WARTAPALA INDONESIA

Mahasiswa Pencinta Alam Gelar Aksi Peringati Hari Bumi, Tambang Adalah Bom Waktu

Caption foto: Potret kerusakan lingkungan pasca pertambangan (foto oleh JATAM). (WARTAPALA INDONESIA/ Muhammad Riskiullah)

Wartapalaindonesia.com, BALIKPAPAN – Senin, 22 April 2019, organisasi pencinta alam Kalimantan Timur (Kaltim) gelar aksi bersama dalam rangka memperingati hari bumi. Dalam aksi kali ini, pencinta alam Kaltim kembali menyuarakan pembangunan pabrik semen hingga permasalahan pertambangan batu bara yang terjadi di wilayah Kaltim. Gambarannya pembangunan tambang dan pabrik semen menuai kontrofersi lima tahun belakangan ini.

Pencinta alam menilai bahwa pemerintah saat ini tidak melihat Pertibang atas pemberian izin  kepada perusahaan pertambangan khususnya Kaltim. Kurang memikirkan keselamatan masyarakat sekitar pertambangan hingga keberlangsungan lingkungan hidup yang akan berujung pada krisis sosial hinga ekologis.

Tidak hanya sebatas itu, dalam hal penyalamatan lingkungan yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup, 18 organisasi pencinta alam bersama PKD Kaltim menuntut Gubernur beserta jajaran Pemerintahan Kaltim. Menuntut untuk berhenti melakukan aktivitas pengrusakan lingkungan yang menyebabkan penurunan pada kualitas lingkungan hidup, dilihat dari tingkat pencemaran, kualitas udara hingga kerusakan lingkungan.

Kegitan kali ini juga mendapat respon baik dari masyarakat Kaltim. Mereka menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini harus terus ada ke depannya agar kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup meningkat. Antusias pencinta alam juga tidak surut dalam menyuarakan lingkungan, terlihat hadirnya sekitar 60 peserta yang mewakili masing-masing organisasi.

Sebagai bentuk kepedulian dan wadah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian, maka pada tanggal 22 April ini diperingati Hari Bumi. Mahasiswa pecinta alam se-Kaltim menyuarakan kelestarian lingkungan dengan mengadakan aksi bertema “Tambang adalah Bom Waktu.”

“Aksi tersebut sebagai bentuk aspirasi dan usaha penolakan terhadap izin usaha pertambangan dan izin industri semen yang dilakukan secara membabi buta,” tutur Richa, kordinator PKD Kaltim.

Dilansir juga oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bahwa ada 29 Provinsi mengalami penurunan pada indeks kualitas lingkungan hidup. Penurunan itu dilihat dari tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan, yang salah satunya Provinsi Kaltim. Tidak hanya itu, terjadi juga pada kualitas air sungai dan danau yang secara nasional cenderung mengalami penurunan hingga indeks kualitas air sungai menurun,” tutur Karliansyah.

Kontributor || Muhammad Riskiullah, WIJA Balikpapan

Editor || Agung Wahyu Utomo

Foto saat aksi peringati hari bumi oleh PKD Kaltim.

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: