WartapalaIndonesia.com, SLEMAN – Menyambut Hari Konservasi Dunia Kampung Keluarga Berkualitas Sendangsari (KKBS) yang bersekretariat di Kroco, Sendangsari, Pengasih, Kulon Progo berkunjung ke Sekolah Air Hujan Banyu Bening Sleman dalam program kaji banding pengelolaan dan pemanfaatan air hujan sekaligus untuk meningkatkan kualitas kader Remaja Peduli Lingkungan Melalui Pengelolaan Sampah berjumlah 40 orang. Pada 27 Juli 2025
Dalam menyambut “Hari Konservasi Dunia” Kampung Keluarga Berkualitas Sendangsari (KKBS) yang bersekretariat di Kroco, Sendangsari, Pengasih, Kulon Progo berkunjung ke Sekolah Air Hujan Banyu Bening dalam program “Kaji Banding” pengelolaan dan pemanfaatan air hujan sekaligus untuk meningkatkan kualitas Kader Remaja Peduli Lingkungan Melalui Pengelolaan Sampah berjumlah 40 orang.
Lilik Wuryani, A. Md, Keb Programer Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja dari Puskesmas Pengasih 1 yang juga Koordinator kunjungan menyampaikan bahwa dalam pemberdayaan remaja ada inovasi “Manjada (Madrasah Anak Remaja Berdaya)” yang kegiatan nya melalui ketrampilan Pendidikan Kesehatan Hidup Sehat (PKHS) salah satunya adalah peduli lingkungan.
Hal ini dalam pembelajaran di Sekolah Air Hujan Banyu Bening berlokasi di Jalan Tempursari, Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581.
Dalam belajar pengelola dan pemanfaatan air hujan berharap agar remaja dapat “Amati Tiru Modifikasi (ATM)” secara sederhana. Dan bisa di sosialisasi kan kepada orang tua Remaja di bulan November di saat Monev di lakukan “Rencana Tindak Lanjut” nantinya.
Menurut Leluhur si mbah(kakek) dulu “kalau mau waras, mau sehat minumlah air hujan, buat mandi” yang telah di sampaikan lagi oleh Slamet Supriyono, S. Si (Dukuh Pengasih). Dalam kesempatan ini berharap juga untuk bisa menjadi mitra karena juga bergerak di lingkungan dan beliau sebagai Ketua Kepala Sekolah tentang Pengelolaan Sampah yang lahir tahun 2024.
Dalam kesempatan ini, Sekolah Air Hujan juga membantu mengecek air yang di bawa oleh peserta dengan alat Pengukur TDS (Total Dissolved Solids) agar mereka semua mengerti dan paham kandungan mineral yang ada di dalamnya. Air Hujan tetaplah hasilnya yang terbaik dari air yang di bawa dengan menjelaskan secara detail dan merubah cara pandang mereka semua dengan logika penjabaran seluas luasnya bahwa air hujan adalah sumbernya Air yang ada di Bumi ini. 5 Konsep Air Hujan (Menampung, Mengolah, Minum, Menabung, Mandiri) ini yang harus selalu di sampaikan oleh Sri Wahyuningsih, S. Ag (Founder Sekolah Air Hujan Banyu Bening).
Peserta juga mendapatkan penjelasan teknologi penampungan air Hujan 2025 yaitu ISLAH (Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan) yang sangat bisa di mengerti dan di pahaminya bahwa air hujan sudah melewati tiga kali penfilteran dan kualitasnya jauh di bandingkan air tanah saat ini.
Di pemrosesan akhir melalui alat setrum Elektrolisa ini hanya meningkatkan kualitas air Hujan yang sudah bagus menjadi lebih manfaat yang di pecah menjadi 2 partikel menjadi Air Asam dan Basa teng terlewati dengan arus listrik DC (Direct Current) yang di jelaskan secara gamblang oleh Sapto Wahyu Sri Buwono (Volunteer Rain Water).
Ilmu yang sangat langkah yang tidak di dapat di pendidikan formal bahwa air hujan adalah air penuh keberkahan dan terbukti murni dengan Klaster molekel kecil yang mampu menjadi transportasi untuk masuk ke dalam sel-sel tubuh kita. Sangat inspirasi dan menjadikan Kemandirian untuk “Budaya Tangguh Bencana” di mulai dari diri sendiri dengan Kesadaran, Empati, Sikap, Perilaku, dan Aksi.
“Siapa lagi kalau bukan Kita”.
“Selamat Hari Konservasi Dunia”
Kontributor ; AJ. Purwanto
Lilik Wuryani, A. Md, Keb Programer Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja dari Puskesmas Pengasih 1 yang juga koordinator kunjungan menyampaikan bahwa dalam pemberdayaan remaja ada inovasi Manjada (Madrasah Anak Remaja Berdaya) yang kegiatannya melalui ketrampilan Pendidikan Kesehatan Hidup Sehat (PKHS) salah satunya adalah peduli lingkungan.
Dalam belajar pengelola dan pemanfaatan air hujan, dia berharap agar remaja dapat “Amati Tiru Modifikasi (ATM)” secara sederhana. Kemudian bisa disosialisasikan kepada orang tua remaja di bulan November di saat Monev dilakukan pada rencana tindak lanjut nantinya.
Dukuh Pengasih, Slamet Supriyono, S. Si mengatakan, “Menurut leluhur si mbah dulu kalau mau waras dan mau sehat, minumlah air hujan, juga buat mandi”.
Dia berharap bisa menjadi mitra karena dia juga bergerak di lingkungan dan sebagai kepala sekolah tentang pengelolaan sampah.
Dalam kesempatan ini, Sekolah Air Hujan juga membantu mengecek air yang di bawa oleh peserta dengan alat Pengukur TDS (Total Dissolved Solids) agar mereka semua mengerti dan paham kandungan mineral yang ada di dalamnya.
Sri Wahyuningsih, S. Ag (Founder Sekolah Air Hujan Banyu Bening) mengungkap air hujan hasilnya tetap yang terbaik dari air yang dibawa. Sri Wahyuningsih juga menjelaskan secara detail tentang air hujan. Dia berupaya merubah cara pandang mereka semua dengan logika penjabaran seluas-luasnya bahwa air hujan adalah sumbernya air yang ada di bumi.
Peserta juga mendapatkan penjelasan dari Sapto Wahyu Sri Buwono (Volunteer Rain Water) tentang teknologi penampungan air hujan 2025 yaitu ISLAH (Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan). Agar peserta paham bahwa air hujan sudah melewati tiga kali penfilteran dan kualitasnya jauh di bandingkan air tanah.
Di pemrosesan akhir melalui alat setrum elektrolisa ini hanya meningkatkan kualitas air hujan yang sudah bagus menjadi lebih manfaat yang dipecah menjadi 2 partikel menjadi Air Asam dan Basa teng terlewati dengan arus listrik DC (Direct Current)
Menurut peserta, ilmu yang mereka dapat tergolong langka karena tak didapat di pendidikan formal bahwa air hujan adalah air penuh keberkahan dan terbukti murni dengan Klaster molekel kecil yang mampu menjadi transportasi untuk masuk ke dalam sel-sel tubuh kita. (AJP).
Kontributor || AJ. Purwanto
Editor || Danang Arganata, WI 200050
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)