WARTAPALA INDONESIA

KOPHI Menggelar Kegiatan Biotilik dan Bersih Waduk Capung

Wartapalaindonesia.com, SEMARANG – Sabtu (31 Maret 2018) puluhan mahasiswa dan masyarakat umum melaksanakan kegiatan Biotilik dan Bersih Waduk Undip yang bertempat di Tembalang tersebut.

Aksi yang diorganisir oleh Kelompok 3 Calon Punggawa Kophi Jawa Tengah 2018 tersebut dimulai pada pukul 09.00 dengan peserta yang sudah berada di area satu jam sebelumnya.

Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Ketua Kophi Jateng yakni Ikbal Herdiansyahdan pembagian trashbag kepada peserta yang terdiri atas Komunitas Sabdapala, Sampahmuda(dot)com, Atmosphere, Dasapala dan tentu saja beberapa punggawa Kophi Jateng 2018 yang sudah dikelompokkan menjadi 2 tim yaitu 4 tim bersih waduk dan 1 tim biotilik.

Tim Biotilik aksi ini berisikan 7 individu yang menyebar ke beberapa areal waduk untuk mendapatkan sampel biota yang beragam, yang menunjang hasil biotilik kali ini.

Perlu diketahui, biotilik ialah metode pemantauan kesehatan sungai dengan menggunakan indikator makro invertebrata (hewan tidak bertulang belakang) seperti bentos, capung, udang, siput, dan cacing.

Hasil pemantauan Biotilik dapat memberikan petunjuk adanya gangguan lingkungan pada ekosistem sungai, sehingga dapat dirumuskan upaya penanggulangan yang dibutuhkan.

Keragaman biota yang berhasil ditangkap dan dikumpulkan oleh tim pengambil biota cukup banyak namun hasil biotilik masih menunggu proses karena tidak adanya beberapa elemen yang dibutuhkan.

Selama kurang lebih 2,5 jam peserta aksi membersihkan waduk tersebut. Terhitung ada lebih dari 25 trashbag ukuran sedang dan besar yang terkumpul.

Kemudian peserta berkumpul untuk sharing terkait aksi ini dan komunitasnya masing-masing, yang dilanjutkan dengan makan bersama dengan menu nasi Padang menggunakan daun pisang sebagai wadah makanannya yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan sampah.

“Waduk tersebut padahal berada di lingkungan universitas, yang tentunya banyak mahasiswa dan dosen yang seharusnya membaktikan diri untuk Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan bisa lebih peka terhadap lingkungan,” ungkap Sintia, salah satu peserta bersih-besih dari Dasa Pala SMA 10 Semarang.

Menurut ketua panitia mini project bersih sampah dan biotilik di Waduk Undip, Johninda, kegiatan semacam ini harus dilakukan secara konsisten oleh semua elemen agar upaya mengurangi pencemaran sampah di lingkungan dapat terealisasi.

“Adanya kegiatan yang semacam ini harus digalakan secara konsisten, tidak hanya dari pemerintah dan organisasi peduli lingkungan serta komunitas saja, namun juga semua lapisan masyarakat karena terawatnya lingkungan yang asri adalah tanggung jawab bersama,” ungkap Johninda.

Semoga dengan berjalannya kegiatan ini bisa menjadi inspirasi kedepannya bagi pemuda pemudi dalam mewujudkan program Indonesia Bebas Sampah 2025 serta hasil biotilik tersebut dapat menjadi acuan pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam, terutama wilayah perairan.

Kontributor : Johninda Akbar

Editor : A. Phinandhita P.

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: