Mapala UI Paparkan Potensi Wisata Minat Khusus Papua Barat dalam Diskusi Umum di Manokwari

Foto bersama usai diskusi umum pariwisata di Kantor Gubernur Papua Barat, Kota Manokwari, Senin (27/8/ 2018). (WARTAPALA INDONESIA/ Karina Londy)

Wartapalaindonesia.com, MANOKWARI – Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) telah usai menyelenggarakan diskusi umum pariwisata di Kantor Gubernur Papua Barat, Kota Manokwari, pada Senin (27 Agustus 2018) siang.

Diskusi umum bertajuk “Menguak Potensi Wisata Minat Khusus di Papua Barat” ini merupakan awal dari pengolahan hasil berbagai eksplorasi wisata minat khusus yang dilakukan Mapala UI dalam rangkaian kegiatan Ekspedisi Bumi Cenderawasih.

Terhitung sejak tanggal 9 Agustus 2018, Mapala UI melalui ekspedisi tersebut telah menguji coba berbagai potensi pariwisata minat khusus yang tersebar pada tiga tempat berbeda di wilayah Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Ketua Pelaksana Ekspedisi Bumi Cenderawasih, Fathan Qorib, menyatakan, diskusi umum tersebut bertujuan untuk memberikan sudut pandang baru kepada Pemerintah Daerah Papua Barat mengenai pengembangan potensi wisata minat khusus di dua kabupaten yang telah dieskplorasi oleh Mapala UI.

“Mapala UI berharap melalui diskusi ini, kami, sebagai mahasiswa, dapat membantu pemerintah dalam mengembangkan potensi sumber pemasukan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Barat,” ujar Fathan Qorib.

“Mengingat bahwa pada tahun 2017, industri pariwisata telah menyumbang devisa terbesar kedua bagi Indonesia. Semoga kegiatan kami ini dapat menjadi sumbangan anak bangsa bagi negara,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani yang juga menghadiri diskusi, menjamin dukungan secara berkelanjutan bagi Mapala UI.

“Ke depan, jika ada yang masih ingin dilakukan oleh Mapala UI untuk membantu mengembangkan pariwisata Papua Barat, tentu kami akan terbuka memfasilitasi,” jaminnya.

Dalam diskusi umum yang berlangsung selama lima jam, tiga perwakilan Ekspedisi Bumi Cenderawasih memaparkan seluruh temuan mereka yang berpotensi untuk ditindaklanjuti. Temuan potensial itu adalah wisata arung jeram Sungai Prafi dan wisata petualangan Distrik Warmare di Manokwari, serta wisata paralayang, hiking, dan telusur Gua Karst Pegunungan Arfak.

Di samping pemaparan, hasil temuan tersebut juga dibahas bersama dengan beberapa anggota senior Mapala UI yang telah lama berkecimpung dalam bidang pariwisata minat khusus.

Pelaku industri pariwisata alam Setyo Rahmadi, salah satu perintis olahraga paralayang Indonesia David Agustinus Teak, dan pelaku industri wisata arung jeram Lody Korua turut menyumbangkan pandangan dan pengalamannya dalam diskusi. Selain itu, Mapala UI juga menghadirkan akademisi Pariwisata Universitas Indonesia Diaz Pranita sebagai salah satu panelis serta sosial media specialist Satya Winnie sebagai moderator.

Diskusi umum ini turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan pemangku kepentingan di antaranya Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy, Kasubdit Pariwisata dan Energi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Papua Barat David Nanin, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Barat Irman Muraper, Stafter Kodam XVIII Kasuari Mulyono, Kadispora Manokwari Septer Dimara, hingga perwakilan Polda Papua Barat Jansen AP.

Diharapkan, para pemangku kepentingan yang terlibat dapat bersinergi demi mengembangkan dan memanfaatkan potensi pariwisata minat khusus yang tersebar di Papua Barat.

Dalam mensukseskan keberlangsungan Ekspedisi Bumi Cenderawasih, Mapala UI didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak, TNI, PT. PLN (Persero), PT Eigerindo Multi Produk Industri (Eiger), Madubima, Sendal Institut Kesenian Jakarta, Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran UI, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, dan BEM Fakultas Ilmu Keperawatan UI.

Tentang Mapala UI

Mapala Universitas Indonesia adalah organisasi mahasiswa taraf universitas. Sejak berdiri pada 1964, organisasi ini aktif dalam kegiatan alam bebas serta penelitian yang bertema sosial serta lingkungan.

Sebagai pelopor kegiatan pencinta alam di Indonesia, Mapala UI telah memiliki 1021 anggota yang sering melakukan ekspedisi dengan lingkup yang beragam. Salah satunya adalah ekspedisi panjat tebing Puruk Sandukui di Kalimantan Tengah pada tahun 2017 yang dilaksanakan untuk mengangkat potensi wisata minat khusus di wilayah tersebut.

Pada tahun yang sama, tim selam Mapala UI juga melakukan pemetaan serta pengecekan terumbu karang di kawasan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Ke depannya, Mapala UI akan terus melakukan terobosan dalam kegiatan di alam bebas yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

-Humas Mapala UI-

Narahubung: (Karin) 087776385310

Sekretariat Mapala UI: 021-78884872

Kontributor || Karina Londy

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih

Suasana diskusi umum pariwisata di Kantor Gubernur Papua Barat, Kota Manokwari.
Penyerahan cinderamata.

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan