Mahagapa Menilai BKSDA Wilayah 5 Aceh Lambat Menangani Satwa Dlindungi

Caption foto : Ketua Umum Mahagapa Rahmad Rizki. (INDONESIA / Ikram)

WartapalaIndonesia.com, Aceh Tengah – Mahasiswa Gajah Putih Pecinta Alam (Mahagapa) menilai  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah 5 Aceh, lambat dalam melakukan penangangan satwa liar yaitu beruang madu (helarctos malayanus) yang masuk ke lahan persawahan dan perkampungan masyarakat di Desa Berawang Gadeng Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah

Diceritakan oleh Ketua Mahagapa, Rahmad Rizki, pada hari kamis sekitar pukul 17. 30 sore waktu setempat, dia dan tim Mahagapa melintasi kawasan Kecamatan Celala. Di sana mereka melihat masyarakat berbondong-bondong mengusir dan berniat membunuh beruang madu. (10/3/2023)

Padahal berdasarkan Permen LHK Nomor 106 Tahun 2018, beruang madu merupakan salah satwa yang dilindungi. Artinya kehadiran Tim BKSDA sangat dibutuhkan secara  cepat, tetapi  tidak ada respon dari pihak BKSDA.

“Pukul 17. 47 saya telepon pihak BKSDA Wilayah 5 tepatnya di Aceh Tengah. Tetapi mereka tidak bisa turun dengan alasan waktu sudah hampir magrib dan juga tim BKSDA sedang tidak di tempat,” kata Rahmad.

Terhadap alasan oihak BKSDA Wilayah 5, Rahmad mengaku kecewa.

“BKSDA Provinsi Aceh perlu mengevaluasi Tim yang berada wilayah 5 tepatnya di Aceh Tengah” tegas Rahmad Rizki alias Paddle.

Sementara itu, Reje Kampung Berawang Gadeng, Mahajar, membenarkan adanya satwa liar yang masuk ke kawasan desa. Satwa ini juga sudah masuk selamat 5 hari dan meresahkan masyarakat setempat.

Untuk mengantisipi hal-hal tidak diinginkan, tim Mahagapa memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pemerintahan Desa Berawang Gadeng agar tidak membunuh satwa dilindungi. (Ik)

Kontributor || Ikram WI, 210152
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.