WartapalaIndonesia.com, BANTEN – Pengibaran Bendera Merah Putih Di TPA Bangkonol yang diselenggarakan oleh Pusat Koordinasi Daerah Banten (PKD – Banten). Pada, 17 Agustus 2015.
Lokasi tersebut dipilih karena Pusat Koordinasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Se -Banten memiliki keprihatinan mendalam terkait penumpukan sampah yang semakin tak terkendali di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol, Kabupaten Pandeglang. Kondisi ini dinilai sudah melampaui kapasitas pengelolaan dan berpotensi memicu dampak lingkungan serta kesehatan yang serius bagi masyarakat sekitar.
Menurut hasil pantauan lapangan yang dilakukan pada awal Agustus 2025, volume sampah di TPA Bangkonol telah melampaui daya tampung optimal. Sebagian besar sampah dibiarkan menumpuk tanpa pengolahan memadai, menimbulkan bau menyengat, pencemaran air tanah, serta menjadi sarang berbagai faktor penyakit.
Ketua pelaksana kegiatan, Yusuf Fazri Pane atau yang akrab disapa Noorin, sampah ini bukan hanya terkait teknis pengelolaan sampah, bahkan lebih dari itu masalah sistemik yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Pemerintah daerah harus segera mencari solusi jangka panjang, sementara masyarakat pun harus mengubah pola konsumsi dan membiasakan pengelolaan sampah dari rumah.
Senada, Kepala Pusat Koordinasi Mapala se-Banten, menyatakan keprihatinan yang mendalam atas pengelolaan TPA Bangkonol, mestinya harus ditangani dengan serius, Jika ini dibiarkan, TPA Bangkonol akan menjadi bom waktu pencemaran di Pandeglang
“Kami ingin mengirim pesan kuat: merah putih harus berkibar di atas bumi yang bersih. Kemerdekaan tidak akan bermakna jika kita masih terjajah oleh krisis sampah,” pungkasnya. (*).
Kontributor || Danang Arganata, WI 200050
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)