Mendaki Bukan Hanya Sekedar Trend dan Hura-Hura

Wartapalaindonesia.com, OPINI – Mendaki gunung merupakan olahraga alam yang biasa dilakukan oleh pencinta alam atau para petualang. Olahraga ini bukanlah olah raga biasa, namun sangat memacu adrenalin dan tergolong olahraga yang cukup berbahaya.

Oleh karena itu dibutuhkan keahlian dan ilmu-ilmu khusus untuk melakukan olahraga ini. Selain itu juga diperlukan persiapan yang sangat matang sebelum melakukannya.

Saat ini mendaki gunung bukan lagi olahraga yang sulit untuk dilakukan, karena kegiatan ini sudah dianggap sebagai lifestyle atau trend masa kini. Apalagi sejak boomingnya film 5cm yang menggambarkan pendakian di Mahameru. Banyak masyarakat, terutama para remaja yang ramai-ramai dating ke gunung hanya untuk kepuasan tertentu.

Misalnya untuk melihat matahari terbit dan lautan awan dari puncak tertinggi, serta untuk mendapatkan hasil foto pemandangan yang bagus. Kegiatan ini dilakukan semata-mata hanya untuk hura-hura tanpa memperhatikan standart safety sebagai keselamatan pendakian.

Mereka yang bukan pendaki atau yang disebut sebagai pendaki amatir sering kali mengabaikan aturan atau adat istiadat yang dipercaya oleh masyarakat setempat.

Misalnya dengan merusak atau mengambil tanaman yang ada disekitarnya, mencoret batu, mengukir tulisan di pohon dan sering kali membuang sampah sembarangan.

Kadang mereka juga begitu acuh dengan bahaya yang mungkin saja bias terjadi karena tidak dimilikinya ilmu-ilmu dan keahlian khusus mendaki.

Pentingnya ilmu navigasi darat sangat mempengaruhi keselamatan dalam mendaki, karena apabila kita tidak memiliki ilmu tersebut mungkin saja hal yang tidak diinginkan bias terjadi.

Namun bukan hanya itu, manajemen logistikpun juga sangat penting mengingat kebutuhan kalori saat berkegiatan sangatlah harus diperhatikan, karena itu merupakan kebutuhan utama.

Kalori yang dibutuhkan saat berkegiatan di lapang berkisar antara  2.200 kkal – 2.530 kkal. Kebutuhan kalori sebesar ini didapatkan dari coklat, daging-dagingan berlemak dan dari karbohidrat lainnya.

Kesalahan yang juga kadang dilakukan oleh para pendaki amatir terletak pada pengepakan barang bawaan yang salah. Pengepakan barang dalam carrier sangatlah penting karena ini juga mempengaruhi kegiatan pendakian.

Mengingat medan yang sulit, maka semua barang bawaan harus masuk kedalam carrier dan tidak diperbolehkan satu barangpun menggantung di luarnya. Carrier juga harus dilapisi dengan rain cover, untuk menghindari basahnya pakaian saat terjadi hujan.

Intinya saat melakukan kegiatan, harus mengenal medan, menguasai ilmu, memperhatikan aturan dan tetap pada prinsip bahwa :

“Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, jangan mengambil apapun kecuali foto dan jangan membuang apapun kecuali waktu”.

Ditulis oleh : Chalimatus Sa’diah (Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” JawaTimur)

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.