Peduli Masa Depan bangsa, Mata Alam Unfari Bandung Gelar Edukasi dan Aksi Penanaman Pohon

Caption foto : Ipda Nunuh Sutisna yang populer disebut “manusia pohon”  bersama peserta aksi menanam pohon dengan judul “Melak Kadedeuh and Ngelingan”. (WARTAPALA INDONESIA / Wandi Wahyudi).

WartapalaIndonesia.com, BANDUNG – Mata Alam Unfari (Universitas Al-Ghifari) Bandung menggelar kegiatan edukasi dan aksi menanam pohon dengan judul “Melak Kadedeuh and Ngelingan“.

Kegiatan dilaksanakan di kawasan sumber air kaki Gunung Cikuray yang berlokasi di Desa Pamalayan, Kec. Bayongbong, Kab. Garut. Pada 4 Mei 2024.

“Kegiatan ini bagian dari program kerja divisi konservasi. Harapan dari dilaksanakannya kegiatan ini, mudah-mudahan ini menjadi manfaat dan menginspirasi generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan,” ketua pelaksana sekaligus Ketua Divisi Konservasi Mata Alam Unfari, Pedul.

Selain kegiatan menanam dan edukasi, juga ada live music dari rekan-rekan mahasiswa dan Mapala.

Sementara itu, khusus untuk kegiatan edukasi, diisi oleh Ipda Nunuh Sutisna, sering disebut “manusia pohon”, dengan materi Etika Lingkungan.

Kemudian dari Founder Garut Zero Waste, Rachmawati, Ph.D. Dengan materi Edukasi Daur Ulang Sampah.

Kegiatan ini melibatkan aktif masyarakat setempat. Juga para pelajar dari SMP dan SMK Persada Bayongbong.

Selain itu, banyak juga dari Mapala, KPA, serta instansi  lain yang ikut mendukung dan meramaikan acara, diantaranya  Satriapela, Mapala Arkara, Petak Alam, Mapagri, Mapalikom, Mapalih, Wapalam, Alasraya, HMTP Unfari Bandung, BBGS Peduli, Babinsa Pamalayan, Yayasan Generasi Masa Depan, Yayasan Saung Monteng, dan Garut Zero Waste.

Dalam sambutannya, Pedul menjelaskan, “Melak Kadedeuh and Ngelingan, secara filosofis artinya menanam sebagai bentuk kasih sayang. Sekaligus menanamkan kesadaran tentang pentingnya merawat lingkungan”.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Mata Alam Unfari berharap, ada lebih banyak lagi Mapala, komunitas atau organisasi yang menggelar aksi-aksi nyata untuk lingkungan.

“Kita butuh aksi yang nyata untuk lingkungan. Apa yang telah kita diskusikan di kampus, harus kita nyatakan di lingkungan dan masyarakat,” pungkas Pedul. (WW).

Kontributor || Wandi Wahyudi, WI 200223
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.