Wartapalaindonesia.com, EDUKASI – Di Jakarta apapun bisa kita dapatkan tanpa terkecuali, mulai dari barang, jasa sampai Narkoba. Kehidupan di Jakarta tidaklah begitu mahal, karena yang murah di Jakarta pasti hanya diskon atau bekasan.
Di Jakarta-pun tidak banyak orang jahat, karena orang jahat di Jakarta tidak pernah mengatakan dirinya jahat, begitupun sebaliknya.
Jakarta selalu menjadi pusat perhatian dari setiap daerah di Indonesia dari segala sudut, karena itulah menjadi suatu kebanggaan tersendiri untuk mereka yang menetap di ibukota.
Begitu juga Narkoba, ada beberapa titik wilayah rawan narkoba tersebar di seluruh Jakarta. Seperti di wilayah Jakarta barat, terdapat bekas restoran narkotika terbesar di Asia Tenggara atau yang biasa dikenal kampung Ambon.
Atau di kampung berlan di kelurahan kebon manggis, Jakarta timur. Lokasi terakhir, baru-baru ini juga terjadi peristiwa, dimana bandar narkoba menyerang petugas kepolisian yang ingin menangkap mereka.
Bahkan disetiap harinya 40 orang meninggal karena narkoba. Mereka yang ditugaskan melawan narkoba juga menikmatinya, dan mereka yang menikmatinya meneriakan “Anti Narkoba” uh! Narkoba terlalu necis dan kita teramat amis!
Namun disini tidak memberikan solusi pemberantasannya, karena disisi lain, narkoba juga menjadi spirit tuk hadapi kerasnya Ibukota.
Narkoba telah menjadi favorit untuk berbagai kalangan di Jakarta. Di setiap sudut, disetiap tempat dan dengan waktu yang tidak terbatas, siapapun yang punya uang bisa mendapatkannya.
Ladang ganja di N.A.D 70% larisnya di Jakarta. Sementara itu begitu banyak yang menyuarakan perlawanan terhadap narkoba dengan berbagai media, dari baliho, banner sampai media telekomunikasi.
Dengan tujuan agar mereka bisa bercumbu dengan narkoba tanpa dicurigai atau mencari simpati untuk mendapat empati.
Bandar-bandar besar yang terus mengedarkan narkoba tanpa ada rasa takut pada tindakan hukum, selain merasa terjamin sama bos besar, uang hasil penjualan narkoba bisa melindungi dan juga meringankan mereka dari jeratan hukum.
Narkoba telah menjadi lifestyle di Jakarta, suatu suguhan kenakalan favorit bagi muda-mudi Ibukota. Sehingga tidak sedikit dari warga Jakarta mempunyai istilah –istilah halus seperti “Jauhi narkoba, dekati bandarnya” atau “Say no to drugs, Just do it”.
Itulah kenapa Jakarta begitu ‘halus’ dibandingkan daerah lain di Indonesia. Kemunafikan telah menjadi cara hidup dan pemberantasan narkoba hanya opini.
Penulis : Klen Tupan
Editor : Ragil Putri Irmalia
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)