Wartapalaindonesia.com, MALANG – Mahasiswa ACICIS UMM melaksanakan Final Report Presentation Rabu (16/12), Janelle, Sally, dan Cameron telah melakukan penelitian lapang selama kurang lebih empat bulan di Jawa Timur. Ketiga mahasiswa tersebut memilih topik – topik unik seputar lingkungan.
“Selamat untuk Janelle dan Sally atas kesuksesan penelitian. Saya merasa senang Janelle dan Sally dapat menjadi bagian keluarga Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Jika datang ke Indonesia, harus mampir ke UMM ya,” ujar Dr. Asep Nurjaman, M.Si, Dekan FISIP UMM, membuka Final Report Presentation.
Presentasi diawali oleh Janelle, didampingi oleh M. Hayat, MA. selaku pendamping. “Saya merasa nervous, tapi saya percaya hasil penelitian ini dapat berguna untuk akademisi maupun masyarakat luas,” ujar Janelle, mahasiswa asal University of the Sunshine Coast Australia.
Janelle mempresentasikan temuannya selama melakukan penelitian di Sendang Biru Kabupaten Malang. “Masyarakat pesisir Sendang Biru menerapkan inisiatif lokal terhadap pariwisata berkelanjutan secara ekologis, terutama oleh komunitas lokal konservasi tanaman bakau.” Janelle pun menemukan fakta bahwa inisiatif lokal cenderung berfungsi juga untuk melestarikan budaya lokal, memanfaatkan kearifan lokal serta mempertahankan identitas lokal.
Berbeda dengan Janelle yang melakukan penelitian di wilayah Malang, Sally memfokuskan penelitian di Kecamatan Kalisat – Kabupaten Jember. “Tembakau merupakan si ‘daun emas’, primadona Kabupaten Jember,” ungkap Sally mengawali presentasi.
“Kecamatan Kalisat memiliki lebih dari 600 hektar (Ha) kebun tembakau jenis VoorOogst.” Sally, mahasiswa asal Charles Darwin University Australia, menjelaskan temuannya.
Menurutnya sejak tahun 70an, daun tembakau dianggap dapat mengentaskan kemiskinan oleh petani tembakau. Mereka berpendapat akan mengalami kerugian jika Indonesia menandatangani FCTC.
Kota Malang menjadi pilihan Cameron dalam melakukan penelitian, terutama sekolah yang mendapat penghargaan Adiwiyata.
“Dampak pemanasan global dapat dicegah agar tidak meluas, dengan memberikan pendidikan berbasis lingkungan pada generasi muda. Program Adiwiyata adalah salah satu program yang dapat mendukung hal tersebut,” ujar Cameron, mahasiswa asal Murdoch University Australia.
Cameron menjelaskan bahwa masing-masing sekolah Adiwiyata telah mempersiapkan fasilitas dan alat-alat untuk menangani daur ulang dan melindungi lingkungan di sekolahnya, untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian tentang pelestarian lingkungan dan pemanasan global.
“Saya merasa bangga kepada mahasiswa ACICIS UMM angkatan 41, karena telah melakukan penelitian hingga akhir. Terutama Sally, mengangkat isu yang cukup kontroversial di Indonesia. Saya ucapkan selamat untuk Janelle, Sally, dan Cameron,” ujar Elena Williams, Resident Director ACICIS.
Widiya Yutanti selaku Koordinator Program ACICIS UMM pun merasa bangga kepada mahasiswa ACICIS UMM angkatan 41, telah mendedikasikan diri melakukan penelitian dengan sungguh – sungguh. “Saya berharap mereka dapat melakukan pengembangan penelitian mereka di Jawa Timur pada tahun berikutnya.” (ACICIS UMM)
Kontributor : ACICIS UMM MALANG
Editor : Efrina Fitrianingrum
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dokumentasi
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

