Pecinta Alam Harus Ambil Peran Dalam Penanggulangan Bencana

Caption foto : Webinar Internasional diikuti oleh pecinta alam di Timor Leste dan Indonesia. Menampilkan Arief Romadhoni dari SARMMI dan Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M. Ec. Komisioner International Universities Search and Rescue Council (IUSARC) The Northern of Cyprus, Republic of Turkey. (WARTAPALA INDONESIA/ Antoninho dos Santos Oliveira)

WartapalaIndonesia.com, Jakarta
– Penanggulangan bencana memang tanggung jawab pemerintah. Agar penanggulangan bencana berjalan lancar dan berhasil maksimal, pemerintah memerlukan keterlibatan banyak pihak. Termasuk partisipasi kalangan pecinta alam.

Hal itu disampaikan Arief Romadhoni Setiawan. SE. Kordinator Bidang Mitigasi Bencana SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia). Saat memaparkan materinya di Webinar Internasional yang diselenggarakan pada minggu pagi. (7/11/2021)

Keterlibatan itu terang Arief yang juga Senior Mapala Univ. Muhammadiyah Yogyakarta, telah diatur dan dijamin oleh Undang-undang nomor 24 tahun 2007. Tentang Penanggulangan Bencana.

“Pecinta alam sudah akrab dengan alam dan kegiatannya mengandung unsur kepedulian. Karena itulah pecinta alam harus berani ambil peran di penanggulangan bencana,” lanjutnya.

Salah satu tujuan penanggulangan bencana adalah memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana seperti banjir, longsor, tsunami, gempa serta jenis bencana alam lainnya.

Penanggulangan bencana imbuh Arief, dibagi dalam tiga fase, yakni prabencana, tanggap darurat, dan pasca bencana.

Fase pra bencana dilakukan dalam situasi tidak terjadi bencana, dan dalam situasi terdapat potensi terjadinya bencana.

Tanggap darurat adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan.

Sedangkan fase pasca bencana meliputi rehabilitasi dan rekonstruksi. Tujuannya melakukan perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik dan segala aspek kehidupan bermasyarakat pada wilayah pasca bencana

Tiap fase itu lanjut Arief yang aktif pula di BPBD Provinsi DI. Yogyakarta sebagai anggota TRC. Memiliki target khusus. Pecinta alam dapat berperan di setiap fase penanggulangan bencana.

“Pada fase pra bencana umpamnya, pecinta alam dapat berperan dengan melakukan mitigasi bencana, kesiapsiagaan dan peringatan dini,” katanya.

Webinar Internasional yang menghadirkan Arief sebagai narasumber tunggal, diselenggarakan oleh SARMMI sebagai realisasi tahap ketiga memberikan pendampingan jangka panjang terhadap pecinta alam dari Timor Leste, yakni Associação Gerhana Explora no Prezerva Natureza.

Associação Gerhana didampingi karena akan mempelopori berdirinya organisasi SAR yang pertama kali di Timor Leste.

Acara Webinar Internasional dibuka oleh Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M. Ec.

Prof. Edy merupakan Rektor Univ. Widya Mataram Yogyakarta. Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhamamdiyah. Wakil Ketua Dewan Pembina SARMMI. Komisioner International Universities Search and Rescue Council (IUSARC) The Northern of Cyprus, Republic of Turkey.

Selain diikuti oleh pecinta alam di Timor Leste, webinar ini diikuti pula oleh pecinta alam dari Maumere NTT. Luwuk Banggai, Donggala, Mamasa, Solo. Yogyakarta, Purwokerto, Bogor, Bekasi, Jakarta, Tangerang, Lampung, Riau dan beberapa daerah lain di Indonesia. (*)

Kontributor || Tia Septiyani, SARMMI
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: