Krisis Kemarau, Sekawan Bumi Foundation Salur Air Bersih Dan Asuh Pohon di Lereng Gunung Penanggunan

Wartapalaindonesia.com, MOJOKERTO – Sekawan Bumi Foundation melalui Program Punggawa Tirta kembali melaksanakan aksi kemanusiaan dan pelestarian lingkungan secara bersamaan melalui kegiatan Distribusi Bantuan Air Bersih dan Aksi Asuh Pohon Ke-2 di Dusun Telogo, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Minggu 2 Agustus 2026.

Kegiatan ini merupakan bentuk respons terhadap krisis air bersih yang kembali dialami masyarakat di lereng Gunung Penanggungan saat musim kemarau.

Selain memenuhi kebutuhan air bersih warga, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menjaga kawasan resapan air melalui monitoring dan perawatan pohon yang telah ditanam pada Program Gerakan 5.000 Pohon Gunung Penanggungan.

Distribusi air bersih dilakukan dengan dukungan mobil tangki air yang menyalurkan bantuan ke beberapa titik di Dusun Kandangan RT 12 dan RT 13. Seluruh proses distribusi melibatkan pengurus, Ranger Sekawan Bumi, relawan, serta masyarakat setempat secara gotong royong.

Setelah proses distribusi selesai, seluruh peserta melanjutkan kegiatan Aksi Asuh Pohon Ke-2 di jalur pendakian Gunung Penanggungan Via Telogo, tepatnya di kawasan antara Pos 1 hingga Pos 2 (Candi Wayang).

Para relawan melakukan monitoring, pembersihan gulma, penggemburan tanah, pengukuran pertumbuhan pohon, serta pendataan menggunakan sistem geo-tagging.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penyelesaian krisis air tidak cukup hanya melalui distribusi bantuan ketika musim kemarau datang, tetapi juga membutuhkan upaya konservasi yang berkelanjutan agar sumber-sumber air tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Pendiri Sekawan Bumi Foundation, Gofar Wibisana mengatakan bahwa bantuan air bersih merupakan solusi jangka pendek, sedangkan konservasi alam merupakan investasi jangka panjang.

“Hari ini kita membawa air bersih kepada masyarakat yang sedang membutuhkan. Namun kami percaya, solusi sesungguhnya bukan hanya mengirim air, melainkan menjaga hutan dan sumber mata air agar air tetap mengalir setiap musim. Karena itu Program Punggawa Tirta tidak hanya berhenti pada aksi kemanusiaan, tetapi juga berjalan berdampingan dengan kegiatan konservasi melalui Aksi Asuh Pohon,” terangnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur, relawan, mitra, dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan amanahnya kepada Sekawan Bumi Foundation. Setiap tetes air yang disalurkan hari ini adalah bukti bahwa kepedulian masyarakat masih sangat besar. Semoga kolaborasi ini terus tumbuh dan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas,” tambahnya.

Salah seorang pendiri Sekawan Bumi Foundation yang lainnya, Fahmi Adimara menjelaskan bahwa keterlibatan relawan menjadi kekuatan utama organisasi.

“Kami ingin para relawan tidak hanya datang sebagai peserta kegiatan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari solusi. Hari ini mereka belajar membantu masyarakat, sekaligus belajar menjaga alam. Dua pengalaman yang saling melengkapi dan membentuk kepedulian yang lebih utuh,”  ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang belajar lapangan mengenai konservasi, mitigasi krisis air, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Musisi Wawan Klantink, yang juga merupakan pendiri Sekawan Bumi Foundation menegaskan bahwa Program Punggawa Tirta akan terus dikembangkan sebagai gerakan kolaboratif.

“Kami percaya bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau organisasi tertentu. Ini adalah tanggung jawab bersama. Melalui Program Punggawa Tirta, kami ingin menghubungkan para donatur, relawan, komunitas, pemerintah, media, dan masyarakat agar dapat bergerak bersama menghadapi krisis air,” paparnya

Ia berharap gerakan tersebut mampu menjadi contoh bagaimana aksi kemanusiaan dan pelestarian lingkungan dapat berjalan secara bersamaan.

Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus salah satu warga terdampak di Dusun Telogo, Muntoha menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sekawan Bumi Foundation, seluruh relawan, para donatur, dan semua pihak yang telah membantu warga Dusun Telogo. Bantuan air bersih ini sangat berarti bagi kami di tengah musim kemarau yang setiap tahun kami hadapi,” ucapnya.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut.

“Kami juga senang karena Sekawan Bumi tidak hanya datang membawa bantuan air, tetapi juga ikut menjaga lingkungan dengan merawat pohon-pohon yang telah ditanam. Semoga ikhtiar ini membawa manfaat agar sumber air di desa kami bisa kembali terjaga di masa yang akan datang,” tandasnya. (*)

Kontributor || Humas Sekawan Bumi Foundation

Editor || Danang Arganata, WI 200050

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.