Wartapalaindonesia.com, OPINI – Segerombolan pendaki dengan day bag dipunggungnya berjalan menyusuri punggungan gunung. Langkah kakinya ringan diikuti langkah gontai beberapa pendaki lain di belakangnya. Terik mentari menyengat memaksa pendaki ini berkali-kali menggelontor air segar di kerongkongannya. Pluk, terdengar suara botol yang dilempar begitu saja oleh seorang pendaki paling junior dalam rombongan.
Kontan saja, sang senior mendamprat habis-habisan sang junior dengan makian dan tatapan penuh kebencian. “Apakah kamu ingin mengotori alam titipan anak cucumu?” damprat sang senior kepada junior. Sang junior hanya diam sembari menggelengkan kepalanya. “Apa pantas orang yang mengaku pencinta alam tidak menjaga alamnya sendiri?” tambah sang senior, semua yang melihat hanya diam tak berkata.
Selang beberapa waktu setelah pendakian usai. Sang junior pergi ke rumah sang senior untuk memberinya kue dan meminta maaf atas kelakuannya tempo hari kala pendakian. Kini sang junior menyadari bahwa seorang pencinta alam di manapun dia berada wajib menjaga alam itu sendiri, dan alam itu bukan hanya di pegunungan saja, melainkan di semua tempat.
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)