WartapalaIndonesia.com, ACEH UTARA – Lembaga Pembelaan Lingkungan Hidup dan HAM Aceh (LPLHa), bersama PT PHE NSO serta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, telah menyulam langkah bersama dalam upaya pemulihan lahan kritis di Gampong Cot Girek, Dusun Alue Buloh, pada 29 April 2025.
Sebagai informasasi, berdasarkan Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor 522.51/861/2024, lanskap Cot Girek ditetapkan sebagai kawasan bernilai penting bagi konservasi keanekaragaman hayati. Kawasan ini mencakup lebih dari 20.700 hektar, merentang indah melintasi sebelas gampong dalam empat kecamatan.
Di kegiatan tersebut terdapat tiga jenis pohon ditanam sebagai lambang kehidupan dan kelangsungan, yakni kayu putih (Melaleuca leucadendra) yang dikenal akan kekuatan penyembuhannya, mahoni (Swietenia mahagoni) yang menjulang megah, serta durian (Durio zibethinus Murr) sang raja buah Nusantara.
Penanaman ini bukan semata-mata ritual simbolis, melainkan ikhtiar nyata dalam mengembalikan keseimbangan alam dan membuka jalan bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Turut hadir dalam acara ini berbagai pemangku kepentingan seperti Bappeda Aceh Utara, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab, Camat Cot Girek, Geuchik Cot Girek, manajemen PT PHE NSO, Kepala Resort Eksitu BKSDA Aceh, Unit Pengelola Gampong serta personil LPLHa, UKM SAR Unimal.
Direktur LPLHa dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyumbangkan daya dan upaya.
Ia menegaskan, pengelolaan lanskap Cot Girek akan terus berpijak pada tiga asas utama, yaitu satwa aman, warga aman, dan aset aman.
Sebagaimana diketahui, lanskap ini merupakan koridor penting bagi gajah sumatera yang kerap bersinggungan dengan aktivitas manusia. Maka kegiatan ini juga menjadi harapan akan meredanya konflik satwa dan manusia secara arif dan lestari.
Sementara itu, Armia Ramli selaku perwakilan Manajemen PHE NSO menuturkan kebanggaannya atas keterlibatan perusahaan dalam agenda mulia ini. Komitmen untuk terus menyokong keberlanjutan lingkungan, khususnya di lanskap Cot Girek, menjadi bagian dari tanggung jawab korporat yang tak terpisahkan.
Camat Cot Girek, Kamaruddin, turut menyampaikan rasa terima kasih atas terpilihnya wilayahnya dari empat kecamatan dalam lanskap Cot Girek.
“Ini adalah berkah bagi kami, dan semoga menjadi permulaan dari langkah-langkah berkelanjutan yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara bendahara UKM SAR Universitas Malikussaleh, Kopjia, turut mengangkat semboyan SAR, Avignam Jagat Samagram yang artinya, “Selamatlah alam beserta isinya”.
Ia menggarisbawahi pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga alam, seraya menyebut berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, mulai dari patroli satwa hingga pembentukan unit pengelola gampong. (AK).
Kontributor || M. Althaf Kiram
Editor || Danang Arganata, WI 200050
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)