Wartapalaindonesia.com, EKSKLUSIF – Pada kesempatan bertemu dengan Kepala Dinas Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, wartapalaindonesia.com (WI) berhasil mewawancarai Gentur Prihantono terkait masalah pembangunan sanitasi yang layak di Jawa Timur. Perlu diketahui, beberapa saat lalu 12 kabupaten/kota mendapat bantuan pendanaan baik berupa pembangunan dan pendampingan sanitasi layak dari USAID melalui IUWASH. Bagaimana Pemerintah Provinsi Jawa Timur melanjutkan program ini? Berikut wawancaranya :
WI : apa yang membuat orang Indonesia betul-betul bisa memahami bahwa persoalan sanitasi ini sangat penting untuk diatasi
Gentur : Jadi gini, mendidik orang itu tidak bisa sekaligus bisa. Kita ini terus ada angka kelahiran, kematian, lahir mati, lahir mati, harus ada komunikasi yang nyambung. Karena tentang pendidikan masyarakat terhadap ini itu masih butuh orang-orang yang mau terjun karena sanitasi ini dianggap sesuatu yang paling belakang urusannya. Sehingga mereka (masyarakat) menganggap itu kotoran nggak usah kita bahas. Padahal sebenarnya itu cikal bakal penyakit. Cikal bakalnya Negara yang tidak beradab, tidak berbudaya. Kotor itu menunjukkan budaya kita itu budaya kotor. IUWASH ini salah satunya memberikan pemantik, bahkan ini sesuatu yang resmi dari negara. Ada negara yang mengulurkan tangannya untuk membantu tentang kebersihan di Indonesia. Karena Indonesia ini cukup luas. Lautan, ada daratan. Dan lautannya lebih luas. Kalau ada lautan, ada pantai, pasti ada kotor. Orang itu kalau rumahnya dekat pantai, dia mau bikin septiktank itu sulit. Karena apa, pasti akan roboh. Nggak akan bisa selesai. Jadi ini yang menjadi perhatian teman-teman pemkab pemda itu, makanya ini kalau urusan Negara aja nggak cukup, pegawainya pemerintah itu nggak cukup untuk melakukan hal seperti itu. Kalau pegawai pemerintah, saya tidak perlu sosialisasi, fisik aja dibangun. Tapi duitnya nggak cukup. Membangun fisiknya aja kadang kesulitan masalah tanah. Mestinya kalau kita itu membangun untuk fisik, APBN untuk fisik, provinsi membantu fisik, tanahnya mesti sudah harus disiapkan oleh pemda atau masyarakat. Kalau kita sewa tanahnya, jadi problem. Katakanlah bantuan luar negeri lone, tentang jalan, tentang ini lagi, dia itu (IUWASH) bantu fisiknya. Kalau tanahnya urusan negaramu, kan punya negaramu ngapain saya harus membebaskan tanah.
WI : Jadi dimana peran Dinas Pekerjaan Umum Jatim?
Gentur : Nanti kalau fisik saja. Nanti ibaratnya kayak sepeda motor. Lama-lama ya rusak. Harus dirawat. Evaluasinya IUWASH ini, bagi kami, cipta karya, Tepat. Artinya menyampai kepada sifatnya sasaran. Sasarannya tercapai. Namun ini bagian kecil. Masih 12 kabupaten kok. MAsih 30% dari wilayah dari jumlah 38 kabupaten kota di jawatimur. Jadi masih 30 %. Kita itu 38 kabupaten/kota.
WI : Berarti mereka berasumsi bahwa hanya 12 kabupaten/kota itu yang layak diberikan bantuan
Gentur : Layak karena apa, padat pemukiman. Ini radius 150 km. 50-100 km dari titik Surabaya.
WI :Artinya diantara 38 kabupaten/kota ini masih ada yang perlu dibantu lagi
Gentur : Yang harus dibantu masih ada. Cuma kalau di desa itu tanahnya masih luas, dia masih bisa bikin jamban. Yang sulit itu di kota. Tanah nggak punya, buruh kontrak, sewa.
WI : Jadi sebenarnya pembangunan mental dulu atau fisik dulu yang diperlukan untuk penanganan sanitasi yang layak?
Gentur: Fisik dulu. Sebaiknya fisik dulu. Setelah itu sosialisasi mengikuti. Kalau sosialisasi dulu, fisik nggak, masyarakat kita itumencibir. Kapan dibangunnya sosialisasi terus.
Tidak ada hal yang tidak mungkin. Dengan penyiapan fisik dari pihak Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Provinsi Jawa Timur disertai dengan kerjasama pemanfaatan lahan untuk kelayakan sanitasi, masalah lingkungan yang timbul akibat kotoran manusia bisa diatasi. Setelah itu, pendampingan untuk penyadaran masyarakat menjadi Rencana Tindak Lanjut setelah pembangunan fisik.
Laporan : Peny Agustiny
Editor : Ragil Putri Irmalia
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dokumentasi
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

