Wartapalaindonesia.com, Kendal – Tim Pemantapan Madya dari Mahapala Unnes berhasil memetakan jeram Sungai Bodri yang berada di Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal – Jawa Tengah untuk pertama kali.
Sungai Bodri merupakan sungai yang belum pernah di arungi dengan perahu karet sehingga misi pemetaan jeram harus dilakukan untuk mengetahui karakter Sungai dan potensi sungai.
Misi pemetaan direncanakan dari anak Sungai Bodri yaitu Sungai Ringin dan selesai dalam 2 hari, 25 s.d 26 Februari 2016. Tim harus menyusuri tepian sungai sejauh 9,3 kilometer dan dibagi menjadi lima bagian (section).
Untuk mendapatkan gambaran jeram, tim harus mengunjungi langsung dan melihat tiap jeram yang ada dengan perjalanan telusur sungai. Dalam pelaksanaannya, Tim Pemetakan memetakan 7,25 kilometer Sungai karena section terakhir (section 5) tidak dipetakan.
Menurut salah seorang anggota Tim Pemetaan, bagian sungai tersebut relative tanpa jeram sehingga tim memutuskan untuk meninggalkan bagian sungai tersebut. Misi Tim pemetaan terdiri dari 11 orang mahasiswa Universitas Negeri Semarang dari berbagai fakultas dan jurusan.
Misi melibatkan 11 Mahasiswa Universitas Negeri Semarang, 1 Orang Alumni dan 2 orang warga lokal sebagai pemandu. 14 orang tersebut di bagi menjadi 4 tim.
Tim melaksanakan misi pemetaan karena tim perlu mengetahui medan berupa jeram dengan jelas sebelum diarungi menggunakan perahu karet. Tim menelaah posisi batuan, rintangan, lebar sungai, kecepatan arus sungai, kedalaman sungai dan bentukan berbahaya dari masing masing jeram.
Hasil pengamatan akan menjadi data penting untuk bahan pertimbangan tim dalam menentukan jalur perahu, teknik pengendalian perahu dan langkah pengamanan (rescue).
Selain mengetahui medan pengarungan informasi lain yang bisa digali dari misi pemetaan adalah pengamatan potensi wisata yang ada di sekitar wilayah Sungai Bodri.
Perjalanan akhirnya perjalanan membuahkan hasil. Hasil ini yang nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Desa Singorojo yang sudah di rencanakan Sungai Bodri akan di gunakan sebagai wisata.
Ketua pelaksana, Rochatul Mu’asyaroh menyatakan, jeram jeram yang berhasil di identifikasi memiliki tingkat kesulitan rata rata 3 dari skala 1-6. “Ada jeram yang memiliki grade 4+, Ada juga yang memiliki grade 2,” tuturnya.
Hasil kedua adalah identifikasi tipe sungai. Menurut Rochatul, Sungai Bodri memiliki karakter continuous (memiliki banyak jeram di sepanjang sungai dengan jarak antar jeram relatif dekat / berkesinambungan) di section awal.
Dan di section akhir mempunyai Standing Wave tinggi serta berarus cepat. Setelah pemetaan sungai selesai tim merasakan jeram jeram Sungai Bodri dengan menggunakan perahu karet.
“Alhamdulillah semua dalam keadaan selamat dan bisa kembali ke Unnes dengan selamat dan tujuan pemetaan tercapai, meskipun ada insiden perahu yang sobek,” syukur Faris Wicaksono, Ketua Mahapala.
Kontributor : Humas Mahapala Unnes
Editor : Ragil Putri Irmalia
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dokumentasi, Mahapala Unnes






Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)