Wartapalaindonesia.com, SURAKARTA – Selasa (24/4/2018) Hari Bumi atau Earth Day merupakan peringatan yang ditujukan untuk menarik masyarakat agar sadar dan peduli akan pentingnya bumi sebagai tempat untuk kita hidup dan berpijak.
Peringatan Hari Bumi pada tahun 2018 ini mempunyai tema yaitu “End Plastic Pollution” atau “Akhiri Polusi Plastik”.
Dengan melihat dari berbagai kerusakan bumi yang disebabkan oleh banyaknya faktor-faktor terutama dari sampah plastik. Sudah seharusnya kita tergerak untuk dapat memberikan kontribusi bagi bumi kita ini.
Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, PMPA KOMPOS FP UNS mengadakan kegiatan berupa Pemutaran Film dan Diskusi mengenai Film Asimetris. Acara ini dilaksanakan pada hari Selasa, 24 April 2018 di Warung Pejalan, sebuah warung kopi pejalan di Jebres, Surakarta.
“Kegiatan ini ditujukan untuk umum dan seluruh masyarakat yang ingin bergabung menonton film ini bersama dan ingin berdiskusi mengenai isu lingkungan yang ada dalam film dokumenter tersebut” ujar Halimah, selaku ketua Panitia.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh moderator Ahmad Fauzi, kemudian dilakukan pemutaran film bersama dengan ditemani secangkir kopi dan setelah selesai dilanjutkan dengan diskusi mengenai permasalahan isu lingkungan di film tersebut.
Film Asimetris merupakan film perjalanan dari tim Ekspedisi Indonesia Biru dengan Watchdoc sebagai rumah produksi audio visual dan dibantu oleh 11 videografer dari berbagai daerah untuk mengumpulkan keping-keping cerita yang telah terjadi pada tahun antara 2015 hingga tahun 2018.
“Film Asimetris sendiri merupakan sebuah film dokumenter yang mendokumentasikan mengenai kehidupan dan permasalahan masyarakat tentang kelapa sawit di Pulau Kalimantan, Sumatra dan Papua,” ujar Halimah.
Salah satu yang menjadi sorotan dalam film Asimetris adalah industri perkebunan kelapa sawit yang mempunyai luasan mencapai 11 juta hektar atau setara dengan luasan Pulau Jawa pada tahun 2018 dan diperkirakan akan bertambah 5 kali lipat Pulau Bali pada 2030.
Efek yang diberikan oleh industri perkebunan tersebut berdampak kepada lingkungan dan masyarakat dan juga bagaimana pengaruh industri ini terhadap pemerintah, aparat keamanan, diri kita hingga ke semua kalangan.
“Diadakannya acara pemutaran film Asimetris, diharapkan masyarakat lebih bijak dalam menyikapi permasalahan lingkungan yang ada disekitar kita sehingga nantinya kita dapat menjaga dan merawat bumi yang semakin lama semakin rusak agar anak cucu kita tetap dapat berpijak,” kata Rafika, selaku Ketua PMPA KOMPOS FP UNS.
Instagram : pmpakompos
Facebook : PMPA KOMPOS
Web : kompos.fp.uns.ac.id
Email : pmpakomposfpuns@gmail.com
CP : 085725484149 (Rafika Annisa)
Kontributor || Herlina Tri Kumalasari K-561, Septiono K-555
Editor || A. Phinandhita P.
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)
1 Comment