Wartapalaindonesia.com, SUMEDANG – Palawa Unpad kembali meninggalkan jejaknya di Tanah Sumatera. Awal bulan ini, delapan mahasiswa anggota Palawa Unpad mengarungi Sungai Ketahun yang berada di Kabupaten Lebong, Bengkulu. Kegiatan dengan judul “Pengarungan dan Pemetaan Sungai Ketahun” tersebut dilaksanakan pada tanggal 8 hingga 17 Februari tahun ini.
Nama Sungai Ketahun masih terbilang baru bagi penggiat arung jeram. Sebagai mahasiswa pecinta alam, Palawa Unpad menjadi yang pertama mengarungi sungai tersebut.
Pengarungan dilakukan sepanjang dua puluh empat kilometer sungai dan melewati dua kecamatan, Kecamatan Rimbo Pengadang dan Kecamatan Topos. Desa Tik Sirong, desa paling ujung dengan hulu sungai menjadi titik dimulainya pengarungan dan berakhir di Desa Talang Ratoe.
“Belum pernah ada yang ngarung dari desa ini. Ini kan desa terakhir,” ujar salah satu warga yang bertemu dengan Palawa Unpad di titik mulai pengarungan, Minggu (12/2).
Di samping melakukan pengarungan, Palawa Unpad juga melakukan pemetaan jeram di sungai tersebut. Pemetaan dilakukan untuk mengetahui titik-titik jeram di Sungai Ketahun beserta potensi bahaya di sepanjang alirannya.
Peta jeram yang dihasilkan pun ditujukan sebagai acuan bagi pihak lain saat akan melakukan pengarungan di Sungai Ketahun. Pemetaan jeram yang dilakukan selama tiga hari pun menghasilkan 22 jeram yang memiliki potensi bahaya.
Selama pengarungan dan pemetaan, dua perahu karet yang berisi masing-masing lima awak ini berhenti di setiap titik sebelum memasuki jeram untuk dilihat keadaannya.
Pemetaan juga dilakukan dengan dua metode berturut-turut, yang pertama adalah metode basah, yaitu di mana tim terjun langsung ke sungai menggunakan perahu selama dua hari dan kedua metode kering di mana tim mendata jeram melalui tepian untuk melengkapi data jeram yang sebelumnya tidak terpetakan selama satu hari.
Sungai Ketahun menyuguhkan pemandangan yang menyejukkan sepanjang pengarungan. Green Canyon Ketahun pun menyambut dengan jeram yang memacu adrenalin. Tebing di kanan-kiri sungai tersebut menjadi salah satu ikon Sungai Ketahun.
Sungai dengan potensi wisata yang besar ini pun sedang dikembangkan oleh pemerintah Kabupaten Lebong. Hal ini diwujudkan dengan dibukanya jalur wisata arung jeram pada Agustus tahun lalu.
“Pemerintah Lebong sedang gencar-gencarnya mengembangkan dan mempromosikan wisata arung jeram di Sungai Ketahun ini,” tutur Dian, salah seorang anggota Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Bengkulu, Kamis (9/2).
Kegiatan ini pun tak lepas dari bantuan beberapa pihak seperti Dinas Pariwisata, Lebong Rafting, dan Mapala Fakultas Teknik Universitas Bengkulu, Pulkanik. Selama pengarungan pun dua orang dari Lebong Rafting dan Pulkanik ikut sebagai awak di perahu.
Hasil olahan dari pemetaan ini rencananya akan diberikan kepada beberapa pihak seperti Dinas Pariwisata Lebong dan Lebong Rafting.
Selain itu, Palawa Unpad juga melakukan pendokumentasian Kelurahan Topos sebagai salah satu bentuk tri dharma perguruan tinggi. Pendokumentasian dilakukan selama tiga hari dengan beberapa objek yang telah ditetukan sebelumnya.
Kelurahan Topos sendiri terletak di tengah jalur pemetaan sungai, salah satu kelurahan tertua dan terbesar di Kabupaten Lebong.
Kelurahan Topos memiliki beberapa kepercayaan dan kebudayaan adat yang masih kental dan diingat oleh masyarakatnya, sehingga itulah yang menjadi daya tarik kelurahan tersebut untuk didokumentasikan.
Eropa, Lurah Topos, menuturkan, kepercayaan di sini masih cukup kuat, salah satunya Batu Sipait Lidah. Konon, perkataan yang kita ucapkan akan terjadi sesuai dengan ucapan tersebut seperti legendanya, seseorang meninggal dan menjadi batu karena salah bertutur kata.
Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan minat masyarakat terhadap wisata di Kabupaten Lebong. Peta jeram dan video yang nantinya akan diberikan pada beberapa pihak ditujukan agar informasi serta manfaat mengenai salah satu daerah di Bengkulu ini dapat tersampaikan ke khalayak luas.
Kontributor : A. Farah Qonitah (Palawa UNPAD)
Editor : Ragil Putri Irmalia
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dokumentasi, Palawa UNPAD





Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)
1 Comment