JIPALA IAIN Lhokseumawe Mengutuk Keras Pelaku Pembunuh Gajah di Aceh Timur

Samsul Rizal, Ketua Umum JIPALA IAIN Lhokseumawe (kiri) saat foto bersama Bunta di Conservation Respon Unit (CRU) Serba Jadi, Desa Bunin, Serba Jadi, Aceh Timur.

Wartapalaindonesia.com, ACEH TIMUR – Sabtu (9 Juni 2018) Mahasiswa Pecinta Alam JIPALA IAIN Lhokseumawe Aceh mengutuk keras pelaku pembunuhan gajah jinak di kawasan Conservation Respon Unit (CRU) Serba Jadi, di Desa Bunin, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur.

Gajah Jinak bernama “Bunta” dibunuh dengan cara diracun menggunakan media makanan. Pelaku kemudian mengambil gadingnya secara keji dan biadab.

Petugas CRU baru mengetahui sekitar pukul 08.00 WIB, mahout atau perawat gajah hendak memindahkan Bunta yang berada di hutan wilayah CRU.

Namun, saat didatangi ternyata Bunta sudah tidak bernyawa dan satu gadingnya hilang. Mahout segera melaporkan kejadian ini ke kepolisian setempat.

Seperti diketahui Bunta adalah salah satu gajah jinak dewasa yang sudah berumur 27 tahun. Bunta bersama tiga gajah patroli lainnya ditempatkan sejak Januari 2016.

Tujuannya, untuk membantu mengatasi konflik gajah liar dengan masyarakat di daerah tersebut. Bunta dikenal sebagai gajah yang bringas dan sering menjadi andalan CRU dalam mengatasi konflik.

Selain bertubuh besar dan bergading panjang, gajah ini hanya bisa dikendalikan oleh mahout yang berpengalaman.

Samsul Rizal, Ketua Umum JIPALA IAIN Lhokseumawe mengatakan, “kami menghimbau kepada semua elemen masyarakat dan semua pihak untuk turut membantu mengabarkan segala jenis informasi terkait pembunuhan gajah ini. Kami juga sepenuhnya mengharapkan keprofesional kepolisian untuk menuntaskan kasus ini secara nyata sampai kepada akar-akar nya. Bukan hanya pelaku, tetapi sampai kepada kemana gading itu di jual.”

Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) setiap tahun semakin berkurang akibat perburuan gading yang  semakin parah.

Yang paling dekat adalah kasus pembunuhan dua individu gajah sumatera dan perburuan gajah jantan di HGU PT. Dwi Kencana Semesta pada 2017. Hingga saat ini, tidak terdengar sejauh mana penanganannya.

Kontributor || Adny Fajry, JIPALA IAIN Lhokseumawe

Editor || Nindya Seva

Dokumentasi || Adny Fajry, JIPALA IAIN Lhokseumawe

 

 

Foto kenangan Bunta saat bersama mahout (penjaga hewan) dan rekan-rekan Jipala IAIN Lhokseumawe di Conservation Respon Unit (CRU) Serba Jadi, Desa Bunin, Serba Jadi, Aceh Timur.
Foto kenangan Bunta (kanan) dan Ida (kiri) di Conservation Respon Unit (CRU) Serba Jadi, Desa Bunin, Serba Jadi, Aceh Timur.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan