Caption foto: Foto bersama peserta pelatihan Mitigasi dan Pemanfaatan Air Hujan (8/12). (WARTAPALA INDONESIA/ Pena)
Wartapalaindonesia.com, BOGOR – Air adalah komponen penting untuk tubuh. Tubuh kehilangan air melalui berbagai proses biologis alami, seperti berkeringat dan pembuangan kotoran.
Minum banyak air setiap hari membantu menggantikan kehilangan cairan dan menjaga tubuh tetap sehat dan berfungsi secara optimal. Kini, kita bisa menemukan air dari berbagai sumber, yang sudah dapat dipastikan kebersihannya.
Namun, sebagian dari kita mungkin masih bertanya-tanya, aman kah jika kita minum air hujan? Dan kualitas air hujan dengan air kemasan bagus mana?
Dalam kegiatan yang berlokasi di Hammock Land, Megamendung Kab. Bogor ini dihadiri oleh Kepala Bidang PK BPBD Bogor Dede Armansyah, Nandang Prihadi (Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Jasa Konservasi di KLHK), Sri Wahyuningsih dari Komunitas Sekolah Air Hujan Banyu Bening, Usman Firdaus (Founder Mat Peci), dan Eka Suriansyah (Founder YALISA) sebagai narasumber.
Kegiatan dengan tema Pelatihan Mitigasi dan Manfaat Air Hujan ini dihadiri oleh berbagai komunitas maupun organisasi di Bogor. Antusias yang luar biasa dalam kegiatan ini, dalam Pentahelix.
Banyak permasalahan yang ada di Bogor ini, baik di musim hujan yang mengakibatkan banjir, saat kemarau kesulitan air. Juga membuang sampah sembarangan yang memberikan pelajaran besar saat banjir bandang di awal tahun 2020 ini.
Hal ini tentu saja menjadikan prihatin, jika kelak regenerasi kita mengalami hal yang sama atau akan lebih sengsara dengan bencana dimanja.
Mari kita sadar dan peduli untuk memulai bergerak melakukan hidup yang sehat dan bersih dalam kehidupan sehari-hari. Sehat dengan mengkonsumsi air hujan dan bersih dari sampah untuk mengurangi sampah plastik.
Misal, bagi para perokok janganlah buang puntung sembarangan, tapi kumpulkan dan manfaatkan untuk pestisida dan rabuk seperti yang sudah disampaikan oleh narasumber, Eka Suriansyah.
Banyak hal mengenai permasalahan sampah yang ada di sungai Ciliwung, baik dari hulu hingga ke hilir. Hulu merupakan sebuah aliran sungai yang berada di atas, atau biasa disebut dari pusat sumber sungai (awal aliran sungai). Sedangkan hilir adalah sebuah aliran sungai yang berada di bawah atau biasa disebut dengan daerah tempat berakhirnya sebuah aliran sungai.
Semua telah dijelaskan oleh Usman Firdaus, jadi lengkap sudah permasalahan yang ada di Bogor ini. Semoga masyarakat sudah mulai merubah kebiasaannya dan Pentahelix juga dijalankan, bukan hanya sekedar seremonial saja.
Setidaknya sampah di jalanan jarang ditemui. Banjir bisa ditekan dengan pencegahan yang dilakukan oleh masyarakat. Dengan mulai menampung ilmu dari pelatihan yang disampaikan oleh Bu Ning, sapaan akrab Sri Wahyuningsih.
Saatnya masyarakat mulai memanajemen airnya untuk keberlangsungan hidup ke depan. Kesadaran masyarakat harus terbangun dengan baik untuk upaya mitigasi bencana yang disebabkan oleh air hujan yang tidak terkelola dengan baik.
Dengan konsep 5M (Menampung, Mengolah, Meminum, Menabung, Mandiri) air hujan, sudah saatnya Bogor memulai untuk mengajak masyarakatnya untuk memanfaatkan air hujan. Air hujan digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari, utamanya untuk mengkonsumsinya.
Kontributor || Pena, WI 190027
Editor || Alton Phinandhita Prianto, WI 150001
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)