WARTAPALA INDONESIA

Menurunnya Citra Mahasiswa Pecinta Alam???

Caption foto: Aksi saat sedang membersihkan sampah di sungai. (WARTAPALA INDONESIA/ Luthfi Muharram dan Seprian Nurhidayatulloh)

Wartapalaindonesia.com, TANGERANG – Di awal tahun 2019 ini, kita bisa melihat banyak organisasi atau instansi yang berlatarbelakang kepedulian alam/lingkungan sedang gempar mengkampanyekan pelestarian lingkungan dengan sebuah aksi nyata. Terhitung sudah ada lima organisasi yang saya dengarkan. Dari yang terjauh sampai yang hanya berjarak 500 meter dari rumah saya itu, ada sekelompok orang menyerukan dan mengajak kita khususnya saya pribadi untuk terjun menjadi bagian dari gerakan mereka.

Mulai dari BKSDA DKI Jakarta yang akan melakukan acara aksi bersih sampah di Muara Angke. KSH/RTM yang berlokasi di Muara Cisadane Kabupaten Tangerang, yang dari dulu hingga sekarang selalu berkelut dengan lumpur untuk menanam bibit mangrove.

Yayasan Sahabat Ciliwung yang dari dulu hingga sekarang juga selalu mengakampanyekan adanya Arung Edukasi untuk menjadikan Sungai Ciliwung seperti sedia kala. Serta gerakan yang terbaru yaitu memperindah kota Depok dengan kreatifitas tangan dari setiap relawan. Remaja Kedaung (HIPKI) juga yang setiap minggunya selalu mengadakan aksi bersih sampah di wilayah sekitaran Kedaung, khususnya Setu Sawangan perbatasan kecamatan Kedaung dengan kecamatan Sawangan.

Dan yang paling dekat dari rumah saya adalah Green Campbone. Di akhir tahun ini, para anggota dan relawan sangat bersungguh-sungguh serta continue dalam melakukan gerakan aksi bersih sampah sungai Pesanggrahan. Serta menjadikan lokasi tersebut sebagai hutan percontohan dengan banyak ditanami bibit pohon dan perawatannya.

Saya (Luthfi) seorang Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) katanya hehe. Sebenarnya hati ini sudah sangat bergejolak untuk bergerak melakukan gerakan pelestarian tersebut. Dari salah satu bahkan lebih gerakan yang dilakukan. Saya merasa malu dengan cap yang tertera di leher saya, dimana menandakan sebagai seorang Mapala namun tidak dapat mengikuti kegiatan-kegiatan demikian.

Saya merasakan menurunnya eksistensi mahasiswa yang berlatar belakang pecinta alam. Khususnya wilayah Jabodetabek, yang semestinya harus secara real serta continue untuk melakukan pelestarian alam.

Saya berkaca pada diri saya pun seperti itu. Saya bertanya pada diri saya, apa karena orang-orangnya atau organisasinya? Saya termenung, lantas saya berfikir organisasi adalah benda mati tidak akan tergerak jika tidak ada yang menggerakkan.

Simpel saya, di balik organisasi Mapala banyak orang-orang yang sebenarnya memiliki rasa kepedulian terhadap alam tersebut. Namun kebanyakan Mapala lupa dengan apa yang tertera dalam nama organisasinya, mereka dituntut untuk banyak berkegiatan yang berupa adventure, sosial, penelitian, budaya, senang-senang dan lain-lain.

Sehingga kader-kader yang terlahir setelah mendapatkan cap sebagai Mapala tidak dapat membagi fokusnya untuk pelestarian lingkungan, peduli lingkungan, mencintai alam, konservasi dan lain-lain. Saya setuju dengan Mapala yang berkegiatan seperti adventure, sosial dan lain-lain, bahkan saya anggap perlu untuk meningkatkan kualitas Mapala di mata dunia, khususnya di Indonesia sendiri.

Namun di balik itu semua jangan melupakan kode etik pecinta alam, yang di dalamnya kita diserukan untuk melestarikan, menjaga, melindungi serta menghidupkan kembali alam kita ini. Saya rasa ini merupakan sentilan untuk kita bersama agar kita sadar dari mana kita berasal dan akan kembali kemana (alam). Dan semoga orang-orang, khususnya saya pribadi di dalam Mapala dapat menyeimbangkan kegiatan-kegiatan organisasi mereka berupa pelestarian alam, adventure, sosial dan lain sebagainya. Agar citra Mapala memang benar, bahwa kita MAPALA (mahasiswa pecinta alam).

Kontributor || Luthfi Muharram dan Seprian Nurhidayatulloh (WIJA Tangerang Selatan)

Editor || Agung Wahyu Utomo

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: