Peduli Pada Korban Karhutla, Supporter SMA Darul Ulum 1 Jombang Bentangkan Spanduk Pray for Karhutla

WartapalaIndonesia.com, JOMBANG – Gelaran Liga Unit XVII Pondok Pesantren Darul ‘m, Rejoso, Peterongan, Jombang, tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan di lapangan hijau, tetapi juga ruang untuk menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan. (25/10/2026).

Suporter sepak bola SMA DU 1 membentangkan spanduk bertuliskan “Pray for Karhutla” sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada lingkungan serta kehidupan masyarakat.

Menurut Ketua Gardu Pala (Gabungan Remaja Darul Ulum Pecinta Alam), Philip, aksi ini diinisiasi oleh sejumlah santri yang tergabung dalam Gardu Pala.

“Aksi tersebut telah direncanakan jauh sebelum pelaksanaan Final Liga Unit XVII. Untuk merealisasikan gagasan itu, para anggota Gardu Pala secara sukarela mengumpulkan uang iuran guna membeli bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat spanduk dan poster sebagai media penyampaian pesan” jelasnya.

Selain itu, Gardu Pala juga membuka donasi di lingkungan Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang, untuk membantu para korban Karhutla.

”Gagasan itu berangkat dari keresahan mereka terhadap persoalan karhutla yang membutuhkan perhatian bersama,” terang Philip.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa sepak bola bukan sekadar tentang kemenangan dan kekalahan. Melalui kreativitas suporter, para santri berupaya memanfaatkan momentum kompetisi untuk menyampaikan pesan kepedulian lingkungan kepada khalayak luas.

Karhutla merupakan persoalan serius karena dapat merusak ekosistem, mencemari udara, dan mengganggu kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Aksi ini juga memperlihatkan bahwa keresahan para santri dapat menjadi awal dari gerakan kepedulian yang lebih luas.

Melalui pesan yang dibawa di tengah gelaran Liga Unit XVII, Gardu Pala dan suporter SMA DU 1 berupaya mengingatkan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Harapannya, pesan ini tidak hanya berhenti di tribun, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran bagi lebih banyak orang untuk peduli terhadap kelestarian alam.

Pesan “Pray for Karhutla” menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak seharusnya berhenti pada doa dan slogan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam menjaga alam. (*)

Kontributor || Galuh Tri Rizqiadi Wibowo
Kontributor || Danang Arganata, WI 200050

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.