Caption foto : Peserta latihan gabungan SAR dan mitigasi bencana lakukan foto bersama. (Wartapala Indonesia, Doc. MAPATALA)
Wartapalaindonesia.com, Palu – Mahasiswa Pecinta Alam Tadulako (MAPATALA), Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah mengadakan Latihan Gabungan SAR dan Mitigasi Bencana pada 23-27 Juni 2021, bertempat di Paneki, Desa Pombewe, Sigi Biromaru. Latihan gabungan ini merupakan salah satu program kerja MAPATALA periode 2021 guna meningkatkan keterampilan, menambah ilmu serta mempererat hubungan persaudaraan anggota MAPATALA dalam melakukan latihan SAR terkhusus dalam bidang gunung hutan. Kegiatan tersebut berlangsung selama 5 hari, yang dimana 2 hari pertama peserta dibekali dengan materi ruangan, yang berlokasi di lingkungan kampus Untad dan kemudian dilanjutkan dengan materi lapangan, yang lebih berfokus pada simulasi SAR Gunung Hutan.
Resti Rifdayanti selaku ketua umum MAPATALA menerangkan bahwa pada simulasi SAR ini peserta berjumlah 20 orang yang terdiri dari berbagai distrik atau MAPALA Fakultas. Selanjutnya mereka disebar di gunung dan terbagi menjadi 4 kelompok yang bertugas melakukan SAR, adapula yang bertugas menjadi korban berjumlah dua orang. “Semua peserta itu totalnya 20 orang yang terdiri dari beberapa distrik dan ketika pembagian kelompok mereka ditempatkan dengan distrik yang berbeda beda, sehingga diharapkan dapat membentuk sebuah kekompakan dari distrik masing masing”, tuturnya.
Moh Yusril, salah satu peserta dari distrik MAPALA Lalimpala, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, menambahkan, dirinya telah mendapatkan ilmu mendasar dan pengalaman luar biasa dengan adanya kegiatan tersebut, pasalnya ia merasakan lebih terjalinnya tali keakraban antara tiap-tiap anggota MAPALA Fakultas. “Awalnya kami dibagi kelompok dan diberikan arahan tentang titik kordinat terakhir korban, start pencarian jam 11 siang dan batas waktunya hingga besok jam 9. Setelah korban ditemukan ternyata mereka berada jauh di titik yang diberikan dengan kondisi yang luka-luka, penemuan korban itu sekitar jam 8 lewat”, ujar Yusril yang akrab disapa Feir ini.
Latihan ini bertujuan meningkatkan sumber daya manusia dan menambah kapasitas anggota MAPATALA. Mengingat wilayah Palu adalah daerah rawan bencana maka diharapkan melalui kegiatan ini peserta dapat melakukan pencarian serta pertolongan tanggap darurat. Untuk melakukan SAR gunung hutan mesti banyak pemahaman mendasar, misalnya untuk menemukan korban hilang diperlukan pengetahuan tentang data diri korban, perlengkapan dan alat yang digunakan korban sampai titik koordinat terakhir korban.
Melalui kegiatan ini diharapkan kepada seluruh para penggiat alam agar dapat menguasai ilmu ini bukan hanya sekedar menikmati alam, sehingga ketika sewaktu waktu terjadi hal yang tidak diinginkan maka sudah siap dengan segala perbekalan tentang ilmu SAR. “Ini adalah kegiatan pelatihan yang positif dan sungguh bermanfaat dalam kemanusiaan, sehingga dapat membantu kami staff SAR saat dibutuhkan nanti”, ungkap Azwar Abidin, salah satu pemateri dari kantor BASARNAS Kota Palu.
Azwar juga menambahkan bahwa Kantor SAR Palu membuka kesempatan kepada anggota MAPATALA atau siapa saja yang ingin bergabung belajar dan latihan bersama untuk menambah serta mengasah potensi diri. “Kamipun dari basarnas tidak menutup diri kepada teman-teman untuk menambah potensi dan skillnya, silahkan datang ke kantor kami, kemudian kita latihan bersama”.
Kontributor || Meilan Mooduto, WI 200121
Editor || Yahya M. Ilyas, WI 200092
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)