Peduli Korban Banjir, MITAPASA IAIN Salatiga Salurkan Bantuan

Caption foto: Mapala MITAPASA IAIN Salatiga saat Pendistribusian Sembako Korban Banjir, di Pati Kecamatan Gabus (WARTAPALA INDONESIA/Rio Kurniawan, WI 210156) 

WartapalaIndonesia.com, JAWA TENGAH – Mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala MITAPASA, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga mengirimkan bantuan kepada korban banjir, di Pati Kecamatan Gabus, Jumat (12/2/2021).

Bantuan ini berupa sembako, sayuran, air minum bersih, kebutuhan bayi, dan perlengkapan ibadah. Kegiatan ini terlaksana bersama kelembagaan IAIN Salatiga, mahasiswa, Ikatan Keluarga Mahasiswa Pati (IKMP), dan mahasiswa KKN IAIN Salatiga.

Kegiatan ini berlangsung dengan mengujungi daerah terdampak secara langsung dengan selalu mematuhi protokol kesehatan pencegahan dan penyebaran Covid-19. Banjir sudah melanda Kecamatan Gabus sejak hari Sabtu (6/2) dengan ketinggian 40 centimeter sampai dengan 100 centimeter.

“Alhamdulillah kami sampaikan terima kasih atas bantuannya bersama semoga menjadi amal jariyah dan semoga banjir segera surut, kami sudah mendirikan 6 Posko Bantu. Terima kasih kepada teman yang sudah membantu,” jelas Ketua Posko.

Banjir yang meluas di Pati Selatan terutama Kecamatan Gabus menjadi titik wilayah yang terparah. Meskipun demikian bencana banjir yang terjadi di Pati bukan kali pertamanya dan sudah menjadi langganan setiap tahun, dan juga banyak mengundang relawan dari berbagai instansi setempat untuk mendirikan posko bencana.

“Wilayah terdampak paling besar adalah Pati Selatan terutam Kecamatan Gabus. Kami sudah mengkonsolidisikan kekuatan untuk memantu masing-masing wilayah terdampak dan siap terjun membantu saat dibutuhkan,” tambah ketua posko Gabus.

Ditempat yang sama, Rizal Irkhamnanto selaku Ketua Mapala MITAPASA, mengatakan, kegiatan kemanusiaan ini sebuah wujud pengabdian Mahasiswa yang tertuang didalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana banjir.

“Peduli bencana ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan bermanfaat. Tentunya kita sebagai mahasiswa juga mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Harapan untuk kedepannya kita bisa lebih sering melakukan kegiatan seperti ini,” ungkap Rizal.

Ditambahkannya, kondisi warga setempat masih banyak yang bertahan di rumah masing-masing meski rumah warga terendam banjir, begitupun persawahan warga juga ikut terendam banjir dan juga pekarangan ternak hingga seisi rumah, namun warga masih tetap bertahan.

Begitu pula yang terjadi dengan anak-anak yang memanfaatkan banjir untuk bermain. Selain curah hujan yang deras dalm kurun waktu yang cukup lama, banjir ini juga disebabkan oleh akibat meluapnya sungai Silugonggo yang setiap tahunnya selalu mengalami sedimentasi.

“Banjir yang kerap terjadi setiap tahun ini sudah dianggap biasa oleh warga. Hal ini dapat dilihat dari respon warga yang menjadikan banjir ini menjadi wisata sebagai pemasukan warga yang telah kehilangan mata pencaharian. Warga mematok tarif keliling desa untuk setiap pengunjung menggunakan kapal sebesar Rp5.000,00 setiap sekali jalan,” jelasnya.

Sambungnya, banjir yang kerap terjadi bertahun-tahun tersebut sudah selayaknya menjadi perhatian pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan nyata untuk memulihkan kondisi serta melakukan gerak cepat didalam penanggulangan bencana.

“Respon masyarakat yang kian menerima musibah ini terdesak karena kebutuhan ekonomi dan tidak ingin terlalu depresi dalam menghadapi banjir ini,” tutupnya.

Kontributor || Rio Kurniawan, WI 210156

Editor || Soprian Ardianto, WI 200136

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.