Caption foto : Usai acara pelepasan peserta Diklatsar yang ke XX, Mapala Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat. (WARTAPALA INDONESIA / Dok. Mapala UMSB)
WartapalaIndonesia.com, Padang – Saat ini, kondisi alam dan lingkungan hidup terus memburuk. Anggota Mapala hendaknya berperan aktif mengatasinya.
Pesan itu disampaikan Dr. Ir. H. Firman Hidayat. MT tatkala melepas 12 orang peserta Pendidikan Dasar (Diksar) yang ke XX, Mapala UMSB (Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat).
Firman Hidayat adalah Pembina Mapala UMSB. Dia juga dosen di Fakultas Kehutanan UMSB.
Selain dihadiri jajaran pengurus dan anggota Mapala UMSB, Turut menghadiri upacara pelapasan adalah Dekan Fakultas Kehutanan, Dekan Fakultas Fisipol dan FAI, Gubernur BEM Kehutanan, Ketua Umum IMM PK Al Dinawari, UKM Menwa, dan tamu undangan lainnya.
Upacara pelepasan berlangsung di lapangan Kampus 1 UMSB. Pada hari Senin, 7 November 2022.
“Terhadap kondisi alam dan lingkungan yang terus memburuk, anggota Mapala tak boleh diam. Tetapi harus senatiasa berperan aktif menjaga, serta melestarikan alam dan lingkungan,” jelas Firman Hidayat.
Kepada peserta Diksar Mapala UMSB, Firman Hidayat berharap mereka nantinya menjadi kader yang cerdas, tangguh dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap alam, lingkungan dan kemanusiaan.
Sementara itu, Ketua Umum Mapala UMSB, Hasanul Lutfi, dalam sambutannya mengajak peserta Diksar agar jangan pernah merasa puas dalam menuntut ilmu, serta menjadikan alam sebagai guru.
“Kita sebagai mahasiswa pecinta alam, harus mempunyai jiwa optimis untuk melestarikan alam dan lingkungan, karena alam merupakan sejatinya guru untuk semua manusia,” ujar Hasanul Lutfi.
Diksar Mapala UMSB berlangsung tanggal 7 hingga 13 November 2022. Lokasinya berada di Lori, Lubuk Minturun. Kecamatan Koto Tangah. Kota Padang.
Lori merupakan kawasan hutan yang ditumbuhi oleh tanaman keras, perdu dan semak. Di sana juga ada sungai, dan tersedia aneka tumbuhan yang dapat dimakan oleh peserta Diksar ketika praktek materi survival.
Jarak dari kampus UMSB ke kawasan hutan Lori, sekitar 9 kilometer. Ke lokasi Diksar, peserta akan long march, atau jalan jauh. Long march dimulai dari kampus UMSB.
“Rute long march berupa jalan aspal, perkampungan, jalan setapak, menyeberang sungai dan melintas hutan,” jelas Hasanul Lutfi. (AS)
Kontributor || Junita Tiara, Mapala UMSB
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)
1 Comment