Mapala UMY Berhasil Menembus Jalur Candi Muncar Ke Desa Genilangit

Caption Foto : Latihan SAR Dan Navigasi Darat Mapala UMY selama tiga hari, berhasil menembus jalur dari Candi Muncar di Jawa Tengah, ke Desa Genilangit yang berada di wilayah Jawa Timur. (WARTAPALA INDONESIA/Mapala UMY)

WartapalaIndonesia.com, Jogjakarta – Untuk menajamkan skill dan meningkatkan pengalaman lapangan anggotanya, Mapala UMY (Universitas Muhammadiyah Yogykarta) melakukan latihan SAR (Search and Rescue) dan Navigasi Darat. Pesertanya 12 orang.

Meski bertajuk “latihan” tetapi tim kecil itu berhasil menembus jalur dari Candi Muncar yang berada di Wonogiri, Jawa Tengah, ke Desa Genilangit yang terletak di Magetan, Jawa Timur.

Dibawah arahan Singgih Ainin yang menjabat ketua pelatih, tim Mapala UMY berangkat dari Jogjakarta pada jum’at pagi, 26 November 2021.

Siangnya, tim Mapala UMY tiba di Candi Muncar, desa Bubakan, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri.

Candi Muncar adalah titik awal perjalanan panjang menembus jalur yang merupakan pokok dari pelatihan SAR dan Navigasi Darat.

Selepas rehat sambil briefing, tim Mapala UMY berangkat dari Candi Muncar menuju Puncak Sitatang.

Materi yang dipraktekan pada hari pertama ini adalah SAR dengan teknik penyusuran jalur setapak yang kemungkinan besar dilewati oleh survivor.

“Teknik yang kita praktekkan sekarang,” jelas Singgih, “Adalah penyusuran jalur yang digunakan oleh survivor.

“Menurut informasi dari warga sekitar, survivor berada di puncak Sitatang. Survivor butuh evakuasi segera,” kata Singgih.

Sore hari sekitar jam 18.30, tim Mapala UMY berhasil menemukan suvivor di Puncak Sitatang.

Usai latihan di hari pertama ini, tim Mapala UMY mendirikan camp di Puncak Sitatang.

Pada hari kedua latihan, tim Mapala UMY bergerak dari di Puncak Sitatang menuju Puncak Girimanik.

Teknik latihan pada hari kedua, masih menggunakan penyusuran jalur sampai Puncak Girimanik.

Namun lantaran cuaca yang tidak mendukung, latihan terpaksa berhenti di titik ketinggian 1884 mdpl. Dari sini Puncak Girimanik masih setengah perjalanan. Tim Mapala UMY lantas mendirikan camp di titik ini.

Pada hari ketiga latihan, materi yang dipraktekkan adalah navigasi darat.

Fokus untuk berlatih navigasi darat adalah perjalanan dari titik 1884 mdpl menuju desa Genilangit, Poncol, Magetan. Jawa Timur.

Perjalanan itu melintasi batas wilayah dua provinsi bertetangga, yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Menurut Singgih, dalam navigasi darat, langkah pertama yang digunakan adalah resection.

“Resection adalah cara untuk mengetahui titik awal pergerakan. Setelah itu topo jalur untuk menentukan jalur mana yang akan dilewati,” lanjutnya.

Terhadap  latihan SAR dan Navigasi Darat yang berjalan dengan baik, ketua Mapala UMY Muh. Aris Wafdulloh yang juga menjadi salah seorang peserta, mengaku sangat apresiatif.

Dikatakan oleh Aris, “Mapala UMY berlatih selama tiga hari di medan yang belum kami kenal. Latihan ini benar-benar menambah kemampuan, keterampilan dan pengalaman anggota Mapala UMY di bidang SAR dan navigasi darat.”

“Semua itu sangat bermanfaat bagi peningkatan kualifikasi pribadi anggota, serta bagi perkembangan kegiatan pengabdian Mapala UMY kepada masyarakat luas di masa-masa mendatang,” pungkas Aris. (AS)

Kontributor || Nur Azizah, WI 21023 AB. Mapala UMY.
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: