Mata Universitas Muhammadiyah Pontianak Kukuhkan Enam Anggota Muda, Diberi Nama Angkatan Nawasena

WartapalaIndonesia.com, BENGKAYANG – Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Pontianak (Mata UMP) mengukuhkan enam anggota muda baru di Pantai Gosong, Kabupaten Bengkayang. Pada Minggu (5/7/2026).

Pengukuhan melalui penyematan slayer merah berlogo Mata UMP ini menjadi oase penyegar bagi organisasi yang tengah menghadapi fase krusial.

Rangkaian pendidikan panjang ini telah dimulai sejak 9 Mei 2026 melalui penyematan slayer taruna di kampus. Selama hampir dua bulan, Mata UMP menerapkan model pendidikan yang adaptif yakni mengombinasikan disiplin ketat fisik dan materi lapangan dengan formula kedisiplinan yang dinamis, tanpa memudarkan esensi dasar pendidikan alam bebas.

Angkatan baru ini diberi nama “Nawasena” (bahasa Sanskerta: masa depan yang cerah). Nama ini menjadi amanah besar karena di tengah kondisi internal Mata UMP yang sedang mengalami krisis organisasi, pundak angkatan Nawasena inilah yang diberi tanggung jawab untuk menyelamatkan dan menghidupkan kembali marwah organisasi.

“Angkatan ini diibaratkan telah melewati ‘malam yang gelap dan badai yang dingin’ selama masa tempaan fisik dan mental. Kini, mereka berhasil terbit sebagai fajar baru yang membawa kehangatan dan cahaya bagi organisasi,” ungkap seorang perwakilan Alumni Mata UMP.

Perjalanan panjang ini dipenuhi seleksi alam yang berat, di mana dari total 11 taruna di awal perjuangan, sebanyak 4 taruna (3 dari Fakultas Hukum dan 1 dari FKIP PGPAUD) tidak bisa melanjutkan kegiatan hingga akhir karena terkendala izin orang tua, tugas kuliah yang padat, serta faktor kesehatan.

Kebanggaan luar biasa pun terpancar karena angkatan Nawasena ini didominasi oleh para Srikandi yang terdiri dari 5 mahasiswi FKIP PGPAUD dan 1 mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Mereka adalah Endang Putria (Poteng), Yulyawati (Loncot), Nita Febriani (Mayas), Nurul Syafika (Tapai), Angela Periska (Boncel), dan Aris (Cimeng).

Kehadiran para calon pendidik anak usia dini di medan rimbawan ini membuktikan bahwa ketangguhan mental tidak mengenal gender. (*)

Kontributor || Siti Halijah
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.