Oleh : Dani Abdul Matin
Jurnalis Wartapala WI 25026 F
Wartapalaindonesia.com, EDUKASI – Peristiwa kebakaran lahan yang baru saja melanda kawasan padang sabana Alun-alun Suryakencana, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), menjadi pengingat keras bagi seluruh pencinta alam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari portal berita Kompas.com, relawan di lapangan seperti Aliyudin mengonfirmasi bahwa insiden tersebut diduga kuat bersumber dari kebocoran kompor gas milik pendaki yang meledak dan dengan cepat menyambar vegetasi ilalang kering di tengah kemarau.
Beruntung, berkat respon cepat gabungan petugas, relawan, dan pendaki lain, api berhasil dipadamkan sebelum merembet lebih jauh.
Sebagai langkah evaluasi keselamatan dan pemulihan vegetasi, Balai Besar TNGGP resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor SE.18 Tahun 2026 untuk menutup seluruh jalur pendakian pada 7 hingga 11 Agustus 2026.
Tragedi ini menegaskan pentingnya edukasi dan kedisiplinan tingkat tinggi dalam penggunaan peralatan memasak outdoor di gunung. Api sekecil apa pun di area konservasi memiliki potensi dampak destruktif jika diabaikan.
Pemahaman mengenai teknik memasak yang aman merupakan kunci utama keselamatan bersama di alam terbuka.
Sebelum menyalakan kompor, pendaki wajib melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tabung dan konektor.
Pastikan karet pelindung (o-ring) dalam kondisi utuh serta tidak ada suara desis atau bau gas yang menyengat saat tabung dikunci. Jika tercium bau gas, pemantik sama sekali tidak boleh dinyalakan.
Selain itu, pemilihan lokasi memasak harus diperhatikan secara ketat. Memasak di dalam tenda atau di atas rumput dan ilalang kering sangat dilarang. Pendaki harus memilih area lapang berpermukaan rata dan menggunakan alas keras seperti batu datar agar kompor berdiri stabil.
Penggunaan penghalang angin (windshield) juga sangat krusial mengingat terpaan angin kencang di pegunungan dapat membelokkan lidah api ke arah bahan mudah terbakar atau bahkan memanaskan tabung gas secara berlebih.
Selalu beri jarak aman antara windshield dan tabung gas untuk mencegah akumulasi panas berlebih yang memicu ledakan.
Sebagai antisipasi darurat, siapkan selalu air atau kain basah di dekat area memasak agar letupan api kecil dapat langsung ditutup untuk memutus pasokan oksigen sebelum membesar.
Pada akhirnya, prinsip Leave No Trace dan kesadaran ekstra di musim kemarau harus dipegang teguh. Tingkat kelembapan vegetasi yang sangat rendah membuat percikan sekecil apa pun berisiko fatal.
Keselamatan ekosistem gunung adalah tanggung jawab kolektif, dan menjaga standar keamanan memasak bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga merawat kelestarian alam yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk pulih jika hancur terbakar (*)
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Foto || Wartapala Cianjur
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)