Caption foto : Kegiatan lapangan anggota Mapala UMRI di wilayah Imbo Putui Desa Petapahan. (WARTAPALA INDONESIA / Raja Alpian).
WartapalaIndonesia.com, PEKANBARU – Mapala Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) berhasil meraih pendanaan dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia, untuk menjalankan program bertajuk Save the Forest, Protect the River for the Better Imbo Putui.
Demikian kata Ketua Umum Mapala UMRI, Marfuad saat dihubungi Wartapala melalui sambungan selular. Pada Sabtu, 3 Mei 2025.
Marfuad memapar, sejak 19 Februari hingga 4 Maret 2025, proposal yang masuk ke BPDLH mencapai 2191. Dari jumlah ini, Tim Percepatan Small Grant Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kemudian melakukan seleksi ketat.
Hasilnya, hanya 346 proposal yang lolos dan dinyatakan berhak mendapat dana bantuan. Pengumuman dirilis melalui kanal resmi BPDLH pada 28 April 2025.
“Alhamadulillah, Mapala UMRI masuk daftar yang lolos. Padahal saingan kami dari seluruh Indonesia,” kata Marfuad.
Mapala UMRI berinisiatif mengirim proposal ke BPDLH lanjut Marfuad, merupakan aksi nyata Mapala UMRI untuk menjawab tantangan kerusakan lingkungan hidup, khususnya di kawasan yang memiliki nilai ekologis dan budaya tinggi.
Melalui pendanaan ini, Mapala UMRI akan merealisasikan program Aksi Pemuda Hijau: Save the Forest, Protect the River for the Better Imbo Putui, sebagai bentuk nyata komitmen generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan dan sungai yang menjadi jantung kehidupan masyarakat.
Wilayah Imbo Putui Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, dikenal sebagai salah satu kawasan hutan adat yang memiliki fungsi ekologis penting dalam menjaga kestabilan iklim mikro, sumber air, dan keanekaragaman hayati.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini menghadapi ancaman akibat deforestasi dan alih fungsi lahan.
Program Mapala UMRI di sana akan diimplementasikan ke berbagai kegiatan konservasi, seperti reforestasi dan kampanye edukatif kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga hutan dan sungai.
Implementasi tersebut bakal menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian kawasan hutan dan sungai di wilayah adat Imbo Putui.
Guna keberhasilan programnya, Mapala UMRI berencana menggandeng berbagai mitra lokal, termasuk tokoh adat, pemerintah desa, serta komunitas lingkungan untuk memastikan program ini berjalan partisipatif dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini juga akan diselaraskan dengan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat dan inklusif terhadap kelompok rentan,” pungkas Marfuad. (RA).
Kontributor || Raja Alpian
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)