WARTAPALA INDONESIA

Jalagiri Perjalanan Menemukan Jati Diri Pendidikan Dasar Kawaru XXXII

Caption foto: Peserta bersiap–siap untuk melakukan pengarungan sungai. (WARTAPALA INDONESIA/ Azhar Danii)

Wartapalaindonesia.com, MOJOKERTO – Jalagiri merupakan sebuah perjalanan Napak tilas Raja Hayam Wuruk untuk menuju ke makam ibunya yaitu Tribhuwana Tunggadewi. Napak tilas Raja Hayam Wuruk adalah perjalanan beliau melewati beberapa desa yang ada di Mojokerto. Begitulah tema yang diangkat dalam kegiatan Pendidikan Dasar Kawaru (PDK) ke-XXXII.

Layaknya seorang Hayam Wuruk, PDK XXXII dilaksanakan dengan melakukan perjalanan napak tilas yang diawali dari Desa Gumeng, Desa Begagan Limo, Desa Dilem, Desa Kalikatir, Desa Jatidukuh, Dusun Blentreng Desa Ngembat Kecamatan Gondang, Desa Jembul, Dusun Lebaksari, Desa Baureno Kecamatan Jatirejo, dan berakhir di Kecamatan Trowulan.

Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) umumnya berkutat di alam terbuka dan menyangkut lingkungan hidup. Jenis aktivitas meliputi Pendakian Gunung (Mountaineering), Pemanjatan (Climbing), Penelusuran Gua (Caving), Pengarungan Arus Deras atau Arung Jeram (Rafting), Penyelaman (Diving), penghijauan dan bahkan penerbitan artikel dan jurnal yang bertemakan lingkungan.

Akhir – akhir ini semakin terlihat dimana degradasi lingkungan dirasa semakin parah, maka peran Mapala sangat penting untuk membantu melestarikan lingkungan. Maka dari itu, Pendidikan Dasar Kawaru (PDK) ini diharapkan mampu menciptakan kesadaran dalam diri Mahasiswa untuk peduli terhadap lingkungan dan apa yang terjadi dilingkungan sekitar.

Kegiatan PDK XXXII dilaksanakan selama10 hari dimulai pada tanggal 17 Januari-27 Januari 2019. Dengan pendidikan dasar ini diharapkan dapat menciptakan Mahasiswa yang mampuberorganisasi dan mengolah pola pikir yang lebih kreatif untuk melakukan pergerakkan dan menciptakan kelestarian lingkungan tentunya dengan sikap yang telah ditempa selama kegiatan pendidikan dasar. Pendidikan Dasar Kawaru (PDK) merupakan syarat pertama untuk menjadi anggota MAPALA KAWARU.

Selain itu dalam pendidikan dasar kawaru ini diharapkan semua anggota dapat menerapkan FIVE KEYS TO KAWARU GLORY yaitu : Dicipline, Loyality, Responbility, Solid, No Loser.

Di hari pertama PDK pada 17 Januari 2019 panitia melakukan persiapan di pondok KAWARU sekaligus mengkarantina peserta, mulai dari melengkapi kebutuhan yang diperlukan hingga mengemas keperluan tersebut dengan rapi.

Keesokan harinya masih di kampus tercinta Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, peserta di bangunkan sekitar pukul 5 pagi kemudian melakukan pemanasan bersama dan juga pemeriksaan kesehatan yang meliputi tes tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, menanyakan keluhan kesehatan peserta, dan lain sebagainya. Setelah itu peserta memasak makanan untuk sarapan mereka di pagi ini, lalu seusai sarapan peserta dihimbau untuk membagi barang bawaan yang kemudian ditata kembali di tas carrier.

Setelah dirasa seluruh persiapan telah siap, upacara pemberangkatan pun dilaksanakan dengan dihadiri oleh bapak Wakil Rektor 3 Universitas Wijaya Kusuma, bapak Bambang. Setelah upacara selesai, seluruh peserta dan panitia berangkat menuju ke lokasi PDK yang pertama yakni DesaGumeng Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto dengan waktu tempuh kurang lebih selama 3 jam perjalanan.

Pukul 13.06 WIB tibalah di DesaGumeng dan kemudian pengaplikasian Biotilik dilakukan yaitu dengan pengambilan sample makhluk hidup invertebrata atau tidak bertulang belakang untuk mengetahui kualitas sekaligus memonitoring tingkat pencemaran air.

Hari perlahan petang mendung tak terbendung perjalanan menuju tempat camp yang menanjak dan terjal itu ditemani rintik hujan yang cukup deras, setibanya di tempat camp peserta membangun bivak dibantu oleh beberapa panitia.

Setelah bivak terpasang selanjutnya yang dilakukan memasak dan makan malam, hingga waktu menunjukkan pukul 21.30 WIB peserta dikumpulkan dan berbaris rapi untuk melaksanakan upacara pembukaan yang dibuka oleh Ketua Umum MAPALA KAWARU, Wahyu Hendrawan Kusuma.

Kemudian peserta didampingi oleh panitia melakukan pendataan hasil dari pengambilan sample Biotilik tadi sore, tepat pukul 00.00 WIB pendataan selesai peserta pun kembali ke bivak untuk mengistirahatkan diri agar bugar saat melanjutkan kegiatan esok hari.

Sabtu 19 Januari 2019 pukul 05.00 WIB kegiatan PDK XXXII dilanjutkan dan diawali dengan pemanasan tubuh serta pemeriksaan kesehatan, dan juga tak terlewatkan memasak makanan untuk sarapan. Kemudian dari lokasi camp peserta kembali ke DesaGumeng untuk melakukan aplikasi materi Sosiologi Pedesaan yang merupakan cara untuk mempelajari tentang kehidupan dan kondisi sosial di Desatersebut, peserta dihimbau untuk menggali informasi tentang Desadari beberapa orang perwakilan dari perangkat Desadan juga warga desa.

Setelah dirasa informasi yang didapat telah cukup peserta pun berkumpul di Balai Desa dan kebetulan di depan Balai Desaterdapat tugu perjuangan pahlawan pada zaman penjajahan, dengan penuh antusias peserta membersihkan sampah serta mencabuti rumput liar di area sekitar tugu tersebut.

Sekitar pukul 11.00 WIB kegiatan dilanjutkan dengan pengaplikasian Resection yang merupakan salah satu materi divisi rimba gunung untuk menentukan posisi sebenarnya di dalam peta menggunakan obyek dan sudut derajat, setelah itu pukul 12.20 peserta kembali melanjutkan perjalanannya dengan beban yang tidak ringan di punggung namun mereka tetap bersemangat seakan tak mengenal lelah.

Ditengah perjalanan peserta kembali melakukan Resection, yang kemudian mereka berisitirahat sejenak hingga pukul menunjuk 14.30 perjalanan pun dilanjutkan. Selama di perjalanan pun peserta menerapkan materi Survival dengan mengamati tumbuhan yang aman untuk dikonsumsi disekitar jalan yang dilewati.

Hujan deras menyapa lagi hari ini dan peserta pun beristirahat sekaligus berteduh di gubuk tengah sawah milik warga, dengan memanfaatkan kayu kering disekitar gubuk peserta membuat perapian untuk menghangatkan diri. Setelah hujan reda peserta mengaplikasikan materi pembuatan trap ikan di sungai, hingga petang tiba tangkapan yang didapat 1 ikan kecil dan 1 katak kecil saat itu.

Setelah itu perjalananpun dilanjutkan akan tetapi jalur yang dilalui begitu menanjak ditambah pijakannya licin setelah terkena hujan dan juga beban bawaan menghambat laju perjalanan hingga webbing digunakan sebagai alat bantu untuk melewati jalur tersebut.

Setibanya di tempat camp peserta di cek kesehatan oleh panitia, lalu selesai semua peserta di cek kesehatannya peserta membangun bivak alami dari ranting dan dedaunan sebagai tempat berteduh dan beristirahat mereka. Seusai bivak jadi peserta memasak makan malam dari bahan makanan yang dikumpulkan selama diperjalanan termasuk ikan dan katak tadi.

Kemudian selesai makan peserta berkumpul di dalam bivak dan didampingi oleh beberapa panitia untuk sharing materi yang telah diterapkan hari ini. Setelah itu peserta pun beristirahat memejamkan mata dan merebahkan badan mereka yang lelah beralaskan jas hujan ponco dalam bivak yang sederhana.

Keesokan harinya masih dini hari peserta yang terlelap dibangun kan oleh panitia dengan agenda menanamkan rasa displin pada peserta yang mana disiplin adalah salah satu dari lima kunci menggapai kejayaan KAWARU, sekitar 20 menit berlalu setelah itu peserta kembali ke bivak dan merapikannya agar dapat kembali beristirahat dengan nyaman.

Pukul 05.20 WIB serasa sudah menjadi rutinitas bangun kemudian pemanasan lalu memasak untuk sarapan, setelah itu sembari berkemas peserta disuguhi sinar mentari pagi hari dengan kondisi sekujur badan yang basah diguyur hujan kemarin rasanya peserta sangat bersyukur dan menikmatinya sembari menjemur sepatu dan kaos kaki mereka.

Pukul 10.15 WIB perjalanan hari ini dimulai, tidak lama kemudian peserta melakukan penyebrangan kering secara bergantian agar dapat melanjutkan perjalanan mereka. Setelah semua peserta melakukan penyebrangan perjalanan pun dilanjutkan, lalu ditengah perjalanan peserta membuka peta dan melakukan Resection.

Setelah itu peserta kembali berjalan hingga tiba di DesaBegaganlimo, mereka melewati pedesaan tersebut menuju ke lokasi camp yang telah ditentukan oleh panitia. Dan akhirnya peserta tiba di lokasi camp pukul 14.28 WIB mereka pun bekerja sama mendirikan bivak lalu saat itu juga hujan turun cukup deras, namun itu tidak memadamkan semangat mereka beraktifitas.

Dilanjutkan dengan memasak kemudian makan dengan ditemani rintik hujan, setelah perut terisi hujan pun perlahan reda peserta dihimbau untuk membersihkan diri di sungai yang tidak jauh dari lokasi camp kemudian diajaknya peserta ke Desauntuk melakukan aplikasi materi SOSPED.

Disaat hari mulai gelap peserta kembali menuju camp dan memasak untuk makan malam, setelah makan peserta melakukan evaluasi bersama panitia. Waktu pun menunjukkanpukul 22.12 WIB waktunya untuk beristirahat karena hari esok masih menanti.

Senin 21 Januari 2019 peserta dibangunkan dini hari untuk menjalani agenda penanaman salah satu dari lima kunci menggapai kejayaan KAWARU perihal loyalitas atau kesetiaan, peserta ditempa dan diharap paham arti dari kesetiaan terhadap MAPALA KAWARU.

Setelah itu peserta kembali ke bivaknya dan beristirahat, kemudian bangun pukul 05.00  WIB lalu melakukan pemanasan, cek kesehatan, memasak makanan, sarapan, dan merapikan barang-barang serta menatanya dengan rapi di dalam bivak.

Panitia mengajak peserta berjalan menuju ke sebuah lokasi bernama Akar Seribu untuk melakukan Analisa Vegetasi (anveg), hingga pukul 14.00 pendataan pun telah selesai kemudian peserta beristirahat sejenak yang kemudian dilanjutkan pengaplikasian Biotilik di sungai Akar Seribu. Pukul 15.30 WIB pengambilan sample selesai dilakukan, peserta berisitirahat sejenak lalu dilajutkannya praktek pemetaan sungai di dekat area camp.

Hari pun berganti gelap semua kegiatan dihari ini telah selesai dilakukan, peserta memasak makanan untuk santap malam mereka. Setelah perut terisi peserta melakukan pendataan pada sample yang telah mereka ambil tadi hingga pukul 21.42 WIB, peserta pun kembali ke camp dan beristirahat.

Mentari pagi menyapa pukul 05.30 WIB peserta terbangun dari tidur nyenyaknya, rutinitas setiap pagi pemanasan, cek kesehatan, memasak makanan, sarapan, dan mengemas barang-barang ke dalam carrier. Setelah itu peserta diajak ke tebing bernama Selo Kendit disana peserta melakukan pengaplikasian divisi Rock Climbing atau Panjat Tebing, hingga pukul 14.00 WIB tibalah peserta di puncak tebing Selo Kendit yang kemudian mereka beristirahat memakan bekal sembari menjemur sepatu basahnya.

30 menit kemudian perjalanan dilanjutkan, jalur tertutup semak belukar dan menanjak itu menanti dihadapan peserta namun itu lah jalan yang harus mereka lewati, dengan susah payah diiringi kerjasama dengan penuh semangat tibalah mereka di puncak punggungan yang biasa disapa puncak Tanggulangsih / Trianggulasi, lalu beristirahatlah mereka meski hanya sejenak.

Tidak lama kemudian perjalanan dilanjutkan, ditengah perjalanan menuruni punggungan kabut tebal dan hujan mengiringi langkah peserta membuat kondisi pijakan tanah menjadi licin menambah kewaspadaan peserta dalam melakukan perjalanannya agar tidak terpisah karena kabut tebal dan tidak terpeleset di jalan licin yang menurun  karena hujan.

Cuaca memburuk hujan makin deras angin bertiup kencang, peserta pun tiba di lokasi camp pukul 18.00 WIB mereka segera membuat bivak dan memasak makanan untuk makan malam dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Sampai peserta selesai makan malam hujan masih saja deras akan tetapi bagaimana pun kondisinya mereka harus berisitirahat karena esok hari PDK masih menanti.

Mentari pagi membangunkan tidur peserta dan seperti biasa pemanasan, cek kesehatan, memasak makanan, sarapan, berkemas-kemas, bersih diri, dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Desaselanjutnya. Pukul 10.30 tibalah di DesaDilem peserta pun melakukan aplikasi materi sosiologi pedesaan di Desatersebut.

Setelah itu perjalanan kembali dilanjutkan, senyum sapa warga Desayang kebetulan berpapasan sangatlah ramah hingga tiba di DesaKalikatir dan peserta melakukan aplikasi materi sosilogi pedesaan juga di Desatersebut.

Pukul 13.38 sosped Desa Kalikatir selesai peserta pun beristirahat sejenak, lalu kemudian melanjutkan perjalanan dengan disuguhi pemandangan pedesaan dan persawahan yang indah di sepanjang perjalanan menuju Desaselanjutnya.

Tiba lah di Desa Jatidukuh peserta melakukan aplikasi materi SOSPED di Desaini hingga pukul 14.14 WIB dan kemudian beristirahat memakan bekal makan siang. Setelah dirasa istirahat cukup peserta melanjutkan perjalanannya, ditengah perjalanan peserta melewati sebuah monumen perjuangan Bumi Terik mereka berhenti sejenak di monument tersebut mengheningkan cipta mendo’akan arwah pahlawan yang telah gugur mendahului kita.

Pukul 17.31 WIB tiba di DesaBlentreng peserta kembali melakukan aplikasi materi SOSPED di Desatersebut. Hingga pukul menunjuk 18.00 WIB beranjaklah dari Desa Blentreng menuju ke lokasi camp, sesampainya di lokasi camp peserta mendirikan bivaknya dengan kondisi cuaca yang semula bersabahat seketika menjadi hujan disertai angin kencang.

Diterjang badai malam itu peserta menjaga betul bivak mereka agar tidak terbawa hembusan angin kencang, namun badai tak kunjung berlalu dan tak pasti kapan akan reda diputuskanlah kembali ke Desa Blentreng. Melewati jalanan licin peserta sangat berhati-hati melangkah hingga tiba di balai DesaBlentreng, mereka pun memasak santap malam lalu memakannya, kemudian mereka merebahkan badan dan memejamkan mata untuk mengusir lelah yang melekat di tubuhnya.

Kamis 24 Januari 2019 pagi hari di Balai DesaBlentreng dengan rutinitas pemanasan, cek kesehatan, memasak makanan, sarapan, bersih-bersih, dan berkemas masih tetap dilakukan. Pukul 08.00 WIB peserta memulai perjalanannya hari ini menuju ke Desa selanjutnya.

Tibalah di Desa Jembul peserta kembali melakukan aplikasi materi SOSPED di Desatersebut, setelah aplikasi selesai peserta beristirahat sejenak dan kemudian melanjutkan perjalanannya. Setibanya di Desa selanjutnya peserta melakukan aplikasi materi SOSPED juga hingga pukul 13.20 WIB, lalu sembari menunggu angkutan mobil bak yang akan menjemput mereka pun beristirahat.

Perjalanan menuju Desaselanjutnya peserta diangkut mobil bak terbuka sehingga pemandangan persawahan dan pegunungan dapat mereka nikmati selama di perjalanan menuju ke lokasi camp.

Setibanya di lokasi camp peserta mendirikan bivaknya, hingga pukul 15.30 WIB bivak selesai dibangun. Agenda selanjutnya pengaplikasian salah satu bagian dari Olahraga Arus Deras (ORAD), peserta mulai melakukan persiapannya yaitu memompa dan mem-portaging perahu. Setelah itu yang peserta lakukan ialah renang jeram, satu per satu mereka berenang jeram dan tiba-tiba hujan turun sesegera mungkin peserta menyelesaikannya dan kembali ke camp.

Di camp peserta dihimbau untuk membungkus tas carrier mereka menggunakan trashbag dibalut jas hujan ponco lalu diikat seerat dan serapi mungkin menggunakan webbing sampai tidak terdapat lubang atau celah sehingga air tidak dapat membasahi carriernya, setelah persiapan selesai peserta melakukan penyebrangan basah hingga pukul 18.30 WIB.

Penyebrangan basah pun telah dilakukan peserta kembali ke camp dan mulai memasak makan malamnya dengan kondisi cuaca yang belum membaik bahkan makin menjadi-jadi, mereka mempertahankan tenda dan memasak di tengah badai. Hingga pukul 20.30 WIB badai mereda perut telah terisi beristirahatlah peserta di malam itu.

Dini hari kala mentari belum menampakan sinarnya peserta dibangunkan untuk mengikuti agenda selanjutnya dalam rangkaian PDK yaitu menanamkan rasa tanggungjawab atau responsibility pada peserta (calon anggota KAWARU), yang mana responsibility adalah salah satu dari lima kunci menggapai kejayaan KAWARU. Sekitar kurang lebih satu jam agenda tersebut dilakukan peserta diperintahkan kembali ke bivaknya dan kembali beristirahat.

Pukul 05.00 WIB peserta pun bangun lalu melakukan rutinitasnya seperti biasa di setiap pagi, di hari ini peserta akan melakukan pengarungan, mereka pun bersiap diri mengenakan pelampung dan helm serta masing-masing membawa sebilah dayung. Terdapat 3 perahu saat itu yang akan digunakan, perahu 1 di isi personil dari kelompok 1 dan didampingi oleh 1 pendamping dari panitia, begitu juga perahu 2, dan perahu 3 difungsikan sebagai perahu rescue yang di isi oleh orang-orang berpengalaman di bidang arung jeram.

Sekitar pukul 08.00 WIB pengarungan di mulai, peserta nampak menikmati sensasi melewati jeram disaat pengarungan, selain itu peserta diharuskan mampu melakukan teknik dayungan dengan benar. Ditengah pengarungan peserta melakukan renang jeram menggunakan teknik defensive dan agresive, setelah itu pengarungan kembali dilanjutkan dan tidak lama kemudian panitia menghimbau peserta untuk beristirahat.

Setelah cukup beristirahat pengarungan dilanjutkan, lagi-lagi ditengah pengarungan peserta dihimbau untuk melakukan renang jeram akan tetapi jaraknya lebih jauh dari sebelumnya. Kemudian selesai berenang jeram peserta beristirahat, lalu setelah itu pengarungan dilanjutkan hingga tiba di finish pukul 13.50 WIB, peserta pun mem-portaging perahu dan membersihkan peralatan yang telah dipakainya.

Setelah seluruh peralatan dan perahu dibersihkan, kemudian peserta dihimbau untuk mengempiskan serta melipat perahu dengan rapi lalu ditaruhnya di mobil pickup. Peserta dan pendamping bersama peralatan dan perahu yang telah tertata di mobil pickup beranjak menuju kembali ke lokasi camp.

Setibanya di lokasi camp peserta beristirahat dan melepas sepatu yang ternyata banyak dari mereka yang kakinya terkena kutu air, kemudian merekapun saling mengobati satu sama lain.

Pukul 16.30 peserta beranjak dari lokasi camp menuju DesaPacet menggunakan angkutan truk TNI, sekitar satu jam perjalanan tibalah mereka di DesaPacet dan merekapun melanjutkan perjalanan berjalan kaki dan menggendong tas carrier menuju ke Cangar.

Sampailah di Cangar pukul 18.40 WIB dan mereka membuat bivak serta memasak makanan, lalu setelah matang mereka memakannya kemudian mencuci kaki mereka masing-masing yang terserang kutu air lalu mereka kembali ke bivak untuk beristirahat mengakhiri kegiatan di hari ini.

Sabtu 26 Januari 2019 dini hari peserta dibangunkan untuk mengikuti agenda yang biasa disebut Styling oleh anggota KAWARU mengenai solid atau kekompakan. Waktu hanya berjalan 30 menit namun peserta merasakan waktu bergulir begitu lama kala itu, dan mereka pun kembali ke bivak lalu melanjutkan istirahatnya.

Pukul 05.00 WIB peserta melakukan rutinitasnya di pagi hari, dan yang akan dilakukan hari ini ialah pengaplikasian Single Rope Technique (SRT) serta fotografi. Setelah pengaplikasian telah dilakukan peserta berjalan menuju ke lokasi camp sembari menyanyikan lagu MAPALA KAWARU.

Setibanya di lokasi camp yang ternyata masih terdapat tumbuhan liar yang cukup lebat, peserta pun di himbau meratakan lokasi tersebut lalu mendirikan bivak. Setelah bivak telah jadi peserta diarahkan panitia untuk beristirahat sembari menikmati kacang hijau hangat dan roti yang dirasa pas sekali dengan suasana dingin serta rintik hujan saat itu.

Kemudian peserta diperintahkan untuk membuat lagu mengenai MAPALA KAWARU, setelah itu peserta diajak panitia menuju basecamp, dan tidak ada yang menyangka peserta disambut oleh para seniornya di basecamp tersebut serta disediakan tumpeng ditengah-tengah mereka betapa bahagianya hingga rasa lelah selama berhari-hari hilang entah kemana. Peserta pun diberi kesempatan untuk memberikan pesan kesannya selama PDK berlangsung, lalu mereka berdo’a dan kemudian makan malam bersama.

Setelah itu peserta kembali ke camp dengan tenang dan hati yang gembira, dan mereka pun tidur dengan nyenyak malam itu.

Tanpa disangka-sangka pukul 00.00 peserta dibangunkan oleh panitia dan dihimbau untuk bersiap mengenakan segala atribut mereka guna mengikuti agenda malam Caraka, dimana peserta akan berjalan sendiri-sendiri ditengah malam sembari membawa dupa sebagai penerangan jalan mereka, namun sebelum mulai berjalan peserta disuruh mencuci mukanya menggunakan air kembang yang telah panitia siapkan serta peserta yang akan berangkat dititipi sebuah pesan.

Satu per satu peserta mulai berangkat dan pos demi pos mereka lewati hingga tiba di sebuah kolam air panas, disitulah peserta berkumpul kembali. Setelah semua peserta berkumpul mereka disuguhi kacang hijau untuk mengganjal rasa lapar, kemudian peserta diarahkan menuju ke pos terakhir disana mereka diberi motivasi agar tidak menyerah menghadapi segala rintangan karena tidak mudah dan penuh perjuangan untuk menjadi anggota MAPALA KAWARU.

Ada beberapa dari peserta yang menitihkan air matanya mengingat perjuangannya berhari-hari demi KAWARU, mereka pun merenung sejenak. Setelah itu peserta diarahkan ke suatu tempat dimana upacara penyematan telah disiapkan untuk mereka.

Moment puncak yang mereka nantikan akhirnya tiba, air mata tak terbendung lagi mengalir dengan sendirinya merasakan rasa kekeluargaan yang belum pernah mereka rasakan dimanapun. Tangis mereka semakin menjadi saat dinyanyikannya lagu syukur sembari bergantian mencium bendera kebesaran MAPALA KAWARU.

Seusai upacara seluruh peserta dan panitia berpelukan dan peserta sangat berterimakasih dan sangat bersyukur dapat bergabung dengan MAPALA KAWARU. Kemudian mereka semua berfoto-foto dengan mata yang sembab, setelah itu mereka mengemasi barang-barang dan berkumpul di basecamp.

Setibanya di basecamp, peserta PDK (calon anggota) kini telah menjadi anggota MAPALA KAWARU, merekapun membersikan diri kemudian sarapan sembari bercerita saat mereka masih menjadi peserta dengan beratapkan tenda basecamp kehangatan sebuah keluarga melebur dengan canda tawa bahagia bersama kala itu.

“Saat kalian lelah, jenuh, berniat menyerah di tengah perjalanan pendidikan kalian nanti, ingatlah 10 hari berharga ini,” sebuah pesan yang dititipkan untuk mereka angkatan 32 dari ketua umum MAPALA KAWARU, Wahyu Hendrawan.

Minggu, 27 Januari 2019 telah lahir 10 anggota muda MAPALA KAWARU Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, semoga dari tangan mereka kejayaan KAWARU dapat diraih kembali. Hidup MAPALA KAWARU !!!.

Kontributor || Azhar Danii, WIJA Malang

Editor || Agung Wahyu Utomo

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: