Menyiapkan CAL Kepulauan Karimata Sebagai Destinasi Penelitian

Caption foto: Mengumpulkan specimen tumbuhan di sepanjang pendakian menuju Kolam Tenang. (WARTAPALA INDONESIA/ Ratdita Anggabumi)

Wartapalaindonesia.com, BOGOR – Perkembangan wisata di dunia pada beberapa tahun belakangan bergeser dari wisata biasa menjadi wisata minat khusus. Melihat potensi yang sangat menjanjikan dalam menambah devisa negara, maka Taman Nasional membuka kesempatan pada wisatawan dan peneliti untuk datang dan berkunjung  melihat keanekaragaman botani dan zoologi di dalam Taman Nasional.

Seorang penulis dan penjelajah rimba, Harley B Sastha dan kawan kawan, menjalankan satu program dengan nama, “Jelajah 54 Taman Nasional Indonesia”. Program ini diinisiasi oleh Baraka Bumi bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE).

Pada tim ini selain Harley, ada juga nama-nama yang sudah dikenal luas, diantaranya Medina Kamil, Chintya Tengens dan Tyo Survival. Mereka melakukan penjelajahan, eksplorasi dan pendataan seluruh kawasan Taman Nasional di Indonesia, sehingga dapat berkembang dengan baik potensi wisatanya tanpa melenceng dari kaidah dasar kelestarian alam.

Tim ini berusaha memperkenalkan dan memberikan informasi kepada masyarakat, bahwa kawasan Taman Nasional bukan sekedar tempat berwisata biasa. Ada banyak edukasi, merasakan pengalaman nyata (real experiences) juga berbagai kegiatan lainnya yang dapat dilakukan dalam kawasan ini.

Dengan adanya program Jelajah 54 Taman Nasional ini , diharapkan masyarakat dapat berwisata sekaligus mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang kawasan Taman Nasional. Banyak yang dapat digali pada kawasan CAL ini seperti sejarah, mitos, masyarakat dan kearifan lokal, bentang alam, serta berbagai macam jenis flora dan fauna, seperti yang dituturkan Harley B. Sastha, saat ditemui Wartapala disela kesibukannya di Bogor (24/3).

Pada tanggal 15-22 Maret 2019, Harley dan Tyo terlibat dalam kegiatan observasi dan eksplorasi di wilayah BKSDA Kalimantan Barat, khususnya pada kawasan Cagar Alam Laut (CAL) Kepulauan Karimata, yang berada di kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Pemerintah menetapkan kawasan Kepulauan Karimata dengan luas 77.000 hektar pada tahun 1985 sebagai kawasan CAL.

Ekosistem yang menakjubkan seperti mangrove dan hutan tropis dapat kita temukan di Kepulauan Karimata. Pada tahun 2014 kawasan CAL di pesisir barat Kalimantan ini bertambah luasnya menjadi sekitar 190.000 hektar dengan Pulau Serutu, Pulau Bulu, Pulau Surunggading, Pulau Besi, Pulau Buwan, dan Pulau Besi. Sedangkan Pulau Karimata adalah pulau yang terbesar diantara pulau pulau lainnya. Beberapa pulau kecil nan hijau ini nampak seperti serpihan surga yang jatuh di bumi pertiwi Indonesia.

Sesuai data dan informasi yang berhasil dikumpulkan oleh tim, dalam kawasan tersebut baik dari segi luas, segi potensi alam seperti tumbuhan dan satwa yang beraneka ragam, landscape Kepulauan Karimata telah memenuhi persyaratan sebagai Taman Nasional.

Kegiatan Jelajah Karimata 2019 dilaksanakan oleh BKSDA Kalbar dalam rangka mempersiapkan Kepulauan Karimata menjadi CAL sebagai destinasi penelitian berbasis masyarakat. Disisi lain keindahan kepulauan Karimata juga memiliki kebudayaan masyarakat lokal dengan sejarah masa lalu yang sangat panjang.

“Dengan adanya Jelajah Karimata 2019, sasaran selanjutnya akan didorong Kepulauan Karimata menjadi Taman Nasional baru yang akan melengkapi Taman Nasional lainnya. Segala potensi akan dikembangkan dengan pengkajian khusus melalui manajemen Taman Nasional bersama masyarakat dan elemen lainnya. Dengan harapan agar masyarakat luas dan peneliti dapat mengenal lebih dekat kekayaan alam Indonesia, sehingga dapat bersama sama menjaga kelestarian juga menjaga budaya dan kearifan lokal masyarakatnya,” tutur Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut, MT.

Ayo ke Taman Nasional, kita rawat, dan jaga kelestariannya agar kita tidak kehilangan kekayaan Indonesia yang sesungguhnya. Mari kita perdalam wawasan pengetahuan kita tentang keragaman flora dan fauna serta budaya masyarakat di sekitat Taman Nasional. Dan ayo kenali serta cintai negerimu dengan cara yang baik dan benar.

Kontributor || Ratdita Anggabumi, WIJA Jakarta

Editor || N. S. Kusmaningsih

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: