WARTAPALA INDONESIA

Kelas Zero Waste Adventure Surabaya

Caption foto: Peserta mengambil makan siang (nasi tumpeng) yang berkonsep zero waste oleh Alang-Alang Zero Waste Store. (WARTAPALA INDONESIA/ Nindya Seva Kusmaningsih)

Wartapalaindonesia.com, SURABAYA Kelas Zero Waste Adventure Surabaya ini merupakan kelas yang ke enam. Pelaksanaan sebelumnya yaitu, satu kelas di Bandung, dua kelas di Jakarta dan dua kelas di Yogyakarta.

Kelas Zero Waste Adventure adalah kelas tatap muka untuk belajar dan mentoring langsung mengenai teknis mendaki tanpa sampah secara mendalam. Kenapa harus ikut kelas ini? Karena budaya pendakian di Indonesia selama ini lekat dengan citra sampah yang luar biasa. Untuk itu, mari bersama-sama mendobrak budaya lama, dengan membangun budaya pendakian yang baru.

Kelas Zero Waste Adventure mulai dijalankan pada tahun 2019 ini. Dengan target pelaksanaan sebanyak 11 kelas. Dan yang ke 12 nanti rencananya akan dibuat event Zero Waste Adventure Camp. Kelas ini bisa diikuti oleh organisasi/komunitas pecinta alam, pendaki pemula maupun berpengalaman, individual/traveler/adventure enthisiast  dan siapa saja yang ingin membangun budaya baru pendakian di Indonesia.

Acara ini digelar di Eiger Adventure Flagship Store Merr Surabaya pada Minggu, 28 April 2019. Pukul 10.00 WIB acara dimulai dengan dihadiri kurang lebih 40 peserta.

Zero Waste Adventure adalah gaya hidup untuk meminimalisir sampah, terutama sampah plastik saat mendaki gunung. Namun, tak hanya ketika pendakian gunung saja, tetapi juga dalam keseharian hidup.

Zero Waste Adventure ini sendiri bukan merupakan sebuah komunitas ataupun organisasi. Ini adalah sebuah konsep individual yang digalakkan oleh Siska Nirmala sejak tahun 2012. Dalam kelas ini Siska sharing tentang gaya hidup zero waste dalam pendakian gunung.

Karena acara ini memang untuk kampanye zero waste, maka peserta diwajibkan membawa botol minum atau tumblr dan tempat makan. Dengan konsep acara zero waste maka semuanya tidak menghasilkan sampah. Mulai dari konsumsi yang disediakan, terlihat makanan ringan di dalam toples, nasi tumpeng dalam nampan besar dengan berbalut daun pisang dan air mineral galon yang digunakan untuk peserta mengisi ulang minumnya.

Konsumsi dipesan dari Alang-Alang Zero Waste Store, merupakan toko pertama di Surabaya yang memiliki konsep zero waste. Semua barang-barang yang dijual di toko tersebut ramah lingkungan.

Dalam acara juga diputarkan fim dokumenter Ekspedisi Nol Sampah “culture return” masyarakat Baduy. Video tersebut mengangkat dua prinsip, yaitu prinsip minimalizm pakaian dan peralatan mandi yang natural.

Ada materi juga dari Dhedy, komunitas Garda Pangan. Yang merupakan pusat koordinasi makanan surplus berpotensi terbuang untuk disalurkan pada masyarakat yang membutuhkan. Komunitas ini juga sejalan dengan konsep zero waste, hanya saja mereka lebih ke food waste.

Pada akhir acara ditutup dengan launching buku Zero Waste Adventure, ekspedisi pendakian lima gunung tanpa menghasilkan sampah yang ditulis oleh Siska sendiri.

“Ayo ganti kantong plastikmu dengan tas kain ataupun tas jaring. Karena ketika barang ada valuenya, maka akan dijaga, kalo gak ada valuenya maka akan diremehkan saja,” ucap Siska.

Kontributor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Editor || A. Phinandhita P., WI 150001

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: