Wartapalaindonesia.com, KARAWANG – Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa Indonesia mengalami krisis air. Hal tersebut disampaikan oleh Dodo Sambodo, Direktur Kemitraan Lingkungan Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK, saat diwawancarai oleh wartapalaindonesia.com seusai pelaksanaan penanaman pohon dalam rangka penyelamatan mata air di Pegunungan Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (21/11).
Menurut Dodo, tahun 2010 yang lalu Kementrian Lingkungan Hidup melakukan penelitian yang menyatakan bahwa pada tahun 2020 Indonesia akan mengalami krisis, diantaranya adalah krisis pangan, energi, dan air. Sehingga saat ini masih dalam proses melakukan pengendalian dan perbaikan terhadap unsur-unsur tersebut.
Dodo mengatakan bahwa KLHK sendiri saat ini terus melakukan pendataan mata air bersama masyarakat secara langsung. “Ada 13 Das yang mengalami kerusakan yang sangat parah. Akibat adanya pembalakan hutan dan penambangan banyak sekali mata air di Indonesia yang telah mati dan mengering” ujar Bapak Dodo.
Beberapa sungai yang sangat mengkhawatirkan keadaannya disebutkan Dodo diantaranya adalah sungai Kapuas, Citarum, Citarik, Cisadane, Ciliwung, Citanduy, Mahakam, Brantas, Membrano dan Jenbereng. “Dari hasil penelitian, kerusakan sungai ini disebabkan oleh pencemaran industri 60% dan 40% dari rumah tangga. Selain itu rusaknya daerah resapan seperti karst, penambangan, gunung yang digunduli dan banyak tutupan yang berkurang,” sambungnya.
Masih menurut Dodo, inti permasalahan kerusakan lingkungan tersebut adalah akibat kemiskinan. Tetapi saat ini, guna mengatasi permasalahan tersebut Presiden Jokowi telah membentuk Dirjen Pedesaan Tertinggal yang dianggap dapat membantu pengetasan kemiskinan. “Karena kebutuhan perut mereka jadi penambang liar atau bahkan penebang pohon liar semuanya.”
Sementara untuk melakukan kemitraan dalam penyelamatan mata air, anggaran yang dikeluarkan oleh Dirjennya tersebut sebesar Rp. 3 Miliar. “Kalau kita hitung anggaran segitu gak akan cukup untuk melakukan kerjasama dan menyuruh mereka merawat mata air. untuk itu kita selalu berkoordinasi dengan instansi lain serta dengan menggandeng komunitas,’ terangnya.
Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan (Distanhutbunak) Karawang, Kadarisman mengaku dalam menyelamatkan mata air, pihaknya telah berupaya membuat beberapa embung air di tiga titik yang berada di Kecamatan Tegalwaru. “Insya’allah embung-embung air dibeberapa titik lagi,” kata dia.
Selain membuat embung air, pihaknya mengklaim terus menambah tutupan hijau untuk jadi daerah resapan. “Saat ini lahan tutupan hijau di Karawang ada 36 ribu hektar yang tersebar diberbagai wilayah. Sementara lahan kritisnya mencapai 7.800 hektar,” imbuhnya.
Sementara aktivis lingkungan, Uli Sigar Rusadi mengatakan dalam penyelamatan mata air ini memang diperlukan tingkat kerjasama masyarakat dan regulasi yang kuat dan sistematis dari pemerintah.
Saat ini memang banyak yang menganggap regulasi pemerintah kita ini sangatlah berbelit. Namun kita perlu memahami selama masyarakat dan pemerintah tidak bekerjasama untuk membangun dan menyelamatkan mata air, hal itu percuma
kata dia. Uli berharap, regulasi yang melindungi tentang daerah lindung untuk menyelamatkan mata air dapat ditegaskan dengan menjaga kearifan lokal masyarakat. ‘Seperti hutan, karst, batu-batuan itu harus dapat dijelaskan dan ditegakkan untuk tetap dilindungi,” ungkapnya.
Dalam kegiatan penyelamatan air, berbagai komunitas pemuda di Indonesia seperti Forkadasc +, DPLKTS, Garuda, Save bersama KLHK menanam mata air Pegunungan Sanggabuana.
Laporan : Willy Firdaus
Editor : Efrina Fitrianingrum
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dokumentasi
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)


