Menjaga Budaya dan Kelestarian Lingkungan, Mahasiswa Gayo Gelar Napak Tilas

Caption foto: Panitia dan Peserta “Kembali Ke Gayo 1860” berfoto bersama di Rumah Adat Reje Baluntara (Wartapala Indonesia/Doc. Serumpun Bambu Gayo Mengajar)

Wartapalaindonesia.com,ACEH- Mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam UKM Pecinta Alam MAHAGAPA Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon, Serumpun Bambu Gayo Mengajar, Sahabat Safar, Forum Lingkar Pena (FLP) Takengon, dan IPEMATO (Ikatan Pemuda Mahasiswa Toweren) mengadakan kegiatan dengan tema “Kembali ke Gayo 1860, Mengingat Adat dan Sejarah Reje Baluntara Toweren” yang diadakan di Rumah Adat Reje Baluntara, desa Toweren, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah pada Senin, 14 Juni 2021.

Ketua IPEMATO, Sunnatun Awwalin, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya pemuda setempat guna menapaktilasi tentang adat-istiadat dan nilai sejarah suku Gayo kepada generasi muda agar adat dan budaya ini senantiasa terjaga nantinya. “Fenomena teknologi saat ini malah menjauhkan generasi muda dari kecintaan adat dan budayanya yang menyimpan moral yang tinggi”, terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Karimi, anggota IPEMATO sekaligus ketua panitia kegiatan. “Kegiatan ini merupakan inisiatif dari pemuda dan mahasiswa desa Toweren, Aceh Tengah untuk mengadakan kegiatan, disamping meningkatkan pengetahuan bagi anak-anak dan remaja, sebagaimana yang kita tahu, Covid-19 membuat anak-anak tidak bisa belajar, jadi kita ajak mereka mengenal sejarah”, ujarnya.

Ketua UKM PA MAHAGAPA Universitas Gajah Putih Takengon, Rahmad Rizki (Paddle), mengatakan kontribusi UKM PA MAHAGAPA dalam kegiatan ini adalah memberikan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui sosialisasi kepada peserta dan mengajarkan teknik survival alam bebas, salah satunya mengajarkan kepada peserta tentang cara mendirikan tenda/kemah. “MAHAGAPA juga melakukan pendekatan dari segi budaya tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui acara ini. Ketika ingin memasukkan isu-isu lingkungan, terkadang ada beberapa lokasi mengharuskan kita melakukan pendekatan dengan kultur budaya setempat. Maka kita selaku mahasiswa pecinta alam, dapat memasukkan unsur ini dalam melakukan penyadaran terkait lingkungan”, ungkapnya. Ia juga berharap agar kiranya rekan-rekan mahasiswa pecinta alam di seluruh penjuru tanah air dapat melakukan sosialisasi tentang lingkungan melalui kultur budaya.

Adapun acara yang diselenggarakan ini meliputi : storytelling tentang sejarah Rumah Adat Reje Baluntara, pelatihan menulis untuk pemula, taman baca, praktek penulisan, menggambar, game dan cara pemasangan tenda. Acara ditutup dengan penampilan Tari Guel sebagai salah satu tari khas Gayo di Aceh Tengah.

Kontributor II Andi Tharsia, WI 200141

Editor II Yahya M. Ilyas, WI 200092

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.