Caption foto : Kegiatan menanam pohon yang diselenggarakan Mapasaka UT Bogor, juga diisi dengan diskusi interaktif dan edukasi tentang lingkungan hidup. (WARTAPALA INDONESIA / Mapasaka).
WartapalaIndonesia.com, BOGOR – Dalam rangka meningkatkan kesadaran terhadap kelestarian alam dan lingkungan, serta mendukung program kegiatan Desa Ciapus Bogor, Mahasiswa Pecinta Alam Satya Salaka Universitas Terbuka, (Mapasaka UT) Bogor menggelar acara penanaman pohon di Ciapus Bogor. Tepatnya di kawasan Camp Ground Curug Tonjong, pada tanggal 6 Oktober 2024
Kegiatan ini dihadiri 60 peserta yang terdiri dari anggota Mapasaka, relawan dari mahasiswa Universitas Terbuka Bogor, Perhutani, Karang Taruna, serta masyarakat setempat. Turut hadir organisasi pecinta alam seperti TMS-7 Malang, dan Komunitas Pendaki Gunung Regional Bogor.
Acara dibuka dengan upacara bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, disusul dengan pembacaan Kode Etik Pecinta Alam Indonesia tahun 1974.
Kemudian peserta yang dibagi menjadi beberapa kelompok, melakukan penanaman berbagai jenis pohon, termasuk pohon buah dan beberapa jenis pohon kayu keras di lokasi yang berpotensi erosi.
Setiap kelompok diawasi oleh panitia penyelenggara yang sudah berpengalaman dalam menanam pohon dengan teknik yang benar dan efektif
Menurut Ketua Mapasaka UT Faudi Rizki, tujuan dan manfaat dari acara penanaman pohon ini, sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas lingkungan, kualitas udara, mengurangi erosi tanah, menciptakan habitat berbagai spesies dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Kita semua lanjutnya, harus berpartisipasi dalam segala bentuk pelestarian alam. Salah satunya penanaman pohon. Selain itu, kegiatan ini akan meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa, khususnya anggota Mapasaka UT Bogor.
“Kegiatan menanam pohon, juga diisi dengan materi dan edukasi tentang lingkungan hidup, serta diskusi interaktif yang dapat membangkitkan kesadaran kolektif peserta demi memberikan rasa tanggung jawab terhadap pentingnya menjaga, memelihara dan melestarikan alam”, jelas Faudi.
Sedangkan Johny Wiro dari TMS-7 mengatakan, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama.
“Dengan memahami peran penting pohon dalam ekosistem, adik-adik harus lebih semangat dan tidak lupa dalam melestarikan alam dan lingkungan” terang Johny Wiro.
Sedangkan Dewi dari Karang Taruna desa Sukajadi, Ciapus mengatakan, masyarakat juga membutuhkan pohon yang mempunyai nilai ekonomi seperti pohon buah dan kayu keras.
“Semoga akan ada program untuk penanaman pohon buah di daerah kami, Sukajadi”, harapnya. (ra).
Kontributor || Ratdita Anggabumi T, WI 190039
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)