Keberadaan Proyek PLTU Indramayu 2 Mengancam Ruang Hidup Masyarakat

Caption foto: Warga desa Mekarsari didampingi Walhi Jabar saat lakukan aksi protes di Kedutaan Besar Jepang, Jakarta Pusat (sumber foto: Walhi Jawa Barat). (WARTAPALA INDONESIA/ Oktavian Ardiansyah)

Wartapalaindonesia.com, JAKARTA PUSAT – Kamis, 12 November 2020, warga desa Mekarsari, Kecamatan Patrol, Indramayu yang tergabung dalam Jatayu (Jaringan Tanpa Asap Batu Bara Indramayu) didampingi oleh Walhi Jabar melakukan aksi protes di Kedutaan Besar Jepang, di Jl. MH.Thamrin, Jakarta Pusat.

Kedatangan mereka ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi dan mendesak Japan International Cooperation Agency (JICA) dan pemerintah Jepang untuk tidak memberikan dukungan pendanaan terhadap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu 2. Atas nama kekompakan dan solidaritas, masyarakat menyatakan sikap tidak setuju dan menolak keberadaan PLTU Indramayu 2.

Masyarakat menilai bahwa PLTU Indramayu 2 dapat mengancam ruang hidup masyarakat dan lingkungan. Seperti dampak PLTU Indramayu 1 sudah sangat dirasakan dan menyengsarakan serta menghilangkan mata pencaharian masyarakat sebagai petani.

Harapan dari warga desa Mekarsari, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu menuntut JICA dan pemerintah Jepang supaya mempertimbangkan apa yang telah disampaikan warga yang saat ini sedang terancam kesehatan dan perekonomiannya akibat pembangunan proyek PLTU Indramayu 2.

Kontributor || Oktavian Ardiansyah, WI 200071

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.