Kado Manis MBSC-17, Hari Ketiga

Wartapalaindonesia.com, JEMBER – Sabtu, 19 Desember 2015, kami awali hari ketiga ini lebih dini, setelah beribadah kami langsung dibagi panitia menjadi 10 kelompok kecil untuk melakukan pengamatan burung. Waktu masih menunjukkan pukul 06.00 WIB di mana kami harus melakukan pengamatan burung, hal ini disebabkan burung-burung pada pagi hari masih akan banyak yang dapat kami temui.

Beberapa kelompok melakukan pengamatan burung menuju bibir pantai, wah pasti segar sekali bisa menghirup udara pantai di pagi hari. Sayangnya itu tidak terjadi pada kelompok kami yang kebagian melakukan pengamatan burung disekitaran kawasan tenda.

20151219_060532
Perjalanan mengamati burung

Tak banyak burung yang kami temui, meski masuk agak ke dalam sekitaran hutan, namun tetap saja sulit untuk menemukan burung di area yang dekat dengan manusia. Beberapa lama kami mencari masih belum juga membuahkan hasil, akhirnya kami memutuskan untuk wait n see di sekitar pohon besar yang kami duga menjadi sarang burung.

Benar juga, tak beberapa lama kami ditampakkan sebuah burung berwarna coklat, beberapa teman langsung melakukan pengamatan dengan binocular dan kamera DSLR. Sebagian lagi segera mencatat ciri-ciri burung, untuk segera mencari jenis burung pada buku mc kinon.

20151219_062926
Pengamatan burung
20151219_063152
Pengamatan burung
20151219_054937
Pengamatan burung

Pengamatan hanya satu jam, kami berburu dengan waktu, akhirnya suara bising di tengah lapangan mulai sering terdengar, banyak kelompok yang mulai kembali berkumpul di lapangan. Ah, kelompok kami juga memutuskan kembali berkumpul ke lapangan.

Sesuai tugas beberapa kawan harus melakukan pembuatan sket atas burungyang diamati, sebagian lagi mencari jenis burungdi mc kinon. Ketemu, kelompok kami pun menemukan burung yang ternyata dalam bahasa jawa merupakan jenis burung ‘emprit’, haha, kami bangga ternyata usaha kami tak sia-sia sebab menemukan burung asli jawa.

20151219_084014
Cara Cak Giri memberikan materi Ekologi

Selesei sudah kami melakukan pengamatan burung, saatnya kami bersantap pagi bersama rekan-rekan lain sebelum melanjutkan materi kelas. Hari ini materi pertama mengenai ekologi yang dibawakan oleh Cak Giri, sudah kenal Cak Giri kan?

Jika belum, cari di kolom profil dengan judul ‘merubah maindset bersama bapak konservasi Indonesia’. Setelah materi ekologi diberikan oleh Cak Giri selama dua jam lebih., langsung disambung dengan materi jurnalistik lingkungan yang sangat kami tunggu-tunggu.

Selain pemateri yang cukup kece, yakni Pak Chuck S. Widarsha yang merupakan kader konservasi sekaligus wartawan di detik.com. selain itu pak Icuk yang mengantongi nomer 082140047203 ini juga merupakan dewan redaksi di wartapalaindonesia.com

20151219_101155
Pak Icuk memberikan materi

Pada materi jurnalistik lingkungan ini, banyak pertanyaan yang ditanyakan peserta, salah satunya adalah bagaimana perlindungan para jurnalis kala mengangkat isu lingkungan?

Pak Icuk menjawab bahwa semua pekerjaan memliki resiko, namun semua sudah dilindungi dengan undang-undang. Selanjutnya kemana para jurnalis dan rekan-rekan memberitakan berita yang selama ini ditemui?

Banyak media yang bisa dihubungi dan mau mengangkat isu lingkungan, namun kadang susah untuk tembus dan terbit. Nah di sinilah peran wartapala Indonesia sebagai media partner masuk, rekan-rekan semua bisa mengirimkan artikel maupun tulisannya yang berhubungan dengan dunia kepencinta alaman maupun lingkungan ke alamat redaksi wartapala di wartapala.redaksi@gmail.com atau hubungi 081553355330(Office Wartapala Indonesia) untuk dipandu dalam memberitakan informasi rekan-rekan ke portal berita on line pencinta alam di www.wartapalaindonesia.com

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB yang kini materi dilanjutkan dengan pengamatan penyu hingga pukul 12.00 WIB, materi disusul dengan pengamatan masyarakat yang diisi oleh Bapak Wahyu Candra dengan nomer 082337887766.

Mengajarkan tentang sifat yang harus dipunyai oleh aktivis lingkungan di mana berani saja tak cukup, seorang aktivis lingkungan juga harus tulus. Seorang pemberani adalah orang yang berani berbuat baik, namun berani pula dilupakan, berani untuk tidak dikenang, dan berani untuk tidak dicatat dalam sejarah. Salam adil dan lestari.

Akhirnya kami semakin dekat dengan praktikum KSDAHE tingkat mula ini, setelah materi pengamatan masyarakat yang selesei pada pukul 13.00 WIB, kami semua break untuk mempersiapkan segala keperluan dalam rangka praktikum KSDAHE yang berisikan tentang analisa vegetasi, herbarium dan plashter cast.

Kami kembali dibagi menjadi beberapa kelompok, lalu tepat pukul 15.00 WIB kami semua mulai melakukan praktikum KSDAHE dengan mengawali melakukan anveg dengan system berpetak, selanjutnya melakukan herbarium untuk mengetahui jenis pohon yang kami lakukan anveg.

20151219_145523
Briefing sebelum praktik
20151219_145847
Praktikum anveg
20151219_162943
Praktikum herbarium
20151219_171723
Praktikum plashter cast

Setelah selesei kami melakukan plashter cast dengan mencari jejak binatang, berbagai temuan cukup mencengangkan kami, mulai dari kotoran hewan yang diduga kotoran kijang, selanjutnya kami menemukan bulu merak dan juga cakaran binatang di pohon-pohon.

Selain melakukan gyps, dan juga blat pada kertas serta plastic, kami juga mengumpulkan sampel kotoran binatang untuk kami identifikasi nantinya. Kepuasan nampak pada wajah-wajah kami yang ternyata masih menemukan kehidupan liar di sini, banyak kami yang berharap menemukan jejak dari harimau jawa yang sudah divionis punah oleh dunia, namun bagi kami, semua itu hanya opini, kami meyakini bahwa harimau jawa masih ada beserta bukti-bukti yang selama ini ditemui.

Tak terasa hari mulai senja, terpampang waktu menunjukkan pukul 17.00 WIB, saatnya kami break ishoma. Untuk mempersiapkan tenaga dalam melakukan aktivitas selanjutnya, banyak dari rekan-rekan yang mulai mencuci baju untuk menjaga kebersihan diri.

Tak terasa panitia mengundang kami dengan ajakan mesrah untuk memasuki tenda, kali ini kami akan menikmati materi Eco Wisata bersama para pemateri yang berasal juga merupakan praktisi ekowisata di Indonesia. Pemateri bernama Pak Agus Wiyono dari Himapala Unesa yang juga merupakan pendiri PT. Songadventure dan juga Pak Baktiar dari Impala UB dengan nomer 081334495491.

Ups ternyata materi eco wisata kali ini hanya perkenalan saja, panitia tiba-tiba mengajak kelas B untuk melakukan pengamatan penyu, yeay, sekarang giliran kami melihat penyu itu bertelur. Kami melihat waktu masih menunjukkan pukul 19.00 WIB, namun beberapa panitia memberi tau kami agar segera bergegas menuju pantai, dengan catatan tidak boleh menyalakan headlamp dan menggunakan flash foto saat nanti melihat penyu menetas, agar penyu tidak merasa terganggu. Kami segera saja berjalanan menyusuri hutan menuju pantai yang menjadi tempat penyu menetas.

Benar saja, sudah ada penyu yang juga sudah menelurkan beberapa butir calon tukik, kami hanya bisa melihat di belakang badan penyu sebab kami dilarang melewati depan penyu agar tak mengganggu penyu. Bersama semilir angin laut, kami menunggu penyu menetas hingga kembali ke laut selama 3 jam lamanya, lalu kami bersama menghitung jumlah telur penyu.

Ada yang bisa tebak berapa? Iya benar ada 97 telur penyu yang didapat malam itu. Cukup puas juga, tunggu dua hari lagi ya, kami akan kembali ke pantai ini untuk melepaskan tukik-tukik cakep.

20151219_203400
Proses penyu bertelur

Akhirnya selesei juga kegiatan hari ke tiga ini, sebelum istirahat, kami meluangkan waktu bercengkrama dengan rekan-rekan mapala lainnya, saling mengenal dan berbincang hangat bersama kopi menjadi menjalin rasa saudara dan cinta di malam Minggu, ups sudah tiga hari? sudah banyak yang mulai cinta lokasi sepertinya. Sampai jumpa di kado manis dari MBSC 17 hari ke empat.

Run Down, Sabtu 19 Desember 2015

  • 05.00 – 06.00 = Bersih diri
  • 06.00 – 07.00 = Pengamatan Burung
  • 07.00 – 07.30 = Sarapan
  • 07.30 – 10.00 = Ekologi
  • 10.00 – 11.30 = Materi Jurnalistik Lingkungan
  • 11.30 – 12.00 = Materi Tenik Pengamatan Penyu
  • 12.00 – 13.00 = Materi Pengamatan Masyarakat
  • 13.00 – 15.00 = Ishoma
  • 15.00 – 17.00 = Praktek KSDAHE
  • 17.00 – 18.00 = Ishoma
  • 18.00 – 19.00 = Pengenalan Ecowisata dan Interprestasi
  • 19.00 – 22.00 = Pengamatan Penyu
  • 22.00 – 05.00 = Istirahat

Laporan : A. Phinandhita P.

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

1 Comment

  • deby qur'ana marista , Desember 29, 2015 @ 2:08 pm

    Kereeen artikel,,dpet bernostalgia setelah membacanya. Makasih mz.atong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.