Caption foto : Kelompok Sejati (Semua dari Jati) bersama anak-anak dari Taman Baca Masyarakat (TBM) Backpacker Teaching. (WARTAPALA INDONESIA / Rinanto).
WartapalaIndonesia.com, TANGERANG SELATAN – Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai Garden Jati, Pamulang, saat Kelompok Sejati menggelar lokakarya seni bertema lingkungan yang melibatkan 23 anak-anak dari Taman Baca Masyarakat (TBM) Backpacker Teaching. Pada 24 April 2025.
Kegiatan ini menjadi ajang edukatif dan inspiratif melalui pelatihan teknik ecoprint dan tiedye, dua metode seni ramah lingkungan yang mengubah bahan alami menjadi karya kreatif yang memukau.
Lokakarya ini merupakan inisiatif dari Kelompok Sejati (Semua dari Jati), yang terdiri dari mahasiswa Proyek Kepemimpinan kelompok 1 PGSD 2 PPG FIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), di bawah bimbingan langsung dari Dosen Pendamping Lapangan, Dr. Dirgantara Wicaksono, dan dukungan penuh oleh Kepala PPG FIP UMJ Prof. Dr. Herwina Bahar.
Mengusung semangat kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa untuk berkontribusi positif kepada masyarakat sejak dini.
Menurut Fiqri Insani, dengan dukungan penuh dari TBM Backpacker Teaching selaku fasilitator lokal, serta kerja sama yang baik dengan pihak RT dan RW setempat, acara berlangsung lancar, aman, dan penuh semangat kolaboratif. Anak-anak peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari memilih daun dan bunga untuk ecoprint hingga menciptakan pola warna menarik dalam tiedye.
Dalam sesi ecoprint, anak-anak dikenalkan pada teknik mencetak motif menggunakan bahan alami seperti daun dan bunga. Dipandu oleh fasilitator dari Kelompok Sejati, mereka belajar menata dedaunan di atas kain sebelum diproses menjadi pola yang indah. Setiap karya mencerminkan keunikan kreativitas anak serta kekayaan flora lokal yang dimanfaatkan secara bijak dan estetis.
Sementara itu, teknik tiedye menghadirkan keceriaan tersendiri. Anak-anak dengan bebas berkreasi mengikat kain dan mencelupkannya ke dalam larutan pewarna, menghasilkan gradasi dan motif abstrak yang penuh kejutan. Selain melatih motorik halus, kegiatan ini juga membangkitkan semangat bereksperimen dan percaya diri dalam mengekspresikan ide-ide mereka.
Hal senada disampaikan oleh Siti, koordinator TBM Backpacker Teaching: “Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Lokakarya seperti ini bukan hanya menjadi wahana bermain, tetapi juga wadah pembelajaran yang sangat berharga bagi anak-anak di lingkungan kami.”
Dukungan dari akademisi juga memberikan semangat tersendiri. Dirgantara Wicaksono menyampaikan, kegiatan ini merupakan implementasi konkret dari pembelajaran proyek kepemimpinan berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan potensi yang ada di masyarakat.
Sementara itu, Herwina Bahar menegaskan pentingnya membangun jiwa sosial mahasiswa sejak dini melalui program-program nyata yang menyentuh masyarakat langsung.
Inisiatif ini menjadi contoh konkret bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga dapat hadir dalam bentuk kegiatan interaktif yang membangun kesadaran, keterampilan, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. (R).
Kontributor || Rinanto, WI 25028 B
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)