WARTAPALA INDONESIA

Memaknai Hari Gunung Sedunia 2016

Wartapalaindonesia.com, OPINI – Kekayaan alam di bumi ini sangat berlimpah dan tidak akan pernah ada habisnya, kekayaan daratan, lautan dari flora maupun fauna yang dimilikinya. Salah satu kekayaan dari bumi adalah gunung, jumlah gunung saat ini mencapai kurang lebih 193 gunung yang mencakup 39 gunung berapi yang masih aktif dari seluruh dunia, sedangkan Indonesia sendiri memiliki kurang lebih 70 gunung dari seluruh pulau dan 22 gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini.

Gunung diciptakan sebagai pasak bumi untuk menjaga keseimbangan bumi dan mencegah goncangan di permukaannya. Gunung sangat berperan penting dalam kehidupan manusia untuk memberikan berbagai manfaatnya, diantaranya sebagai tempat penyimpanan air dan mengalirkannya ke daerah yang lebih rendah, serta sebagai tempat hidupnya ekosistem flora dan fauna, serta menyuburkan tanah di sekitar lereng gunung.

Selain dengan manfaatnya, gunung juga sering-sering disebut sebagai sumber kehidupan, dimana ekosistem dalam gunung sangatlah berperan untuk tumbuh dan berkembang untuk menjaga keseimbangan alam.

Dua tahun ini di Indonesia sering terjadi kebakaran hutan dan gunung, seperti halnya kebakaran gunung Merbabu dan Lawu pada bulan Agustus 2015 yang menewaskan beberapa pendaki. Dan akhir-akhir ini terjadi kebakaran lahan di gunung Gayo, Aceh Tengah yang membakar puluhan hektar hutan pinus.

Kini, kerusakan alam sudah merajalela karena ulah manusia atau alam itu sendiri. Pembangunan gedung-gedung, perumahan, pabrik-pabrik industri semakin meningkat tanpa memperhatikan kehidupan ekosistem untuk keseimbangan alam disekitarnya, perbukitan yang dijadikan sebagai jantung penyerapan air dihilangkan dan dibangun perumahan-perumahan mewah.

Akhir-akhir ini, kerusakan gunung sering terjadi dikarenakan banyaknya vandalisme dan sampah-sampah yang tersebar di jalur pendakian, ini adalah kerusakan yang dilakukan oleh manusia itu sendiri tanpa memperhatikan eksistensi keindahan alam di gunung.

Atas perbuatan manusia tersebut, maka jangan disalahkan jika hewan-hewan atau yang sering di sebut sebagai penghuni hutan dan gunung menyerang pemukiman manusia dan merusak untuk memenuhi kebutuhan kehidupan mereka. Dan jangan disalahkan pula jika sering terjadi bencana alam longsor dan banjir tanpa disangka-sangka dan diperhitungkan.

Sejak tahun 2003, Peserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 11 Desember sebagai International Mountain Day (Hari Gunung Sedunia) dan memberikan perintah kepada Food And Agriculture Organization (FAO) dengan kewenangannya untuk melangsungkan Hari Gunung Sedunia tersebut.

Dalam laman resmi FAO menyebutkan, bahwa setiap tahun dalam peringatan hari gunung yang perlu diingat adalah untuk terus menciptakan kesadaran tentang pentingnya pegunungan untuk kehidupan dan untuk menyoroti peluang dan hambatan dalam pengambangan gunung, serta membangun aliansi yang akan membawa perubahan positif bagi masyarakat pegunungan dan lingkungan di seluruh dunia.

Pada peringatan Hari Gunung Sedunia tahun 2016 bertemakan Mountain Cultures: Celebrating Diversity And Strengthening Identity (Kebudayaan Gunung: Merayakan Keragaman Dan Pengokohan Identitas), tema tersebut mempunyai makna yang besar bagi kelangsungan hidup manusia.

Dalam kehidupan manusia, pegunungan memiliki warisan kebudayaan untuk memelihara alamnya dengan cara-cara yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka dengan tradisi-tradisinya, kebanyakan dari mereka menjadikan gunung sebagai tempat sakral untuk menaruhkan hidup demi keseimbangan dan kesejahteraan masyarakat pegunungan, seperti Gunung Semeru, Slamet, Merapi, Tambora, Rinjani, Lawu dan lain sebagainya dengan memberikan sesajen atau jamuan dengan ritual-ritual pada waktu-waktu tertentu.

Masyarakat gunung menaruhkan kehidupan mereka dengan alam sekitarmya, mereka dapat mencari nafkah dan bertahan hidup dengan hasil alam yang terdapat di gunung, serta mereka lebih bijak dalam memanfaatkannya. Identitas mereka sebagai masyarakat pegunungan akan terus diwariskan kepada keterunan mereka dari segala pengetahuan kebudayaan, tradisi dan warisan-warisannya, dengan pengetahuan yang diwariskan akan memberikan keseimbangan kehidupan ekosistem gunung dan lingkungan yang tertata.

Peringatan Hari Gunung Sedunia yang bertepatan dengan 11 Desember ini, dapat dijadikan salah satu acuan untuk lebih menyadarkan dan memperbaiki diri dengan melestarikan alam di gunung dan berhati-hati dalam berhubungan dengan alam, supaya tidak melakukan kerusakan dalam bentuk dan cara apapun. Sebab kehidupan dan keseimbangan alam adalah titipan untuk anak cucu kita yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Tulisan : Abdur Rouf

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: