggal 25 September 2019, serta tidak menutup kemungkinan akan berlanjut sebagaimana kondisi wilayah terdampak kekeringan di Yogyakarta yang memerlukan bantuan.

Kontributor || Roihan Afifurrofi, WI 190034

Editor || Dewi Ayuningtyas, WI 190042

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: