Membawa Semangat Kemerdekaan dari Ketinggian Hingga ke Bawah Permukaan

Caption foto : Perwakilan anggota Mapala Kawaru yang melakukan pengibaran di Tebing Sewikul, Trenggalek. (WARTAPALA INDONESIA/ Azhar Danii)

Wartapalaindonesia.com, TRENGGALEK – Umumnya peringatan HUT RI dirayakan masyarakat dengan berbagai lomba. Mulai dari makan kerupuk hingga panjat pinang.

Namun berbeda untuk anggota Mapala Kawaru Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Dua tim akan diberangkatkan menuju Kab. Trenggalek untuk pengibaran di tempat yang berbeda. Masing-masing tim berisi satu orang putri dan satu orang putra yang akan dipencar menjadi Tim Caving dan Tim Panjat Tebing.

Tim Panjat Tebing

Upacara pengibaran bendera oleh Tim Panjat Tebing dilaksanakan di Tebing Sepikul yang berada di Desa Watuagung, KecamatanWatulimo, Trenggalek. Pengibaran bendera tersebut dilakukan tiap tahun pada tanggal 17 Agustus dalam memperingati Hari Kemerdekaan. Pada tahun 2019 ini Mapala Kawaru mendelegasikan dua anggotanya, yaitu Siput dan Gatel.

Tanggal 16 Agustus 2019, pukul 02.59 WIB Siput dan Gatel berangkat bersama dengan Tim Caving yaitu Pencit dan Gayu dari Terminal Purabaya Bungurasih, Surabaya. Perjalanan keTrenggalek memakan waktu selama 4 jam. Waktu menunggu bus oper di Terminal Gayatri Tulungagung sangat lama.

Hingga akhirnya pada pukul 08.46 WIB  melanjutkan perjalanan dengan menaiki bus mini dan turun di Terminal Durenan. Lalu lanjut naik colt sampai di Desa Watuagung dan menumpang pick up yang lewat menuju dusun terakhir.

Siput dan Gatel naik bersama kambing di atas pick up dan ternyata pak sopir lupa jika dia menumpangi Siput dan Gatel, sehingga Siput dan Gatel harus berjalan lagi.

Setelah berjalan agak jauh, tepat pukul 11.30 WIB Siput dan Gatel sampai di lokasi camp. Lokasi camp berada di bawah tebing. Lokasi camp sangat sepi, dan ternyata hari itu adalah hari free jadi banyak peserta yang keluar camp.

Tetapi di camp masih ada Pipit dari Wanala Unair. Tak lama berselang juga datang Riski, Yogha, dan Ringgo seusai manjat.

Tanggal 17 Agustus 2019 upacara memperingati hari kemerdekaan akan dilaksanakan. Pengibaran bendera dilakukan di pitch 6 Tebing Sepikul. Pengibar bendera sudah melakukan ascending sejak pukul 05.30 WIB.

Siput meminta ijin ke Rochmen untuk ikut serta berpartisipasi pada pengibaran bendera merah putih yang berukuran 30×15 meter. Akhirnya Siput diperbolehkan dan ia pun segera bersiap untuk melakukan ascending, pukul 06.50 WIB start dan sampai pitch 6 pukul 08.15 WIB.

Siput bertemu dengan pengibar lainnya yaitu dari NASA dan Wanala. Upacara dimulai pada pukul 09.00 WIB.

Para pengibar sudah bersiap, saat sudah memasuki susunan pengibaran bendera, lagu Indonesia Raya dinyanyikan dan para pengibar bendera langsung mengibarkan sang saka merah putih.

Bendera sudah berkibar dan semua pun hormat kepada sang saka merah putih. Pukul 09.45 WIB para pengibar bersiap–siap untuk menurunkan bendera, setelah bendera diturunkan para pengibar langsung mengclean.

Pukul 11.00 WIB Siput lakukan rapling terlebih dahulu dan membantu pengibar lainnya membawa bendera turun. Tepat pukul 13.00 WIB Siput sampai di ground.

Keesokan harinya pada tanggal 18 Agustus 2019 Siput dan Gatel melakukan pemanjatan via ferrata bersama dengan yang lainnya. Pukul 08.37 WIB start dan sampai puncak pada pukul 09.50 WIB.

Di puncak semua berfoto dan setelah puas, pukul 10.15 WIB mulai perjalanan turun. Sampai di ground pada pukul 11.12 WIB. Setelah itu langsung kembali ke rumah Pak Kamidi dan bersiap untuk kembali ke Surabaya.

Tim Caving (Penelusur Gua)

Sementara Tim Penelusur Gua, yaitu dua anggota dari Mapala Kawaru beserta beberapa penggiat alam bebas lainnya melakukan perjalanan menuju Kab. Trenggalek pada hari Jumat, 16 Agustus 2019.

Tujuan perjalanan tersbeut untuk melakukan pengibaran bendera merah putih di Gua Grojokan Sewu, Dusun Kapit Desa Pandean Kec. Dongko – Kab. Trenggalek tepat pada tanggal 17 Agustus 2019.

Dengan bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak, upacara peringatan ke-74 tahun Indonesia Merdeka ini berlangsung khidmat. Tak lupa pula, dalam pelaksanaan upacara kami membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Suasana haru menyelimuti ketika pembacaan amanat dari Pembina upacara. Dalam amanatnya, Pembina mengingatkan peserta upacara tentang perjuangan para pahlawan yang telah memerdekakan Bangsa Indonesia.

Upacara dilakukan di chamber yang terletak di dalam Gua Grojokan Sewu. Setelah upacara berlangsung, tak lupa kami melakukan eksplor gua guna mengetahui apa saja biota dan oranamen-ornamen dalam gua.

Melalui lorong-lorong sempit kami melihat keindahan di bawah permukaan tanah ini.

“Ini merupakan kali pertama saya masuk Gua. Saya tidak menyangka, di bawah tanah yang biasa orang pijak terdapat sebuah keindahan yang mengagumkan,” ujar salah seorang anggota Mapala Kawaru.

Gua Grojokan Sewu memiliki lorong horizontal serta vertical sehingga kami memerlukan alat yang memadai untuk menuruni gua tersebut. Dengan panjang kurang lebih 15 meter untuk lorong vertical dan kurang lebih 1 km untuk lorong horizontal.

Estimasi waktu untuk kegiatan di dalam gua berkisar sekitar 7–8 jam. Kami menjumpai beberapa biota dalam gua seperti kelelawar, jangkrik dan ikan sidat. Ornamen–ornamen dalam gua pun masih hidup. Ornamen yang kami jumpai diantaranya adalah Flow Stone, Stalagtit, Stalagmit, dan Straw.

Kontributor || Azhar Danii, WIJA Malang

Editor || Nadiatul Ma’rifah, WI 190044

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: