Melindungi Flora & Fauna Sanggabuana

Elang Jawa di langit Sanggabuana. Penggiat lingkungan menyayangkan banyak fauna yang dilindungi Undang-Undang di Pegunungan Sanggabuana - Kabupaten Karawang, Jawa Barat terancam punah. (11/11) WARTAPALAINDONESIA/ Arlina Aprilia Pratiwi

Wartapalaindonesia.com, KARAWANG – Penggiat lingkungan di Karawang, Jawa Barat menyayangkan banyak fauna yang dilindungi Undang-Undang di Pegunungan Sanggabuana – Kabupaten Karawang, Jawa Barat terancam punah.

Juru bicara Bara Rimba, Nuraidah mengatakan dari hasil ekspedisi yang dilakukan pihaknya di Pegunungan Sanggabuana, Kecamatan Tegalwaru selama kurun waktu 1 tahun lebih.

Ditemukan sejumlah fauna yang termasuk dilindungi Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa liar.

Nuraidah menyebutkan sejumlah fauna tersebut diantaranya adalah Kupu-kupu Raja dengan nama ilmiah Troides Amphrysus ada pada urutan nomor 203.

Elang Alap (Accipitridae), Pekak Emas (Pelargopsis Capensis), Rangkong (Bucerotidae) dan masih banyak lainnya.

“Namun keberadaan mereka saat ini kian terancam dengan kondisi Pegunungan  Sanggabuana yang terus terusik. Adanya aktivitas pertambangan, perambahan perkebunan masyarakat dan satu lagi adalah perambahan pariwisata,” ungkap Aidah kepada Wartapala Indonesia, kemarin sore (11/11/2017).

Ia mencontohkan Kupu-kupu Raja sendiri dalam siklus hidupnya dari mulai telur, ulat, kepompong sampai dengan menjadi kupu-kupu sangat bergantung pada satu jenis tanaman perdu bertipe tahunan dengan jenis Asclepias L.

“Sedangkan ada habitat penting di Sanggabuana salah satunya adalah tanaman Pegunungan Sanggabuana sendiri Kapas Cinde atau nama ilmiahnya Asclepias Curassavica dan Bunga Balon atau nama ilmiahnya Asclepias Physocarpa. Dan ini merupakan bagian siklus hidup dari Kupu-kupu raja. Jika tanaman ini hilang, maka keberadaan mereka juga akan hilang,” ucapnya.

Aidah berharap dengan banyaknya fauna yang dilindungi di Pegunungan Sanggabuana. Pemerintah setempat segera mengajukan untuk menaikkan statusnya menjadi kawasan suaka margasatwa.

“Hal tersebut dilakukan untuk melindungi ekosistem di wilayah pegunungan satu-satunya di Karawang,” pungkasnya.

Kontributor : Arlina Aprilia Pratiwi, Jurnalis WI Karawang

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Fauna Sanggabuana yang dilindungi Undang-Undang

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini:
Positive SSL