Wartapalaindonesia.com, JEMBER – Sekarang tanggal 17 (17/12/16) dan MBSC ini ke-17, kamu gak pengen bilang apa gitu ke aku? Haha, subuh kami dibangunkan oleh teriakan penghuni asli habitat Meru Betiri, berpuluh ekor kera menyasar fly sheet atap tenda hingga terserak jauh dari tempatnya.
Kami terbangun dan segera menunaikan ibadah, pukul 06.00 Wib kami diajak panitia untuk sarapan, kembali kami antri panjang. Menu hari ini lebih istimewa, sayur pakis beserta lauk ikan laut sebagai pembuka hari pertama.




Setelah sarapan, kami bersama panitia menuju lapangan di mana akan ada upacara pembukaan. Tanpa dikomando, kami semua langsung membentuk barisan berbanjar. Hanya berselang 10 menit barisan kami sudah tertata rapi akhirnya bubar lantaran hujan tanpa aba-aba menerjang.
Kebiasaan cuaca dekat pesisir yang anomalinya tinggi membuat panas dan hujan dating silih berganti tak terprediksi. Akhirnya upacara pembukaan dilaksanakan dalam aula, kami membentuk formasi tapal kuda untuk mengikuti jalannya upacara.



Kami semua mengikuti dengan hikmat upacara hingga lagu Indonesia Raya berkumandang, hingga hujan tiba-tiba mendadak berhenti, benar-benar anomaly cuaca. Jam tangan menunjukkan pukul 09.00, upacara telah usai, selanjutnya kami diajak untuk duduk dengan agenda sarasehan.
Di sinilah kami diperkenalkan dengan para pejabat-pejabat yang selama ini berjuang demi lestarinya Taman Nasional Meru Betiri, mulai dari Pak Pratono Puroso sebagai kepala balai TNMB hingga Cak Giri yang ternyata adalah seorang pemateri di MBSC ini. Wow, so down to earth this man.
Setelah sarasehan yang salah satunya membahas tentang MBSC, ternyata MBSC yang kini hadir pertama kali diadakan pada tahun 1988 yang mana awalnya terbentuk bernama kemah kerja Merubetiri yang akhirnya berubah nama menjadi Meru Betiri Service Camp. Yang tahun pertama dihadiri oleh 100 orang peserta di mana diawali oleh rekan-rekan PIPA kini berubah menjadi WIPAB (wadah informasi PA se eks karesidenan Besuki).
Paling berkesan adalah saat MBSC 2 di mana hadir lebih dari 400 orang peserta, sedangkan MBSC 3 lokasi berpindah di Bandealit, namun akhirnya peserta meminta MBSC diadakan kembali di Sukamade. Meski MBSC ke-12 sempat terhenti di tahun 2002, pada tahun 2011 para alumni MBSC menghadrikan kembali MBSC ke-12 ½ di mana merupakan reuni dan penyusunan kembali materi-materi MBSC sampai lahirlah MBSC ke-13 hingga sekarang yang masuk MBSC ke-17.
Selain itu, para alumni kader konservasi semua ditampung dalam wadah bernama FK3i yakni Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia yang merupakan wadah informasi bagi kader konservasi di Indonesia.





Dan setelah sarasehan, kami diajak panitia untuk menuju tenda barak, di sini tenda barak di sediakan dua tenda, sehingga kelas juga dibagi menjadi dua tenda, kelas A dan kelas B. kebetulan kami berada di kelas B yang sekarang langsung mendapat porsi materi tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDHAE).
Pemateri kali ini adalah bapak Sunandar Tri Gunajasa dengan nomer telepon 081228456697. Hal yang paling penting dalam materi konservasi adalah memahami 3 pilar konservasi yakni Perlindungan, Pengawetan dan Pemanfaatan.
Materi KSDHAE dibagi lagi menjadi dua sesi mengingat hari ini hari Jum’at, di mana ada ibadah sholat Jum’at yang disambung dengan santap siang. Selanjutnya materi KSDHAE dilanjutkan dengan sesi sharing dengan pemateri. Pada pukul 14.00 materi KSDHAE diakhiri dan langsung dilanjutkan dengan materi kehutanan yang diisi oleh Bapak Warsono dengan kontak 081336217707.
Materi kali ini menarik sekali kala dijelaskan bagian bagian hutan ternyata memiliki berbagai macam dan fungsi. Seperti Cagar alam (CA), Suaka Margasatwa (SM) dan Taman Wisata Alam (TWA) yang mana jika kita mau berkegiatan, perijinan silahkan menuju BKSDA bukan ke perhutani ataupun balai Taman Nasional.

Jika Taman Nasional (TN) maka kita ijin ke Balai Taman Nasional, sedangkan Hutan Lindung (HL) maupun Hutan Produksi (HP) hendaknya menuju ke Perum Perhutani. Untuk Taman Hutan Raya (Tahura) yang mana berada hanya dalam cakupan kabupaten, cukup menuju dinas kehutanan terkait setempat, namun apabila mencakup dua kabupaten lebih, maka harus ijin ke dinas kehutanan Provinsi.
Banyak pertanyaan seputar kawsan pendakian dan wisata alam yang masuk kawasan konservasi, jika Anda adalah salah satu orang yang penasaran, maka wajib Anda mengikuti MBSC tahun depan.
Selepas materi kehutanan, kami diajak panitia untuk mereguk materi Flora dan Fauna yang dibawakan oleh Bapak Alif dengan kontak 08175419249. Beliau mengisi materi mulai pukul 15.00 hingga 16.00 WIB. Pada materi kali ini kami dibelelakkan oleh beberapa habitat asli TNMB yang salah satunya Harimau Jawa, benarkah harimau jawa telah punah?
Banyak vonis yang menyatakan harimau jawa telah punah, akan tetapi di MBSC kami kembali tersadar bahwa bukti-bukti yang menunjukkan harimau jawa masih ada sungguh signifikan. Oleh karena itu, kami diguncangkan dengan pertanyaan, apa Anda yakin harimau jawa sudah punah?
Setelah bersemangat untuk melihat kembali harimau jawa, kami diajak untuk mendalami materi pengenalan karnivor besar dan plashter cast yang dibawakan oleh Pak Ketut Efendi dengan nomer kontak 081358923329. Di sini kami diajarkan untuk lebih mengenal harimau jawa dan peredarannya selama ini.
Banyak perubahaan perilaku permata hutan jawa ini yang konon semakin berubah akibat habitat dan ekosistemnya banyak dirusak manusia. Lagi-lagi manusia menjadi puncak tertinggi perusak lingkungan dan ekosistemnya, betapa kami yang belajar menjadi pencinta alam saja masih terjangkit virus kontradiksi, apalagi yang tak mau belajar tentang konservasi?
Pada materi kali ini kita diajarkan untuk merekam jejak pada setiap kali melakukan kegiatan, tujuannya adalah agar kita tau apasaja yang kita temui jika berkegiatan di alam, sehingga perjalanan kita di alam menjadi lebih berarti.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB, saatnya kami istirahat sekaligus santap malam, kembali kami antri dengan ceria. Pada pukul 19.00 WIB kembali kami masuk dalam tenda barak, kali ini kami melahap tiga materi yakni anveg, pengamatan burung dan global warming yang langsung dibawakan oleh Cak Giri dengan kontak beliau di 082330628903.
Pada saat kelas B melahap materi global warming, kelas A berjalan menyusuri pantai untuk melihat penetasan penyu. Kelas B harus bersabar menunggu giliran esok malamnya.
Pada materi global warming, Cak Giri benar-benar mengguncang pemikiran kami dengan menanyakan siapa kita yang sekarang mengaku PA? apakah Pencinta Alam? Penikmat Alam? Atau bahkan Perusak Alam?
Kembali cak Giri mengingatkan bahwa Pencinta Alam hendaknya memahami dan melaksanakan Kode Etik Pencinta Alam yang sudah dirumuskan dan disyahkan pada Gladian di Ujung Pandang. Bagaimana dengan Anda?

Dan berakhirlah sudah perjalanan hari ini, selamat bercengkrama ria.
Run Down, Jumat 17 Desember 2015
- 06.00 – 07.00 = Sarapan
- 07.00 – 09.00 = Upacara Pembukaan
- 09.00 – 10.00 = Sarasehan
- 10.00 – 12.00 = Materi KSDAHE
- 12.00 – 13.30 = Ishoma
- 13.30 – 14.00 = Lanjutan materi KSDAHE
- 14.00 – 15.00 = Materi Kehutanan
- 15.00 – 16.00 = Materi Flora & Fauna
- 16.00 – 17.00 = Materi Pengenalan Karnivora Besar & Plashter cast
- 17.00 – 19.00 = Ishoma
- 19.00 – 20.00 = Materi Anveg & Herbarium
- 20.00 – 21.00 = Materi Pengamatan Burung
- 21.00 – 22.00 = Materi Global Warming
- 22.00 – 05.00 = Istirahat
Penulis : A. Phinandhita P.
Editor : Efrina Fitrianingrum
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)